Laporan: Anis

BANDARLAMPUNG-65 tahun bukan usia muda lagi. Pahit getir dilalui dengan suka duka. Begitulah kehidupan tokoh gaek satu ini, M Alzier Dianis Thabranie, Selasa 8 Nopember 2022.

Perjalanan karier politiknya luar biasa. Tiga periode kepemimpinan di Golkar Lampung dilalui. Asam garam, hiruk pikuk perjalanan Golkar di daerah dan di kancah Nasional tak diragukan.

Karier di Golkar Lampung sungguh menakjubkan. Putra mantan walikota Bandar Lampung Thabranie Daud terhenti setelah ‘digotong rame-rame’ dan kemudian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar menempatkan Loedwijk menjadi Pelaksana Tugas Ketua Golkar Lampung dan akhirnya Arinal Djunaidi menahkodai partai besutan orde baru ini.

Raihan kekuasaan mantan Ketua Golkar ini sampai pada berhasilnya Alzier meraih suara terbanyak pada pemilihan Gubernur 2002. Karena konflik politik PDIP versus Alzier = Megawati Vs Alzier, kemenangan tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran ini tak diakui Mendagri Hari Sabarno kala itu

Baca Juga:  Pemprov Gelar Seminar Nasional, Menuju Lampung Berjaya

Meski putusan kemenangan Alzier di tingkat Mahkamah Agung, kudekut pemerintah tak mengakui keputusan politik DPRD kala itu.  Dengan alasan Alzier tersangkut belasan perkara pidana. Walaupun, hingga kini suami pasangan Imelda ini tak terbukti melakukan tindak pidana yang dituduhkan.

Hari Sabarno, kekeuh pada pendiriannya dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) 161/2003 tentang pembatalan keputusan DPRD Lampung yang menetapkan Alzier-Ansyori sebagai Gubernur Lampung.

“Saya pernah gubernur, tapi rezim menzholimi saya dan Alm Ansyori. Sejarah mencatat itu,” ujar Alzier sambil meniup lilin 65 tahun yang disuguhkan Ketua IJ Polda Lampung, Koesma didampingi Pengurus JMS Lampung.##

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini