24 Proyek Infrastruktur Lampung Utara Gagal Terealisasi, Kinerja Dinas SDABMBK Dipertanyakan

Selasa, 30 Desember 2025 | 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Janji pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Utara kembali menyisakan ironi. Di tengah kebutuhan mendesak masyarakat akan akses jalan dan jembatan yang layak, sebanyak 24 paket proyek infrastruktur justru gagal direalisasikan sepanjang tahun 2025.

Salah satu yang paling disorot adalah kondisi Jembatan Way Umban di Jalan Punai Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan.

Jembatan yang sebelumnya telah dijanjikan perbaikan itu kini semakin memprihatinkan setelah ambrol diterjang banjir tahunan, seolah menjadi monumen kegagalan perencanaan dan eksekusi pembangunan.

Warga sempat berharap ketika tim teknis turun ke lokasi dan melakukan pengukuran. Namun harapan itu perlahan memudar, seiring berjalannya waktu tanpa realisasi pekerjaan.

“Kami kira jembatan ini benar-benar mau diperbaiki. Sudah ada yang ngukur, sudah difoto-foto. Tapi sampai sekarang tidak ada apa-apa,” kata Iwan, warga setempat, Selasa, 30 Desember 2025.

Menurut warga, kondisi jembatan yang amblas kerap memicu kecelakaan tunggal. Belum lama ini, seorang ibu terjatuh dari sepeda motor karena tidak mengetahui adanya cekungan di atas jembatan.

Ironisnya, perbaikan jembatan tersebut sempat dialokasikan anggaran sekitar Rp800 juta, namun akhirnya kandas dengan dalih Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Lampung tidak cair. Padahal, potensi DBH yang diterima Lampung Utara disebut mencapai sekitar Rp70 miliar dan telah menjadi dasar pembahasan APBD 2025.

Baca Juga:  Gandeng UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN RIL Matangkan Persiapan Visitasi Fakultas Kedokteran

Lebih jauh, kegagalan tidak hanya terjadi pada satu titik. Total terdapat 24 paket proyek infrastruktur yang batal direalisasikan, terdiri dari 21 paket perbaikan jalan dan tiga paket pembangunan serta rehabilitasi jembatan di berbagai wilayah.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap kinerja Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Lampung Utara.

Dinas teknis yang seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan justru terlihat kehilangan arah di tengah tahun anggaran berjalan.

Kepala Dinas SDABMBK Lampung Utara melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rio Alaska, mengakui bahwa seluruh proyek tersebut gagal direalisasikan karena waktu pelaksanaan yang dinilai terlalu mepet. Ia menyebut baru mulai mengendalikan pekerjaan pada Oktober 2025, saat seluruh paket proyek bahkan belum memasuki tahap lelang.

“Seharusnya Oktober itu pekerjaan sudah berjalan. Faktanya, di lelang saja belum,” ujar Rio.

Dengan sisa waktu sekitar 90 hari hingga akhir tahun, proses tender yang memakan waktu hingga 45 hari dinilai tidak memungkinkan. Akhirnya, melalui keputusan bersama tim review Kejaksaan, Pokja, dan PPK, proyek-proyek tersebut diputuskan untuk ditunda.

Baca Juga:  Setelah 15 tahun Rusak, Akhirnya Jalan Provinsi Di Air Ringkih Way Kanan  Dibangun

“PPK keberatan jika waktu pengerjaan hanya sekitar 25 hari karena berisiko pada kualitas,” jelas Rio.

Alasan kualitas pekerjaan menjadi paradoks tersendiri, mengingat keterlambatan perencanaan justru datang dari internal dinas itu sendiri, bukan faktor alam atau kondisi darurat.

Meski begitu, kata dia, Bupati Lampung Utara Hamartoni menegaskan bahwa seluruh proyek hanya tertunda dan akan direalisasikan pada awal tahun 2026.

“Untuk jembatan, waktu pengerjaan efektif 180 hari, dan jalan 120 hari. Rencananya Januari mulai dikerjakan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan ini hanya bersifat administratif dan teknis.

Namun bagi masyarakat, penundaan ini bukan sekadar “lompat bulan”, melainkan perpanjangan risiko keselamatan, hambatan ekonomi, dan potret lemahnya manajemen pembangunan.

Di saat anggaran tersedia dan kebutuhan masyarakat nyata, kegagalan mengeksekusi program justru menjadi cermin bahwa persoalan utama bukan semata soal dana, melainkan ketidakmampuan tata kelola dan kepemimpinan di dinas teknis. Atau ada ego yang dikedepankan tanpa melihat jauh dampak yang dilahirkan.[]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nar J Afkar


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

MPR Apresiasi Percepatan Pembangunan IKN, Ahmad Muzani: Megah, Mewah, Membanggakan
Dari Evaluasi ke Aksi, Konferwil Fatayat NU Lampung Siapkan Arah Masa Depan
Wagub Jihan Nurlela Kunjungi Kemenkes Percepat Peningkatan Kapasitas Faskes dan Farmasi Lampung 
Polres Way Kanan Lakukan Apel Sabuk Kamtibmas 
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Terima Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari, Bicara Kerja Sama Bidang Pendidikan, Ekonomi, dan kemanusiaan
Tingkatan Mutu Lulusan, LPM UIN RIL Gelar Asesmen RPS OBE
SEMA FTK UIN RIL Gelar Sekolah Legislatif, Rektor Pesankan Mahasiswa Responsif Terhadap Kondisi Global
Pimpinan Senat UIN RIL Apresiasi Peningkatan Jumlah Guru Besar

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:44 WIB

MPR Apresiasi Percepatan Pembangunan IKN, Ahmad Muzani: Megah, Mewah, Membanggakan

Selasa, 21 April 2026 - 07:04 WIB

Dari Evaluasi ke Aksi, Konferwil Fatayat NU Lampung Siapkan Arah Masa Depan

Selasa, 21 April 2026 - 06:38 WIB

Wagub Jihan Nurlela Kunjungi Kemenkes Percepat Peningkatan Kapasitas Faskes dan Farmasi Lampung 

Senin, 20 April 2026 - 17:15 WIB

Polres Way Kanan Lakukan Apel Sabuk Kamtibmas 

Senin, 20 April 2026 - 17:05 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Terima Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari, Bicara Kerja Sama Bidang Pendidikan, Ekonomi, dan kemanusiaan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Dari Evaluasi ke Aksi, Konferwil Fatayat NU Lampung Siapkan Arah Masa Depan

Selasa, 21 Apr 2026 - 07:04 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Way Kanan Lakukan Apel Sabuk Kamtibmas 

Senin, 20 Apr 2026 - 17:15 WIB