KEPALA Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan bahwa selain Kota Baru, pembangunan Sekolah Rakyat tahap awal di Provinsi Lampung juga direalisasikan di Kabupaten Lampung Timur. Ia menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 63/HUK/2026 melalui mekanisme penjangkauan, bukan melalui pendaftaran atau seleksi terbuka.
Proses penjangkauan dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, seluruh calon peserta didik menjalani verifikasi lapangan dan kunjungan rumah untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Aswarodi menyampaikan untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Kementerian Sosial memberikan kuota sebanyak 270 peserta didik baru terdiri atas 3 rombongan belajar (rombel) jenjang SMA, 3 rombel jenjang SMP, dan 3 rombel jenjang SD. Masing-masing rombel berjumlah 30 siswa.
Namun dalam pelaksanaannya, rekrutmen peserta didik jenjang SD menghadapi tantangan karena sebagian besar orang tua belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan berbasis asrama.
“Oleh karena itu, dua rombel SD yang tidak terpenuhi dialihkan menjadi 1 rombel SMA tambahan, dan 1 rombel SMP tambahan. Sehingga komposisi akhir menjadi 4 rombel untuk SMA, 4 rombel untuk SMP, dan 1 rombel untuk SD,” ujarnya.
Selain peserta didik baru, Ia menjelaskan sebanyak 71 siswa yang saat ini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan akan dipindahkan ke lokasi permanen di Kota Baru.
Kemudian, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung memperoleh kuota tambahan sebanyak 60 peserta didik baru jenjang SD dan SMP. Sebanyak 12 siswa lulusan SRT 35 Bandar Lampung terdiri atas 11 siswa lulusan SD menuju jenjang SMP, dan 1 siswa lulusan SMP menuju jenjang SMA juga akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru.
“Dengan demikian, total peserta didik yang akan menempati Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru pada Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 413 siswa yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” katanya.
Aswarodi menuturkan pada 13 Juli 2026 akan dilaksanakan kedatangan peserta didik, pemeriksaan kesehatan gratis, open house, dan doa bersama.
“Selanjutnya pada 14 Juli 2026 akan dilaksanakan MPLS yang sekaligus menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru,” katanya.[]
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Bandarlampung


![SEKOLAH Rakyat ternyata dihadapkan persoalan sebagian besar orang tua belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan berbasis asrama [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Aswarodi.jpg)

![SEKOLAH Rakyat ternyata dihadapkan persoalan sebagian besar orang tua belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan berbasis asrama [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Aswarodi-225x129.jpg)
![BUPATI Mesuji dan Gubernur Lampung saat memastikan persoalan petani dapat diminimalisir [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Elfianah-Gubernur-Lampung-225x129.jpg)
![MARINDO Sekdaprov pimpin rapat perangkat daerah agar mempercepat penyelesaian operasional Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/MArindo-225x129.jpg)
![WISATA BUDAYA-Walikota Eva Siap Olok Gading Jadi Wisata Budaya {De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Bunda-Eva-225x129.jpeg)
![BUDAYA sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Gubernur dan Walikota Bandarlampung berkunjung ke Negeri Olok Gading [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/GUBERNUR-dan-Adat-Budaya-Lampung-225x129.jpg)
![WAKIL Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mutlak dalam tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. [Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Mbak-Jihan-225x129.jpeg)
![SEKOLAH Rakyat ternyata dihadapkan persoalan sebagian besar orang tua belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan berbasis asrama [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Aswarodi-129x85.jpg)
![BUPATI Mesuji dan Gubernur Lampung saat memastikan persoalan petani dapat diminimalisir [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Elfianah-Gubernur-Lampung-129x85.jpg)
![MARINDO Sekdaprov pimpin rapat perangkat daerah agar mempercepat penyelesaian operasional Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/MArindo-129x85.jpg)
![WISATA BUDAYA-Walikota Eva Siap Olok Gading Jadi Wisata Budaya {De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/Bunda-Eva-129x85.jpeg)
![BUDAYA sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Gubernur dan Walikota Bandarlampung berkunjung ke Negeri Olok Gading [De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/GUBERNUR-dan-Adat-Budaya-Lampung-129x85.jpg)


