Jihan Paparkan Transformasi Digital Pengelolaan Keuangan di Forum Nasional

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAKIL Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mutlak dalam tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. [Hs]

WAKIL Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mutlak dalam tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. [Hs]

JAKARTA – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mutlak dalam tata kelola pemerintahan modern, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat menjadi narasumber dalam Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Auditorium Badiklat PKN BPK RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dalam forum yang mengangkat tema “Mengelola Keuangan Negara Menuju Indonesia Emas: Transparansi, Akuntabilitas, dan Keberlanjutan” tersebut, Jihan memaparkan berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dimiliki.

Menurut Jihan, tantangan yang dihadapi setiap daerah berbeda. Jika daerah dengan kapasitas fiskal besar memiliki ruang gerak yang lebih luas, maka daerah dengan kemampuan fiskal yang terbatas dituntut untuk semakin kreatif, inovatif, dan efisien dalam mengelola keuangan daerah.

“Digitalisasi hari ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Namun transformasi digital bukan sekadar memindahkan proses manual ke dalam aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun ekosistem data yang terintegrasi sehingga seluruh proses pelayanan dan pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel,” ujar Jihan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama Pemprov Lampung adalah memperkuat integrasi data antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, serta berbagai instansi terkait. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada penyediaan teknologi, melainkan pada kemampuan menghubungkan berbagai sumber data agar dapat mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Baca Juga:  Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Lampung terus mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi Lampung-In, yang dirancang sebagai platform layanan publik terpadu bagi masyarakat Lampung.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan, mulai dari pengaduan publik, pembayaran retribusi, hingga layanan sektor kesehatan dan pendidikan. Kehadiran Lampung-In diharapkan mampu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis digital.

“Tujuan utama kami adalah menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Jihan.

Jihan juga memaparkan dampak nyata digitalisasi terhadap peningkatan pendapatan daerah. Salah satu contohnya adalah digitalisasi sistem pembayaran retribusi pada sejumlah aset daerah.

Ia mengungkapkan bahwa setelah penerapan sistem digital pada pengelolaan retribusi kolam renang milik pemerintah daerah, pendapatan yang diperoleh mengalami peningkatan signifikan. Pada periode Januari-April 2026, penerimaan meningkat lebih dari 221 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi mampu memperkuat transparansi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah.

Selain aspek pendapatan, Jihan juga menyoroti pentingnya akuntabilitas belanja daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan anggaran tidak lagi semata-mata diukur dari tingginya tingkat serapan anggaran, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Orientasi pengelolaan anggaran harus bergeser dari sekadar mengejar output menuju pencapaian outcome yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus mampu menghasilkan manfaat yang terukur,” tegasnya.

Baca Juga:  Xi Jinping: AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Rival

Lebih lanjut, Jihan menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung saat ini menghadapi tantangan penyesuaian fiskal yang cukup besar, termasuk berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Lampung untuk semakin memperkuat pengawasan dan pengendalian belanja daerah agar tetap efektif dan tepat sasaran.

Dalam proses tersebut, Pemprov Lampung memanfaatkan berbagai instrumen pengawasan, termasuk Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) serta berbagai inovasi pengendalian internal yang dikembangkan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara optimal.

Jihan menilai keberadaan SIPD telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. Sistem tersebut tidak hanya memperkuat transparansi, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan.

Menutup paparannya, Jihan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tetap menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

“Komitmen kami adalah memastikan setiap kebijakan fiskal dan setiap program pembangunan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang semakin baik, transparansi yang semakin kuat, serta dukungan transformasi digital, kami optimistis Lampung dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah
Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia
Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS
Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng
Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Berita Terbaru

Personel militer Israel melakukan operasi di Kota Qabatiya, sebelah selatan Kota Jenin, Tepi Barat belum lama ini (Xinhua)

Berita Utama

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:59 WIB

Berita Utama

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:20 WIB

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB