WR III UIN RIL Tekankan Calon Duta Kampus Perkuat Karakter Intelektual, Spiritual, dan Integritas

Sabtu, 25 April 2026 | 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Bambang Budiwiranto, Ph.D., menekankan pentingnya penguatan karakter intelektual, spiritual, dan integritas kepada para calon Duta Kampus. Hal ini disampaikan saat memberikan materi dan arahan dalam rangkaian karantina pemilihan Duta Kampus 2026 di Lamban Raden Intan, Jumat (24/4).

Menurut Bambang, para peserta duta kampus merupakan representasi mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, sehingga harus mencerminkan nilai-nilai utama kampus.

Ia menjelaskan, UIN Raden Intan Lampung memiliki motto Ber-ISI, yang menjadi kompas dalam pengembangan karakter mahasiswa. “Kalau ada motto, berarti kita punya kompas. Motto kita ber-ISI, yaitu intellectuality, spirituality, dan integrity,” ujarnya.

Ia menerangkan, intellectuality berarti memiliki kapasitas keilmuan, wawasan, norma, serta kemampuan berpikir yang baik. Sementara spirituality berkaitan dengan aspek rohani dan pembentukan nurani. Sedangkan integrity adalah kepatuhan terhadap nilai dan aturan.

Karena itu, ia meminta para calon duta kampus menginternalisasikan nilai tersebut, sebab mereka akan merepresentasikan wajah mahasiswa UIN Raden Intan Lampung.

“Kalian harus mencerminkan itu, bagaimana merepresentasikan mahasiswa UIN yang punya intellectuality, spirituality, dan integrity,” katanya kepada calon duta.

Pada aspek intelektual, Bambang menekankan pentingnya memperkuat budaya membaca. Menurutnya, kekuatan utama mahasiswa terletak pada literasi dan penguasaan ilmu, terutama Islamic studies sebagai core keilmuan di UIN.

Baca Juga:  Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

“Mahasiswa itu agent of social change. Karena itu, perbanyak bacaan, terutama kajian-kajian keislaman,” ujarnya.

Ia juga membagikan pengalamannya dalam meningkatkan kapasitas diri, salah satunya dengan menargetkan kemampuan bahasa asing setiap semester.

Selain itu, alumni magister & doktoral Australia ini berbagi pengalaman pribadi tentang pentingnya peningkatan kemampuan bahasa. Ia mengaku setiap semester selalu memiliki target tambahan kemampuan berbahasa sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Menurutnya, duta kampus harus memiliki daya saing global dengan prinsip think globally, act locally. “Mempersiapkan alumni dengan daya saing global berarti harus punya kapasitas tertentu,” ujarnya.

Pada aspek spiritualitas, Bambang menekankan pentingnya membangun inner beauty melalui kebiasaan ibadah dan pola hidup yang baik. Ia berharap pembiasaan selama masa karantina tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi terus dilanjutkan di rumah masing-masing.

“Karantina jangan sampai hanya di sini, tapi dilanjutkan juga di rumah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pola tidur yang baik dan kedisiplinan hidup, yang menurutnya dapat terlihat dari kebiasaan seseorang dalam menjalankan ibadah. “Aspek spiritual itu dilatih lewat ibadah dan kebiasaan,” pesannya..

Baca Juga:  Galang Terpilih jadi Wabup Way Kanan

Dalam materi integritas, WR III menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan kejujuran, termasuk dalam kehidupan akademik. “Integrity itu kepatuhan kita kepada aturan. Dalam Islam ada muraqabah,” katanya.

Ia menekankan pentingnya academic integrity, yakni kejujuran akademik dan menghindari segala bentuk kecurangan seperti cheating maupun plagiarisme.

Ia mencontohkan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Mahasiswa, lanjutnya, agar tidak mengalami krisis integritas dan mulai membangun idealisme sejak dini melalui kebiasaan disiplin dan taat aturan.

Di samping itu, Bambang mendorong mahasiswa agar tidak terburu-buru menyelesaikan studi tanpa menyiapkan kapasitas diri. “Jangan buru-buru tamat kalau belum punya kapasitas diri. Targetkan mimpinya apa, sehingga nanti keluar sesuai harapan,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, kemampuan bahasa menjadi tantangan sekaligus bekal penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui beasiswa ke luar negeri.

Diakhir pemaparan, Bambang menyampaikan sejumlah buku favorit yang menurutnya mampu meningkatkan semangat spiritual dan pengembangan diri, di antaranya 10 Sahabat Rasulullah, Sirah Nabawiyah, serta How to Win Friends and Influence People.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB