BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mendorong penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Lampung dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Langkah ini diperlukan karena masih banyak kasus TBC yang belum ditemukan meski tingkat keberhasilan pengobatan pasien di Lampung tergolong tinggi.
“Ini bukan tugas insan kesehatan saja, tetapi seluruh stakeholder, seluruh lapisan masyarakat. Saya ingin gerakannya seperti gerakan Pekan Imunisasi Nasional pada saat dulu,” ucap Wakil Gubernur Jihan Nurlela saat secara resmi meluncurkan website peduli TB Lampung dan Pengukuhan koalisi organisasi profesi indonesia tuberkolosis (Kopi TB) se-Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (04/09).
Peluncuran tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, rumah sakit, organisasi profesi, komunitas, dan NGO.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menilai Lampung memiliki kinerja pengobatan TBC yang baik. Ia menyebut keberhasilan pengobatan TBC di Lampung mencapai sekitar 92 persen dan termasuk yang tertinggi secara nasional.
“Kalau perkara ngobatin sudah pasti bagus. Keberhasilan pengobatan TBC juga bagus, Lampung 92 persen, bahkan nomor satu di Indonesia,” kata Wamenkes.
Namun, Wamenkes mengingatkan tingginya keberhasilan pengobatan belum cukup untuk menurunkan kasus apabila penemuan dan pencegahan belum diperkuat. Karena itu, Kementerian Kesehatan menyiapkan pemeriksaan menggunakan x-ray portable dan NPOC untuk memperkuat penemuan kasus secara aktif.[]
Penulis : Desty Efriyani
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung

















