Laporan: Anis
PARAH dan kejam, pemukulan dan penyiksaan alm Imam Masykur beredar cukup cepat di kalangan masyarakat terutama di Aceh.
Foto-foto korban, termasuk foto penyerahan mayat korban di RSPAD Jakarta Pusat, dan sejumlah video yang diduga saat korban mengalami penyiksaan pun ikut beredar.
Dalam vidio terungkap terduga pelaku meminta uang Rp50 juta ke Masykur sebelum korban dibunuh, dan hubungan dengan pencurian handphone.
Bahkan video penyiksaannya yang dilakukan didalam mobil beredar di media sosial. Terdengar suara korban meminta tolong ke keluarga agar segera mengirim uang, juga beredar cepat di grup WhatsApp masyarakat Aceh.
“Neu kirem peng siat 50 juta (tolong kirim uang 50 juta, bahasa Aceh,Red),” ucap Masykur melalui sambungan telepon dengan deru napas yang terengah-engah.
Lalu pria yang berkomunikasi dengan Imam Masykur itu mengatakan tidak ada uang, tapi akan berusaha untuk mencarinya.
“Neu kirem jino aju bueh, meuhan matee lon (kirim terus sekarang ya, kalau tidak mati saya, Bahasa Aceh, Red),” begitu suara yang terdengar di akhir percakapan.
Dalam video lain terlihat kondisi tubuh Imam Masykur yang berdarah-darah. Saat itu terdengar korban berulang kali mengatakan
“Dek, kirem peng 50 juta peugah bak mak beuh, abang ka ipoh nyoe (Dek, tolong bilang sama mamak suruh kirim uang 50 juta, abang sudah dipukul, Bahasa Aceh, Red),” ujarnya. ##









![Tangkapan layar yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini menunjukkan para pejuang Houthi memeriksa jet tempur Arab Saudi yang ditembak jatuh di Provinsi Marib, Yaman, pada 16 September 2026. Kelompok Houthi Yaman pada Rabu (16/9) mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur F-15 Arab Saudi di atas Provinsi Marib di Yaman timur laut, ketika konflik antara kedua pihak memasuki tahap baru operasi udara yang intensif dan serangan lintas perbatasan. [Xinhua]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Sadarlah-Tanah-Timur-Tengah-225x129.jpg)






