Tidak Hanya Ngopi, Pengunjung Lampung Fest Belajar Mengolah Limbah Kopi Jadi Produk Hijau

Rabu, 19 November 2025 | 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Fest 2025 tak hanya menyuguhkan aroma kopi hangat dari deretan barista lokal. Di Pavilion Kopi, Selasa (18/11/2025), pengunjung diajak melangkah lebih jauh, yaitu memahami bagaimana limbah kulit kopi dapat diolah menjadi biochar, produk hijau yang kini banyak dibicarakan dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Dalam talkshow bertema Pengelolaan Limbah Kopi (Biochar), dosen Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung, Sismita Sari, S.P., M.P., mengungkap potensi besar limbah kopi yang selama ini kurang dimanfaatkan.

“Ada banyak sekali limbah kulit kopi di Lampung. Walaupun sudah ada berbagai cara pengelolaan, tetap saja sebagian besar terbuang,” ujar Sismita.

“Biochar ini salah satu yang paling berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi sirkular,” tegasnya.

Biochar merupakan karbon berpori hasil proses pirolisis, pembakaran pada suhu tinggi dengan sedikit oksigen.

Struktur porinya membuat biochar memiliki kemampuan menahan air, menyerap racun, meningkatkan pH tanah, serta menjadi tempat hidup mikroorganisme yang penting bagi siklus hara.

Baca Juga:  Liga Arab Tolak Perubahan Peta Palestina

“Dia amandemen tanah yang fungsinya banyak. Biochar bisa meningkatkan kapasitas tukar kation, juga menciptakan tempat yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme yang tentunya membuat lingkungan tanaman menjadi sehat,” kata Sismita.

Lampung yang dikenal sebagai sentra kopi nasional masih menghadapi tantangan lahan marjinal dan tanah miskin nutrisi.

Biochar dengan kandungan karbon 60–90 persen dinilai dapat membantu memulihkan kondisi tersebut, sekaligus menjaga produktivitas perkebunan dalam jangka panjang.

Inovasi ini tidak berdiri sendiri. Di berbagai daerah penghasil kopi, biochar mulai dipromosikan sebagai strategi penyelamatan produktivitas kebun.

Para ahli menilai, adopsi biochar harus menjadi bagian dari kebijakan konservasi tanah agar industri kopi tetap bertahan di tengah perubahan iklim dan degradasi lahan.

“Kami mendukung program pemerintah menuju zero waste. Bahkan limbah kopi pun bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tegas Sismita.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung, Bobby Irawan, menilai kehadiran sesi edukasi seperti ini memperkaya penyelenggaraan festival.

Baca Juga:  Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Pocil Polda Lampung  

“Lampung Fest menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata, budaya, dan potensi ekonomi kreatif daerah,” terang Bobby.

Selain menghadirkan konser musik, atraksi budaya, pameran pembangunan, dan kuliner, Lampung Fest juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat.

“Edukasi tentang pengolahan limbah kopi menjadi biochar menunjukkan bahwa industri kopi punya masa depan yang berkelanjutan,” katanya.

Talkshow mengenai biochar ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi yang digelar panitia Lampung Fest 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Sehari sebelumnya, Senin (17/11), sesi pertama menghadirkan Dosen Budidaya Tanaman Perkebunan Polinela, Hafiz Luthfi, S.P., M.P., yang membahas budidaya kopi organik.

Rangkaian akan ditutup pada Jumat (21/11) melalui talkshow hilirisasi kopi bersama Dosen Pengelolaan Perkebunan Kopi Polinela, Ir. Maryanti, S.T.P., M.Si. (*)


Penulis : Desty


Editor : Rudi


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah
Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus
Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak
Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”
Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:27 WIB

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 September 2026 - 23:17 WIB

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 September 2026 - 21:22 WIB

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 September 2026 - 21:21 WIB

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 September 2026 - 18:36 WIB

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini memperlihatkan sebuah tank Ukraina yang hancur akibat serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:27 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:17 WIB


Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:22 WIB

Iran sangat siap Hadapi Perang, lawan Amerika sekalipun

Berita Utama

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:21 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:36 WIB