Terobosan Infinix, Akan Gunakan Sistem 180W Charge

Sabtu, 23 Juli 2022 | 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Vira

Infinix segera hadrikan sistem pengisian dengan kecepatan 180W bernama Thunder Charge, yang akan digunakan untuk smartphone seri flagship.

Teknologi ini akan datang ke pasar smartphone akhir tahun, lebih unggul dari sistem Ultra Fast Charge 160W ahun lalu.

Akan memulai debutnya pada ponsel andalan yang belum diberi nama. Tujuan dari pengisi daya 180W Infinix dapat mengisi baterai 4.500mAh dapat 50% hanya 4 menit.

Sebelumnya Infinix menerapkan teknologi fast charging pada Note 12 VIP, mengisi daya kecepatan maksimum, dan mode Normal, yang masih menjaga suhu tetap rendah.

Mengutip dari GSMArena, Infinix beri informasi detail tentang sistem Thunder Charge, yang akan menggunakan dua baterai 8C yang dihubungkan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus

Sehingga masing-masing hanya memiliki daya 90W. Dengan beberapa lapisan perlindungan dan peningkatan efisiensi untuk menjaga pembangkitan panas seminimal mungkin.

Kemudian, Infinix bekerja sama dengan produsen baterai terkemuka untuk membuat desain lug multi-elektroda, mengurangi resistansi internal baterai hingga lebih dari 50%.

Kedua baterai tersebut disuplai oleh tiga pompa pengisian daya dengan efisiensi konversi 99% diklaim yang tebaik digunakan oleh Infinix.

Sistem Thunder Charge memiliki 111 mekanisme keamanan perangkat lunak dan perangkat keras.

Mereka waspada terhadap hal-hal seperti suhu tinggi, peningkatan tegangan, interferensi elektromagnetik, dan akan menghentikan proses pengisian daya jika terjadi kesalahan.

Baca Juga:  Penembakan di Sekolah Terjadi di Manila, 2 Tewas

Ada 20 sensor suhu yang memantau port USB, chip pengisian daya, baterai, dan lokasi penting lainnya.

Sistem ini bertujuan untuk menjaga suhu ponsel di bawah 43°C untuk mengurangi penurunan daya baterai.

Thunder Charge akan menggunakan chip enkripsi khusus untuk memverifikasi keaslian kabel.
Teknologi pengisian daya Infinix juga dapat digunakan untuk mengisi daya gadget lain namun, daya dibatasi hingga 60W atau 100W.

Thunder Charge sudah terima sertifikasi Sistem Pengisian Cepat Aman TÜV Rheinland. ##

sumber: selular.id

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Xi : Sungai Nil Ibu Peradaban Mesir
Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia
Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump
Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario
Studi Iklim: Tambah Sebulan Paparan Panas, Ancam 560 Juta Anak
Iran Sebut Suplai Minyak ke Pelanggan Aman-aman Saja
Gunakan Satelit dan Drone, Hampir 100 Warga Tiongkok Hilang di Nepal

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Xi : Sungai Nil Ibu Peradaban Mesir

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario

Berita Terbaru

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri sebuah upacara penyambutan meriah sebelum pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi di luar Istana Qubba di Kairo, Mesir (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Xi : Sungai Nil Ibu Peradaban Mesir

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:00 WIB

Huawei Seri Baru

#indonesiaswasembada

Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:58 WIB

Gubuernur Mirza Sandang Predika Terpuji [PL]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:52 WIB

Gedung Putih

#indonesiaswasembada

Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:45 WIB

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2026 ini menunjukkan Danau Ontario yang membeku di Toronto, Kanada. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:13 WIB