Teguh dan Hendry Saksikan Peluncuran Buku Kakek Prabowo di Bentara Budaya Kompas

Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Dua tokoh pers nasional, Teguh Santosa dan Hendry Ch. Bangun, bertemu dalam suasana hangat dan penuh keakraban seusai peluncuran buku “Margono Djojohadikusomo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 46” di Bentara Budaya Kompas, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Margoni Djojohadikusumo adalah kakek Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam membesarkan dan mengembalikan marwah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesi wartawan yang independen dan bermartabat.

Teguh Santosa yang menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI pada periode 2013–2018 mengapresiasi kontribusi Hendry Ch. Bangun terhadap organisasi PWI dan dunia pers nasional, khususnya melalui peran Hendry di Dewan Pers sebagai anggota pada periode 2016–2019 dan Wakil Ketua pada periode 2019–2022.

Baca Juga:  Polres Way Kanan Amankan 2 Orang Terduga Penyalahgunaan Narkoba

“Pak Hendry adalah sosok yang konsisten menjaga etika dan profesionalisme pers. Kiprah beliau memberikan fondasi penting bagi kehidupan pers yang sehat,” ujar Teguh.

Sementara itu, Hendry Ch. Bangun menyampaikan penghargaan atas kiprah Teguh Santosa dalam memperjuangkan kesejahteraan wartawan, antara lain melalui Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang dipimpinnya. Ia menilai JMSI di bawah kepemimpinan Teguh mampu menjadi bagian dari ekosistem pers yang profesional, sekaligus turut mendukung program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Teguh Santosa: Di Vladivostok Prabowo Sampaikan Cara Pandang Baru yang Berani

“Perusahaan media harus dikelola secara profesional agar wartawan bisa bekerja secara sejahtera dan independen. Saya melihat Teguh membawa semangat itu dalam kiprahnya,” ujar Hendry.

Teguh dan Hendry telah lama saling mengenal, terutama sejak keduanya berada dalam jajaran kepengurusan PWI. Keduanya menyatakan akan terus menjalin komunikasi intensif guna menemukan formula terbaik bagi penguatan organisasi PWI ke depan.

“Kami percaya bahwa PWI harus kembali menjadi rumah besar bagi wartawan Indonesia. Kami akan terus berdiskusi untuk merumuskan langkah terbaik,” kata Teguh.


Penulis : Hery Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB