Sebabkan Banjir, Kementerian ATR/BPN Tidak Rigid dalam Perencanaan Pembangunan di Bekasi

Senin, 31 Maret 2025 | 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PARLEMENTARIA, Bekasi – Anggota Komisi II DPR RI Aziz Subekti mengatakan bahwa terdapat analisa yang salah dalam konsep perencanaan dan pembangunan pemukiman di Kabupaten Bekasi sehingga menyebabkan banjir yang serius.

 

“Kebanyakan banjir itu di kawasan pemukiman yang baru bukan kawasan penduduk. Berarti ini ada analisa yang salah dalam perencanaan dari kementerian terkait,”  katanya saat diwawancarai Parlementaria di Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025).

Baca Juga:  Wakil Gubernur Banten Ajak Wartawan Perkuat Kolaborasi dan Lawan Hoaks

 

Menurutnya, penyebab banjir itu terjadi karena kurangnya perencanaan yang rigid dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan kurang memperhatikan ekologi.

 

“Hal itu diperlukan agar ke depannya daerah ini tidak sembarangan dalam perencanaan dan pembangunan, serta tidak mengikuti kepentingan kapital,” tambah Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

 

Seharusnya, ia melanjutkan, membangun itu mengikuti kepentingan kawasan pemukiman yang terintegritas dan bisa sustainable, agar tercipta pembangunan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Gubernur Mirza: Pejabat Administrator sebagai Arsitek Kebijakan yang Kreatif dan Inovatif

 

“Nah terkait pembangunan di daerah itu harus ada masukan dari masyarakat, dari ahli, teknokrat, birokrat dan lainnya semua harus bersama-sama, yang utamanya adalah kepentingan kawasan untuk berkelanjutan bukan untuk kepentingan pemodal,” pungkasnya


Penulis : Heri S


Editor : Hadi


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

HAJI 2026: Dugaan Pungli Tawaf di Makkah Terus Mencuat
“Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi”
HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda
HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf
JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media
Penerapan Delay System Mudik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakter Diusulkan Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti
Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025
Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:12 WIB

HAJI 2026: Dugaan Pungli Tawaf di Makkah Terus Mencuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:57 WIB

“Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi”

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:20 WIB

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:51 WIB

HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Berita Terbaru

tawaf

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: Dugaan Pungli Tawaf di Makkah Terus Mencuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:12 WIB

TPPO

#indonesiaswasembada

“Kita Punya Polisi, TNI, Imigrasi, Kok TPPO Masih Terjadi”

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kerja Panitia Haji Harus Lebih BaiK

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:20 WIB

Arafah

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:51 WIB

#indonesiaswasembada

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB