Mimpi Tulangbawang Era Qudrotul….

Rabu, 1 Juli 2026 | 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan: Mustakim*)

MESKI tertatih-tatih dengan kondisi APBD dengan dana transper daerah DAU dan DAK terpotong, Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan masih punya mimpi, mengembalikan kejayaan Tulangbawang!.

Menurut riset sederhana yang dilakukan, Kejayaan wilayah Tulang Bawang terbagi menjadi dua era utama: masa Kerajaan Tulang Bawang (abad ke-4 hingga ke-7) dan masa kegemilangan Kota Menggala sebagai pusat perdagangan.

Daerah ini memiliki catatan sejarah panjang sebagai pusat ekonomi, jalur pelayaran strategis, dan permukiman tertua di Provinsi Lampung.

Abad ke-19 hingga Awal Abad ke-20

Pusat Perdagangan Emas dan Lada: Sebelum menjadi wilayah otonom tingkat II, Kota Menggala pernah menjadi pusat pelabuhan dan perdagangan paling sibuk di Lampung.

Baca Juga:  DR Faisal Mahrawa Lantik JMSI Riau Periode 2025-2030

Bukti Sejarah: Jejak kejayaan ini diabadikan di kawasan Tanggo Rajo(Tangga Raja), tempat singgah para pembesar zaman dahulu.

Memudarnya Kejayaan Tulangbawang dimulai sejak dibukanya jalur kereta api Tanjung Karang – Palembang pada tahun 1920 yang menggeser urat nadi transportasi dari sungai ke darat-tepatnya moda tranportasi kereta api.

Bisa dibayangkan, ratusan ton batubara dan hasil kekayaan lainnya beralih dari sungai ke darat setiap harinya. Jika dihitung dalam hari dan bulan, triliunan nilainya.

Masa itu kini menjadi kenangan. Namun  semu itu bukan mimpi buruk bagi masyarakat Tulangbawang. Era kepemimpinan Qudrotul; kini, tengah menyiapkan daerah ekonomi khusus dan Kawasan industri plus dermaga, milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang.

Baca Juga:  Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga Pesisir Barat Sambut Kedatangan Presiden Prabowo

Qudrotul menyebutnya kawasan industri terintegrasi berskala besar berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy), yang dipusatkan di Kecamatan Rawajitu Timur, Dente Teladas, Rawa Pitu, dan Rawajitu Selatan. Wilayah ini ditargetkan menjadi pilar ketahanan pangan nasional dengan hilirisasi perikanan, pertanian, dan peternakan.

Tulangbawang dan beberapa kota kabupaten lain hanyalah tempat bercocok tanam. Tapi, pihak lain yang menikmati kekayaan dan hasilnya. Dan itu, yang terjadi !.

*)Ketua JMSI Tulangbawang


Penulis : Mustakim


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Tulangbawang JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim, Perkuat Birokrasi Profesional Pemprov Lampung
Eliminasi Malaria Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Terpadu
Wagub Jihan Nurlela Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman
Kunjungi Bupati Tuba, JMSI Ingatkan Program Kerakyatan dan Regulasi Kerja Sama Media
Disdik Tulangbawang-JMSI Lampung Gagas Literasi Digital
Bupati Tulangbawang Bertemu JMSI Lampung, Siap Berkolaborasi
Dandim Berikan Surprise ke Polres Way Kanan Di Hari Bhayangkara Ke- 80
Puncak Perayaan Hari Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polres Mesuji Laksanakan Upacara

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:53 WIB

Mimpi Tulangbawang Era Qudrotul….

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:11 WIB

Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim, Perkuat Birokrasi Profesional Pemprov Lampung

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:07 WIB

Eliminasi Malaria Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Terpadu

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:04 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:27 WIB

Kunjungi Bupati Tuba, JMSI Ingatkan Program Kerakyatan dan Regulasi Kerja Sama Media

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Mimpi Tulangbawang Era Qudrotul….

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:53 WIB

#indonesiaswasembada

Eliminasi Malaria Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Terpadu

Rabu, 1 Jul 2026 - 21:07 WIB