Santri Dalam Jihad Intelektual dan Politik

Jumat, 6 Oktober 2023 | 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Prof. H. Wan Jamaluddin Z, Ph.D, Rektor UIN Raden Intan Lampung

Setiap tahun Kementerian Agama memperingati dan merayakan hari santri nasional untuk mengenang, meneladani dan kemudian melanjutkan perjuangan para kiai dan santri masa lalu dalam perjuangan melawan penjajahan dan kebodohan. Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan penjajah, hingga memuncak pada perlawanan 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Pada tahun 2023, serangkaian peringatan hari santri ditandai dengan peluncuran tema dan logo Hari Santri di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kemenag RI, Jakarta, Jumat (06/10/2023). Pada peraingatan tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Jihad Santri, Jayakan Negeri’. Tema ini sangat aktual dan relevan dengan kondisi sosial keagamaan yang saat ini terjadi di masyarakat Indonesia bahwa santri harus terus berjihad dan berkontribusi untuk membangun negeri.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan definisi santri menurut KH Musthofa Bisri (Gus Mus). Menurut Gus Mus, Santri adalah murid kiai yang dididik dengan penuh kasih sayang, untuk menjadi mukmin yang kuat. Santri juga kelompok yang mencintai negaranya, sekaligus menghormati orang tuanya baik saat masih hidup maupun keduanya telah tiada. Santri juga adalah mereka yang menyayangi sesama hamba Allah, mencintai ilmu dan tidak pernah berhenti belajar.

Baca Juga:  Tingkatkan Kebugaran dan Edukasi Pengendalian Asma, KKN 94 UIN RIL Gelar Senam Asma Bersama RS Bumi Waras

Sebagai seorang santri sekaligus orang yang mengabdi di lingkungan Kementerian Agama, tema hari santri sekaligus gagasan yang disampaikan oleh Gus Menteri sangat actual dengan kondisi hari ini bahwa santri harus terlibat aktif dalam program-program perbaikan bangsa dan perbaikan akhlak. Santri harus memiliki intelektual dan intelektual tersebut tidak mandek, melainkan tetap disebarkan ke seluruh penjuru negeri. Santri yang moderat dan cinta terhadap tanah air menganggap bahwa agama sebagai anugerah dan sekaligus wasilah untuk mendapatkan ridho Ilahi.

Tema Jihad Santri Jayakan Negeri yang dipilih Kementerian Agama dibawah arahan Gus Menteri dapat dimaknai secara historis dan kontekstual. Secara historis, tema ini ingin mengingatkan bahwa para santri memiliki andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Secara kontekstual, “Jihad Santri Jayakan Negeri” menegaskan bahwa santri terus berkontribusi aktif dalam memajukan negeri. Makna jihad secara kontekstual tidak selalu identik dengan berperang angkat senjata. Jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital. Termasuk melawan terorisme dan radikalisme.

Maka dari itu, santri masa kini harus terus jihad intelektual bukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan, mereka memperdalam ilmu dan menyebarkan cahaya. Mereka juga ikut mengisi ruang-ruang digital untuk penguatan literasi keagamaan yang moderat berdasarkan prinsip Islam rahmatan lil alamin.

Selain jihad intelektual, santri juga harus terlibat dalam jihad politik. Meskipun tidak semuanya harus politik praktis, melainkan politik kebangsaan nan substantif. Tidak semua santri harus tergabung dalam satu partai, melainkan boleh menyebar di banyak partai, tentunya yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam rangka memberikan warna dan memberi kemaslahatan secara luas. Mari Songsong Hari Santri 2023, ‘Jihad Santri, Jayakan Negeri’!

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kasus Arinal; Jaksa Sebut Negara Rugi Rp 268,76 miliar
12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis, Pemprov Tekankan Manfaat untuk Masyarakat
AS Sanksi 27 Maskapai Iran, Malaysia pun Ikut Terseret
PM Kanada Serukan Siap Hadapi Perang Dagang AS
AS Klaim Tenggelamkan 5 Kapal Tanker Minyak Iran
Arogansi Trump Berlanjut, Produk Kanada Dihapus dari Daftar Kontrak AS
Pencarian Wartawan Hilang di sekitar GAK Diperluas
Dukung Penataan Anak Usaha BUMN, HKA dan TBKA Tandatangani Perjanjian Penggabungan Bersyarat

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:45 WIB

Kasus Arinal; Jaksa Sebut Negara Rugi Rp 268,76 miliar

Rabu, 9 September 2026 - 20:08 WIB

12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis, Pemprov Tekankan Manfaat untuk Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 19:46 WIB

AS Sanksi 27 Maskapai Iran, Malaysia pun Ikut Terseret

Rabu, 9 September 2026 - 19:30 WIB

PM Kanada Serukan Siap Hadapi Perang Dagang AS

Rabu, 9 September 2026 - 19:12 WIB

AS Klaim Tenggelamkan 5 Kapal Tanker Minyak Iran

Berita Terbaru

Infografis Kasus Arinal Djunaidi

#indonesiaswasembada

Kasus Arinal; Jaksa Sebut Negara Rugi Rp 268,76 miliar

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:45 WIB

Ditengah setiap langkahnya kain tak jelas, Trump lempar pernyataan 'Perang Dengan Iran ' adalah perkara kecil. [XInhua]

#indonesiaswasembada

AS Sanksi 27 Maskapai Iran, Malaysia pun Ikut Terseret

Rabu, 9 Sep 2026 - 19:46 WIB

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2026 ini menunjukkan Danau Ontario yang membeku di Toronto, Kanada. Direbutkan antara As-Kanada (Xinhua)

#indonesiaswasembada

PM Kanada Serukan Siap Hadapi Perang Dagang AS

Rabu, 9 Sep 2026 - 19:30 WIB

AS Serang Iran, Iran Lakukan Serangan Balasan

#indonesiaswasembada

AS Klaim Tenggelamkan 5 Kapal Tanker Minyak Iran

Rabu, 9 Sep 2026 - 19:12 WIB