Sambut APEC 2026, Besok Forum Media Asia Pasifik Dibuka

Jumat, 4 September 2026 | 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Media ASia Pasifik di TIongkok China, Sambut APEC 2026 [xinhua]

Forum Media ASia Pasifik di TIongkok China, Sambut APEC 2026 [xinhua]

SHENZHEN-Forum Media Asia-Pasifik akan dibuka pada Sabtu (5/9) di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, dalam rangka menyambut “Tahun Tiongkok” Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026. Menjelang forum tersebut, sejumlah wartawan senior Indonesia bersama rekan-rekannya dari ekonomi lain yang juga anggota APEC mengikuti kunjungan dan beberapa subforum di Shenzhen dan kota-kota di sekitarnya.

Dalam wawancara dengan Xinhua-lintaslampung.com, Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, mengungkapkan bahwa dirinya memilih “konektivitas” sebagai kata kunci untuk kerja sama APEC tahun ini.

“Konektivitas di sini berarti terhubungnya infrastruktur yang menjadi fondasi pembangunan, dan juga konektivitas rantai industri serta rantai pasokan dari mitra-mitra, yang akan menghasilkan manfaat bersama yang signifikan,” kata Virgandhi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau di Tiongkok selatan, yang menaungi Shenzhen, menjadi salah satu teladan di Tiongkok dalam upayanya untuk mengembangkan rantai industri dan rantai pasokan via kerja sama dengan mitra-mitra di Indonesia, dan dipuji sebagai contoh nyata keberhasilan yang memperkokoh landasan industri bersama untuk komunitas Asia-Pasifik dengan masa depan bersama.

Banyak merek otomotif energi baru yang sering ditemui di Indonesia justru berasal dari Guangdong, di antaranya Xpeng, BYD, GAC, dan sebagainya. Berbeda dengan model masa lalu yang hanya mengekspor kendaraan utuh ke luar negeri, merek-merek tersebut kini semakin banyak mendirikan rantai industrinya di Indonesia, mulai dari membangun pabrik hingga membawa lebih banyak pemasok suku cadang dan perusahaan pendukung ke Indonesia. Perwujudan tersebut disertai kehadiran teknologi, ekologi industri, dan standar industri, di samping upaya perusahaan Tiongkok untuk melatih dan membina talenta lokal, yang menuai pujian dari masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Lampung Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi

Selain produk-produk konsumsi, hasil kerja sama industri Tiongkok-Indonesia juga terlihat dari sisi kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah Mindray, raksasa teknologi kesehatan yang berbasis di Shenzhen. Alih-alih mengekspor produk canggihnya ke pasar luar negeri, Mindray memilih untuk mendirikan 5 basis produksi lokal di Indonesia, di mana sekitar 90 persen karyawannya adalah warga Indonesia. Perusahaan ini juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit di Indonesia demi menerapkan teknologi penyelamat nyawa ke dalam praktik.

Pembangunan rantai industri juga tak terlepas dari pembinaan talenta terampil. Sejumlah perguruan tinggi Tiongkok juga menjalankan program kerja sama dengan perguruan tinggi dan perusahaan di Indonesia serta membuka program studi baru untuk melatih tenaga terampil lokal. Model “kampus plus perusahaan” yang diusung kerja sama Tiongkok-Indonesia ini memberi peluang praktik kepada para mahasiswa dan juga membantu mendorong kapasitas industri untuk perusahaan-perusahaan yang terlibat.

Baca Juga:  Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Dalam wawancara dengan Xinhua-lintaslampung.com, CEO Tribun Network Dahlan Dahi menyoroti pembangunan Pelabuhan Yantian di Shenzhen, khususnya perluasan rute kargo dari pelabuhan tersebut ke Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan di Surabaya serta banyak daerah lainnya di Indonesia.

“Saya merasa infrastruktur dan logistik terus memainkan peran penting dalam pembangunan regional, bukan hanya di sisi perdagangan. Pengembangan proyek-proyek sering kali membutuhkan pengangkutan bahan-bahan dan alat berat dalam jumlah yang sangat besar, sehingga diperlukan pengiriman yang tangguh dan efisien,” kata Dahlan.

Sembari meninjau keberhasilan kerja sama Tiongkok-Indonesia, Dahlan menilai bahwa berbagai kerangka kerja sama kedua negara dapat menjadi teladan bagi kerja sama di lingkup APEC yang lebih luas, yang “tentu saja akan memberi nilai tambah tinggi dan manfaat nyata.” []


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina
Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman
Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif
Renovasi Kantor Imigrasi Kotabumi Senilai Rp6,7 Miliar, Struktur Pondasi Hingga Puing Bangunan Tuai Sorotan!
Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau
Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar
SDN Nayu Barat 1 di Surakarta Kampanyekan Stop Karhutla
Fitria Khasanah Bawa ‘Garuda Shield’ Kompetisi di Kartika Cyber Hackathon 2026

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Dua Tahun Prabowo, Andre Rosiade Minta Kritik Pemerintah Dilihat Secara Objektif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Renovasi Kantor Imigrasi Kotabumi Senilai Rp6,7 Miliar, Struktur Pondasi Hingga Puing Bangunan Tuai Sorotan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah tank Ukraina yang hancur pasca serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Siap Berunding dengan AS dan Ukraina

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:14 WIB


Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Arab-Islam di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Mesir Siap Bela Arab Saudi, Bukan Serang Yaman

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:07 WIB