JAKARTA-Pemerintah Indonesia menggandeng mitra asal Kota Zhanjiang, Provinsi Guangdong, China, untuk mengembangkan kawasan industri modern di Kabupaten Bangkalan, Madura, yang diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan baru di Provinsi Jawa Timur.
Kerja sama ini direalisasikan melalui penandatanganan Kesepakatan Kerangka Kerja Sama Strategis antara Kawasan Industri Wiraraja Madura dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Republik Indonesia (RI) di Jakarta pada Rabu (5/8).
Selain itu, dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta kesepakatan mengenai keanggotaan Wiraraja Madura Industrial Estate dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian RI Haryo Limanseto mengatakan pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jawa Timur.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan China, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Sejumlah klaster industri asal China yang akan dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura meliputi industri cokelat, matras, tekstil, hingga benang, serta berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya.
Kemenko Perekonomian menyebut kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, yang tercermin dari nilai perdagangan dan investasi yang terus meningkat. Pada 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,46 miliar yuan (1 yuan = Rp2.658), meningkat 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, hingga saat ini terdapat delapan perusahaan asal Zhanjiang yang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek, dengan total nilai investasi mencapai 370 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.937). Sementara itu, terdapat enam perusahaan Indonesia yang juga telah menanamkan modal di Zhanjiang.[]
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















