Rektor UIN RIL Dukung Program PRIMA Magang PTKI Karena Hubungkan Lulusan-Dunia Industri

Sabtu, 21 Juni 2025 | 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin, Ph.D menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program PRIMA Magang PTKI (Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics) yang resmi diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Program ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sebagai jawaban atas kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja. PRIMA Magang hadir untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan daya saing lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), sekaligus menjadi pilar transformasi pendidikan tinggi keagamaan menuju Indonesia Emas 2045.

Peluncuran PRIMA digelar pada Jumat, (20/06/2025), di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag RI, Menteng, Jakarta Pusat yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para pimpinan PTKI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rektor menyatakan bahwa UIN RIL siap mendukung penuh implementasi Program PRIMA sebagai bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

“UIN RIL menyambut PRIMA sebagai langkah penting dalam menghubungkan kampus dengan dunia industri. Kami siap memperluas jejaring kerja sama dan menyediakan ruang magang yang relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa,” ujarnya.

Baca Juga:  Penangkapan Maduro, Geopolitik, dan Risiko Minyak Global

Rektor menambahkan, UIN RIL memiliki wadah melalui Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan yang akan mendukung pelaksanaan program ini.
Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa PRIMA Magang merupakan bagian dari upaya sistemik Kemenag untuk menyongsong ASTA CITA dan ASTA PROTAS, dua kerangka arah pembangunan nasional dan prioritas Kemenag 2025–2029.

“PRIMA bukan hanya soal magang, tapi juga ruang transformasi. Kita ingin lulusan PTKI tidak sekadar mencari kerja, tapi menjadi pencipta nilai dan agen perubahan,” tegas Menteri Agama.

Ia menyampaikan, transformasi pendidikan tinggi keagamaan tidak bisa lagi bersifat pasif atau administratif. Pendidikan tinggi harus menjadi motor kemajuan bangsa dengan lulusan yang religius, cerdas, tangguh, dan profesional. Program PRIMA Magang PTKI merupakan langkah menuju tujuan tersebut — dari ruang kuliah ke lapangan pengabdian, dari teori ke praktik nyata.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, juga menegaskan bahwa PRIMA adalah jembatan antara kampus dan industri.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya lulus dengan ijazah, tapi tanpa bekal keterampilan nyata dan mentalitas kerja,” ujar Amien.

Program PRIMA dirancang dalam tiga tahap strategis. Pertama, tahap Pre-Internship & Bootcamp yang memberikan pelatihan tentang etos kerja, literasi digital, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia bisnis, dan pemetaan potensi diri melalui psikotes.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Raih Kualifikasi Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Tahap kedua adalah pelaksanaan magang langsung di mitra industri, baik yang bersifat umum maupun berbasis proyek, dengan durasi antara 2 hingga 10 bulan. Tahap ketiga adalah mentorship & monitoring yang melibatkan kolaborasi antara praktisi industri dan dosen, serta proses evaluasi berbasis sistem digital secara transparan dan real-time.

Hingga pertengahan Juni 2025, program PRIMA telah membangun ekosistem yang cukup luas. Tercatat lebih dari 70 perusahaan telah bergabung sebagai mitra industri, membuka 1.615 posisi magang yang tersebar di 26 provinsi dan 328 kabupaten/kota.

Sementara itu, lebih dari 160 PTKI telah terdaftar sebagai peserta dan lebih dari 350 mahasiswa aktif mendaftarkan diri melalui platform digital PRIMA. Target program ini cukup ambisius. Pada tahun 2029 mendatang, Kemenag menargetkan keterlibatan 15.000 mahasiswa, 300 mitra industri, dan 600 PTKI dalam Program PRIMA.

UIN Raden Intan Lampung menegaskan komitmennya untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di dunia kerja.


Penulis : Yulizar


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Terungkap! Ini Penyebab Utama 24 Proyek Infrastruktur di Lampung Utara Belum Jalan
‎JMSI Lampung dan La Nadiya Villa Pahawang Jalin Kerja Sama Vokasi dan Entrepreneurship
MUSDA I JMSI Maluku Utara Resmi Digelar, Yusri Abubakar Terpilih Sebagai Ketua
Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Bank Lampung Lakukan Penguatan di Sektor Riil dan Kredit Pedesaan
Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan
Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian
Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas
Suherman Jabat Dishub Way Kanan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:03 WIB

Terungkap! Ini Penyebab Utama 24 Proyek Infrastruktur di Lampung Utara Belum Jalan

Senin, 12 Januari 2026 - 20:51 WIB

‎JMSI Lampung dan La Nadiya Villa Pahawang Jalin Kerja Sama Vokasi dan Entrepreneurship

Senin, 12 Januari 2026 - 20:37 WIB

MUSDA I JMSI Maluku Utara Resmi Digelar, Yusri Abubakar Terpilih Sebagai Ketua

Senin, 12 Januari 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Bank Lampung Lakukan Penguatan di Sektor Riil dan Kredit Pedesaan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:49 WIB

Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan

Senin, 12 Jan 2026 - 16:49 WIB