Sejumlah perwakilan warga kemudian diminta untuk menyampaikan aspirasinya. Seorang ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) bernama Dessi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari DPR yang memfasilitasi pemberian bibit bagi masyarakat.
“Mandat bantuan sudah kami rasakan, kami sudah memanfaatkan lahan halaman untuk menanam sayuran. Produk sudah dipasarkan tapi kurang sarana transportasi. Kami mohon bantuan agar bisa masuk pasar modern,” ungkapnya.
Sementara itu warga bernama Hadiguna mengatakan, ubi cilembu yang merupakan ikon daerah Haurngombong menjadi ubi unggulan dan sudah masuk passr global. Bahkan kebutuhannya mencapai 50 ton dalam sehari.
“Tapi produksi 50 ton karena kekurangan lahan. Kalau ada HGU (hak guna usaha) lahan, kami minta memanfaatkannya,” tutur Ketua Asosiasi Ubi Petani Cilembu tersebut.
Kemudian petani sapi perah bernama Juju Suwanta menyampaikan keluh kesahnya karena produksi yang terus menurun.
“Karena bibit sapi unggul sudah tidak ada lagi. Mohon ada bibit unggul sapi perah,” harap Juju yang berbicara dengan Puan menggunakan Bahasa Sunda.
Lalu ada juga warga yang meminta dukungan fasilitas akses jalan baru untuk memudahkan distribusi hasil pertanian dari wilayah mereka menuju ke Lembang, Bandung Barat. Warga pun berharap agar infrastruktur jalan antar desa diperbaiki untuk memperlancar transportasi.
1 2 3 Selanjutnya
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















