Polda Lampung Benarkan Ada ‘Crash’ Di SGC

Rabu, 8 November 2023 | 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis
BANDARLAMPUNG-Polda Lampung membenarkan adanya crash alias tumburan antara warga dan perusahaan di lahan PT Sugar Group Company (SGC) tepatnya di area PT Sweet Indo Lampung (SIL) anak perusahaan SGC.

Kebenaran ini disampaikan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Astutik kepada lintaslampung, Rabu (8/11).

“Betul Pak, terjadi peristiwa perseteruan antara PT Sil dan kelompok Zaidi. Saat ini situasi di Tuba sdh kondusif.  Kapolres telah menangani peristiwa tersebut,” ujar singkat Umi via pesan WA.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan warga diserang oleh ratusan pekerja PT Sugar Group Company (PT.SGC) yang berada di Wilayah Tulang Bawang. Tepatnya di Kilometer 26 Kampung Bakung Ilir. Akibatnya warga mengalami luka luka , Rabu (8/11).

Penyerangan terjadi ketika sejumlah warga sedang menduduki lahan yang berada di wilayah PT Sugar. Warga bernama Zaidi yang mengalami penyerangan mengaku dari 12 orang warga Bakung Ilir yang di serang tersebut mengakibatkan 3 warga luka serius dan 1 sobek bagian hidung termasuk dirinya.

Saya bersama warga yang lain menduduki lahan tersebut sudah 29 hari untuk bercocok tanam, lahan itu milik kami, saya sendiri punya hak sejak 2003, tapi tiba-tiba hari ini ratusan Satpam dengan Pam swakarsa dengan Kopasus buang tembakan, membubarkan rumah saya dari indo Lampung PT SGC ngeroyok Dirinya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan sudah pernah meminta untuk memediasi persoalan lahan tersebut, tapi ternyata bukan mediasi malah penganiayaan yang mereka terima.

Baca Juga:  Reuni 5 Tahun KAMI, Prabowo Perlu Diberi Kesempatan

“Perusahaan pernah minta dengan Polres untuk bisa di mediasi, tapi bukan mediasi yang kami terima malah penganiayaan yang kami terima,”tambahnya

Kembali Zaidi menambahkan bahwa ia dan warga yang menerima perlakuan tersebut akan segera melaporkan ke Polda Lampung guna menempuh jalur hukum.

“Mau ke Kapolda hari ini saya mau ngadu ke Kapolda, saya di keroyok sampek satpam ribuan satpam ini dengan kopasus segala macam buang tembak 3 kali itu, bunuh, bunuh, bunuh kata pak Jinggo itu,”tutup Zaidi . kami dan saya dengar bunuh-bunuh-bunuh mereka ingin bunuh kami “, ungkap Zaidi.

Zaidi juga menjelaskan bahwa dirinya kerumah sakit umum Daerah Menggala RSUDM untuk melakukan Visum bersama warga seperti dilansir radar24, jaringan media JMSI Lampung.

“Hari ini kami visum, orang empat yang visum (4) anak saya sudah patah ini belah hidungnya ngeluarkan darah, saya dipukul kepala saya ini sampai benjol,”jelas Zaidi.

Zaidi dan 3 warga lainya mengungkapkan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia bapak Ir. H. Joko Widodo dan Kapolri agar dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi pada mereka.

“Tolong dulu dengan Pak Jokowi, mohon minta bantu dengan bapak Kapolri, saya ini kehilangan hak dari 2003 di ambil oleh perusahan sampai sekarang tanah saya masih di anggap sengketa,”pinta Zaidi.

Baca Juga:  TP. PKK Provinsi Lampung Edukasi Ketahanan Keluarga Hadapi Bencana Sosial

Dari salah satu warga juga menjelaskan bahwa sebelum terjadi penganiayaan, PT SGC pernah melaporkan masyarakat adat ke Polres Tulangbawang dengan laporan penyerobotan lahan, namun setelah melihat bukti-bukti yang sumbernya dari masyarakat atau warga sekitar itu tidak di temukan penyerobotan bahkan sebaliknya.

Jadi sebelum terjadi penganiayaan hari ini, PT SGC pernah melaporkan masyarakat adat ke polres tulang bawang, namun karna Masyarakat adat memiliki bukti-bukti secara administrasi yang lengkap ternyata bukan masyarakat yang menyerobot melainkan perusahaan yang menyerobot,” urainya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan sudah pernah meminta untuk memediasi persoalan lahan tersebut, tapi ternyata bukan mediasi malah penganiayaan yang mereka terima.

“Perusahaan pernah minta dengan polres untuk bisa di mediasi, tapi bukan mediasi yang kami terima malah penganiayaan yang kami terima,”tambahnya

Kembali Zaidi menambahkan bahwa ia dan warga yang menerima perlakuan tersebut akan segera melaporkan ke Polda Lampung guna menempuh jalur hukum

“Mau ke Kapolda hari ini saya mau ngadu ke Kapolda, saya di keroyok satpam ribuan satpam ini dengan Kopasus segala macam buang tembakan 3 kali itu, bunuh, bunuh, bunuh kata pak Jinggo itu,”tutup Zaidi .##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Muswil MES Bali Resmi Dibuka, Teguh Santosa Tegaskan Pentingnya Ekonomi Syariah
BEM Unila Desak Prabowo Pecat Menteri Problematik dan Copot Kapolri!
Gedung DPRD Makassar Terbakar Usai Aksi Massa, Ketua JMSI Lampung: “Dengarkan Suara Rakyat dengan Hati
Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Ajak Masyarakat Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah Anak
Pemprov dan DPRD Provinsi Lampung Sepakati Raperda APBD 2026
Wagub Pimpin Ziarah ke Makam Tokoh Pramuka Lampung
PKK Provinsi Lampung Pimpin Panen di Agropark
Lampung Jadi Proyek Percontohan Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:35 WIB

Muswil MES Bali Resmi Dibuka, Teguh Santosa Tegaskan Pentingnya Ekonomi Syariah

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 16:18 WIB

BEM Unila Desak Prabowo Pecat Menteri Problematik dan Copot Kapolri!

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:08 WIB

Gedung DPRD Makassar Terbakar Usai Aksi Massa, Ketua JMSI Lampung: “Dengarkan Suara Rakyat dengan Hati

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 11:48 WIB

Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Ajak Masyarakat Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah Anak

Jumat, 29 Agustus 2025 - 23:23 WIB

Pemprov dan DPRD Provinsi Lampung Sepakati Raperda APBD 2026

Berita Terbaru

#CovidSelesai

Pemprov dan DPRD Provinsi Lampung Sepakati Raperda APBD 2026

Jumat, 29 Agu 2025 - 23:23 WIB