Pj Gubernur Lampung Apresiasi Upaya BKKBN dalam Penurunan Angka Stunting di Provinsi Lampung

Kamis, 21 November 2024 | 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin, menerima audiensi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (20/11/2024).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Nurizky Permanajati, menyampaikan bahwa saat ini BKKBN bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Kepala BKKBN Provinsi Lampung melaporkan perkembangan penilaian angka Stunting di Provinsi Lampung berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indoensia (SSGI), persentase Stunting di Provinsi Lampung menurun dari 15,2% pada tahun 2022 menjadi 14,9% di tahun 2023. Capaian ini menjadikan Provinsi Lampung berada di 4 besar Provinsi dengan angka stunting terendah dibawah Provinsi Bali, Jambi dan Riau.

Baca Juga:  Lampung Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Kepala BKKBN Provinsi Lampung juga mengatakan dalam hal mendukung penguatan koordinasi program, telah dibentuk Tim Percepatan Stunting, Satuan Tugas Stunting dan Tim Pendamping Keluarga.

Di tahun 2025 mendatang, BKKBN Provinsi Lampung akan melakukan fokus program-program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga diantaranya yakni Taman Asuh Anak dan Gerakan Ayah Siaga.

Pj. Gubernur Lampung menyampaikan ucapan terimakasih kepada BKKBN Provinsi Lampung atas capaian yang diraih dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang ada di Provinsi Lampung.

“Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran nya dan telah menyampaikan beberapa urgensi yang ada di Provinsi Lampung berupa progres, kegiatan dan evaluasi yang akan dilakukan kedepannya,” ujar Pj. Gubernur.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026

Pj. Gubernur juga menyampaikan harapannya agar di bulan November 2024 Provinsi Lampung mendapat penilaian penurunan angka stunting yang lebih baik lagi, dan segera mengimplementasikan kegiatan guna penurunan angka stunting di Provinsi Lampung.

“Semoga di November ini penilaian stunting bisa lebih baik lagi ya, segera dilakukan program-program untuk membantu penurunan angka stunting di Provinsi Lampung.” pungkasnya.


Penulis : Ahmad


Sumber Berita : Bandar Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB