Perubahan Istilah KKB ke OPM oleh TNI Diharapkan Mampu Atasi Konflik di Papua

Jumat, 19 April 2024 | 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Sturman Panjaitan mendukung perubahan istilah oleh TNI terkait penamaan kelompok bersenjata di Papua, yaitu yang semula Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sturman menilai karena hal ini menyangkut kedaulatan bangsa Indonesia, sehingga penanganan yang dilakukan menjadi lebih tegas dan jelas dibandingkan dengan KKB.

Meskipun demikian, apapun istilah yang digunakan, penanganan masalah di Papua harus satu visi dan misi. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI Sturman Panjaitan di Medan, Sumatera Utara, Kamis, (18/04/2024).

“Berbeda cara mengatasinya. Kalau OPM itu harus dengan kekuatan militer karena sudah menyangkut kedaulatan. Kalau KKB baru sekedar keamanan. (Perbedaan) persepsi ini harus dibedakan. Intinya adalah bagaimana Pemerintah harus satu, mau OPM kerjakan dengan (penanganan) OPM yang benar. Mau KKB, (penanganan) KKB yang benar. Sehingga, semua aparat keamanan itu bahu membahu. Tapi kalau OPM lebih jelas, begitu bertindak, berbuat, bersikap dibandingkan dengan KKB,” katanya.

Baca Juga:  Marindo: Nilai Pancasila Harus Jadi Landasan Pembangunan

Menurut Sturman, jika istilah yang digunakan berbeda, maka dampak yang ditimbulkan pun berbeda. Jika kepolisian menggunakan KKB karena kaitannya dengan keamanan, namun jika TNI harus menggunakan OPM. Mengingat wilayah Indonesia adalah wilayah yang berdaulat, maka TNI bisa bersikap lebih tegas karena persoalan Papua ini harus dituntaskan.

“Ada satu organisasi atau kelompok yang merdeka harus memang kita tuntas habis beda dengan sikap begitu. Jadi harus dibedakan antara OPM dan KKB. Dan tergantung bagaimana Pemerintah menanggapi, tapi intinya harus bahu membahu, gak ada cara lain, pemerintah harus bahu membahu dengan aparat keamanan. Aparat kepolisian dan TNI bahu membahu dan seluruh Pemerintah Daerah juga, tidak cukup cuma aparat keamanan. Pemerintah Daerah pun punya andil untuk menuntaskan semua apakah itu OPM apakah itu KKB,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.##

Baca Juga:  Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan 'STEAM' Menyenangkan
Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia
Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS
Iran dan Rusia Perluas Kerjasama
Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 
Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol
Soal Polemik Komplek Griya Sukarame, Warga Surati Walikota
JMSI Tuba Gelar Diskusi Cegah Bullying
Sumpah Pemuda 2026, Firman Ingatkan Ancaman Digital dan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Berita Terbaru

Seorang peserta Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 berfoto dengan salah satu robot buatan AI² Robotics di Jakarta pada 28 Oktober 2026. (Xinhua/Ni Luh Anggela De Merici S.)

Berita Utama

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:05 WIB

enteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Rosan P. Roeslani bertemu dengan salah satu petinggi perusahaan asal Tiongkok, Xi'an Zhongli Asphalt Co., Ltd., di Shanghai, Tiongkok timur, dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah pimpinan perusahaan yang dilaksanakan pada 22-23 Oktober 2026. (Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

Tiongkok Garap Aspal Buton, Investasi 60 Juta Dolar AS

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:01 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran, pada 16 September 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Iran dan Rusia Perluas Kerjasama

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:57 WIB

Berita Utama

Bupati Ayu, Irup Peringatan Sumpah Pemuda Way Kanan 

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:47 WIB

Berita Utama

Gas Air Mata Pukul Mundur Massa Demonstran Di Jl.Imam Bonjol

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:41 WIB