Perjalanan Teguh Santosa: Menunggu Parade Militer Korea Utara

Rabu, 8 Oktober 2025 | 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PYONGYANG — Saya kembali menginjakkan kaki di Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea yang lebih dikenal sebagai Korea Utara. Ini kunjungan saya yang kesekian belas sejak kunjungan pertama di tahun 2003.

Sejak pukul 03.00 dinihari kami sudah berada di check-in counter Air Koryo di Terminal 2 BCIA. Pesawat Antonov AN148-100B yang dioperasikan Air Koryo tinggal landas dari Beijing Capital International Airport (BCIA) persis pukul 06.21 pagi, Selasa, 7 Oktober 2025.

Setelah terbang selama hampir dua jam Antonov mendarat mulus di Bandara Kim Il Sung.

Kedutaan Besar RRD Korea di Jakarta yang saya hubungi malam sebelumnya mengatakan penerbangan pagi tadi adalah penerbangan tambahan untuk membawa tamu yang akan menghadiri peringatan HUT ke-80 Partai Pekerja Korea tanggal 10 Oktober nanti.

Dalam perjalanan dari Bandara Kim Il Sung menuju Hotel Koryo di pusat kota, kami melewati Kim Il Sung Square. Di sana ribuan anak Korea berbagai usia sedang berlatih untuk tampil dalam puncak perayaan HUT ke-80 Partai Pekerja Korea. Berbaris rapi mengenakan topi putih, mereka membawa bendera merah dan mengibaskannya ke udara.

Saya kira, RRD Korea juga sedang menyiapkam parade militer yang seperti biasa akan berlangsung megah dan kolosal.

Saya sedang bersiap-siap untuk membandingkan parade militer itu dengan beberapa parade militer yang kita saksikan belakangan ini. Seperti parade militer Bastille Day di Paris pertengahan Juli, lalu parade militer 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua di Beijing awal September, dan parade militer HUT ke-80 TNI di Silang Monas tanggal 5 Oktober kemarin.

Baca Juga:  Bupati Ayu Serahkan Lpj APBD 2025,  KUA PPAS 2027 Dan Raperda Gerakan Literasi   

Tapi menurut Mr. Kim yang mendampingi kami kali ini, aktivitas di puncak acara peringatan HUT ke-80 Partai Pekerja belum bisa dipastikan. Seperti biasa, pemberitahuannya baru akan disampaikan di saat-saat terakhir. Bila malam menjelang hari H ada telepon yang meminta kami tidak membawa apa pun di kantong, berarti akan ada parade militer, dan Presiden Kim Jong Un akan hadir.

Jadi kita tunggu saja.

Setelah makan siang, kegiatan pertama kami adalah mengunjungi rumah kelahiran Kim Il Sung di Mayongdae. Di era Joseon, Mayongdae yang indah adalah kawasan elit tempat keluarga kaya raya membangun vila juga kuburan keluarga.

Pada 1862, kakek dan nenek Kim Il Sung mulai menetap di Mayongdae, bukan sebagai keluarga kaya yang memiliki vila mewah, tetapi sebagai penjaga pemakaman keluarga kaya di sana.

Kim Il Sung lahir tahun 1912. Di tempat itu dia belajar arti hidup di bawah penjajahan bangsa asing, yakni Jepang yang sejak akhir abad ke-20 telah menguasai seluruh Semenanjung Korea dan membubarkan Dinasti Joseon.

Untuk memulai perlawanan terhadap Jepang, Kim Il Sung dibekali kakeknya dua pucuk pistol.

Pemerintah Korea Utara merawat dengan baik rumah kakek dan nenek Kim Il Sung di Mayongdae. Perabotan rumah, meja dan berbagai alat pertukangan dan pertanian, juga alat memasak masih terpelihara. Begitu juga “gentong cacat” yang dibeli nenek Kim Il Sung karena harganya murah.

Baca Juga:  Elyas Sesalkan Ketidak hadiran 2 Orang Cawabup Way Kanan

Sebuah prasasti ditempatkan di dekat sebatang pohon. Saya tanya guide yang mendampingi kami kali ini. Katanya, prasasti itu bercerita tentang bocah Kim Il Sung yang memanjat pohon untuk menangkap pelangi.

Tak jauh dari “rumah revolusi” ada sumur yang konon airnya berkhasiat membuat muda siapapun yang meminumnya. Kami jajal khasiat air sumur itu.

Di lobi Hotel Koryo saya bertemu dengan KUAI KBRI Pyongyang, Riza H. Wardhana yang sedang menerima rombongan Kementerian Luar Negeri RI yang tiba dengan penerbangan kedua dari Beijing.

Rombongan Kemlu ini adalah tim pendahulu untuk menyambut Menteri Luar Negeri Sugiono yang akan menghadiri puncak peringatan HUT ke-80 Partai Pekerja Korea.

Seorang teman mengatakan, Menlu Sugiono hadir dalam kapasitas sebagai Sekjen Partai Gerindra. Juga disebutkan pemimpin partai penguasa sejumlah negara juga akan hadir dalam peringatan HUT Partai Pekerja Korea.

Partai Pekerja Korea terbilang unik. Sebagai partai marxis, Partai Pekerja Korea tidak hanya mengakui unsur palu dan clurit, tapi juga memberi tempat terhormat pada unsur kuas atau pena yang melambangkan kelas intelektual di tengah masyarakat.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa revolusi Korea Utara berjalan di atas tiga pondasi ini: kelompok buruh, kelompok tani, dan kelompok intelektual. []


Penulis : Desty


Editor : Hadi


Sumber Berita : Korea Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SMPN 7 Kotabumi Lepas Lima Peserta dan Satu Pembina Pendamping Jambore Nasional XII
Serapan Anggaran Disperindag Lampung Utara Disorot, Terindikasi Markup dan Fiktif?
Sejumlah Wartawan Indonesia Kunjungi Chendu China
Penembakan Mantan Istri Hingga Tewas, Ini Kata Kapolres Mesuji
Purnama Wulan Sari Mirza: PMI Hadir di Tengah Warga yang Terdampak Krisis Air
Bentuk Kekerasan Fatal, Mantan Suami Tembak Mantan Istri di Jalan Poros Wiralaga Mesuji
Serangan Siber Q1 2026, Melonjak 62 % di Indonesia
Lanudad Gatot Subroto Adakan Syukuran HUT Ke-29 

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:32 WIB

SMPN 7 Kotabumi Lepas Lima Peserta dan Satu Pembina Pendamping Jambore Nasional XII

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Serapan Anggaran Disperindag Lampung Utara Disorot, Terindikasi Markup dan Fiktif?

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Sejumlah Wartawan Indonesia Kunjungi Chendu China

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Penembakan Mantan Istri Hingga Tewas, Ini Kata Kapolres Mesuji

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Purnama Wulan Sari Mirza: PMI Hadir di Tengah Warga yang Terdampak Krisis Air

Berita Terbaru

Sejumlah Wartawan Indonesia saat mengunjungi Chengdu China [Xin]

#indonesiaswasembada

Sejumlah Wartawan Indonesia Kunjungi Chendu China

Senin, 10 Agu 2026 - 17:48 WIB

#indonesiaswasembada

Penembakan Mantan Istri Hingga Tewas, Ini Kata Kapolres Mesuji

Senin, 10 Agu 2026 - 16:45 WIB