Penguatan Penguasaan Artificial Intelligence bagi Pendidik sebagai Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Digital

Jumat, 28 November 2025 | 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa penguasaan Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan utama bagi para pendidik di era pembelajaran digital.

Hal itu disampaikannya dalam pelatihan literasi AI, pemanfaatan teknologi AI, dan etika AI yang diselenggarakan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Provinsi Lampung di Aula Kantor Bupati Pringsewu, Gading Rejo, Kamis (27/11/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Jihan mengapresiasi Mafindo Lampung yang konsisten melakukan edukasi publik mengenai literasi digital, hoaks, scamming, serta pendampingan pemanfaatan teknologi untuk masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada tim Mafindo Lampung yang sudah mau peduli, jadi relawan kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi berlangsung jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia beradaptasi, sehingga pendidik harus mampu mengimbangi perubahan tersebut.

Wagub Jihan menekankan bahwa AI bukan lagi konsep futuristik, melainkan teknologi yang telah lekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini AI itu bukan suatu konsep. Bukan lagi konsep futuristik, tapi memang sudah ada kedampingan dengan kita,” katanya.

Wagub Jihan juga menegaskan bahwa teknologi AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu yang memperkuat peran guru, bukan justru mengambil alihnya.

Baca Juga:  Temu Gapembi, Wagub Akui Dapur MBG Banyak tak Miliki SLHS

Ia mencontohkan bagaimana negara-negara maju telah memanfaatkan AI untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa hingga penggunaan robot pendamping proses pembelajaran.

“Jadi memang bukan mengganti guru, tetapi menjadi instrumen strategis untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya.

Wagub Jihan berpendapat guru harus mampu mengambil peran sebagai pengendali teknologi, bukan hanya pengguna.

“Agar bisa menguasai teknologi, bukan disetir oleh teknologi,” tegasnya.

Ia menilai bahwa pelatihan ini dianggap strategis untuk memastikan Indonesia bukan hanya konsumen inovasi digital, tetapi juga pencipta solusi berbasis AI.

“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi melangkah untuk memastikan bahwa Lampung dan Indonesia menjadi produsen pengetahuan dan pencipta solusi berbasis AI,” sambungnya.

Wagub Jihan berharap pelatihan ini dapat melahirkan guru-guru visioner yang mampu menciptakan platform dan inovasi baru.

“Siapa tahu dari yang diajar hari ini, murid-muridnya, Bapak-Ibu guru bisa membuat platform atau aplikasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan AI sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tantangan global.

Baca Juga:  Polres Mesuji Kawal Aksi Damai Masyarakat 8 Desa di PT PAL 

“Guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan abad ke-21, termasuk perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Riyanto juga menegaskan bahwa AI adalah alat bantu yang tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Artinya AI itu bisa membantu kita, bisa cerdas kalau kita memberikan input yang baik, tapi yang asli itu akal kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilah informasi dan tidak terjebak hoaks atau kejahatan digital yang kini marak terjadi.

Riyanto meminta para peserta untuk aktif berdiskusi agar pemanfaatan teknologi dapat benar-benar tepat guna.

“Saya berharap 85 peserta mengikuti kegiatan hari ini dengan serius dan tidak sungkan bertanya,” ujarnya.

Riyanto juga menyampaikan apresiasi kepada Mafindo Lampung atas ilmu dan waktu yang diberikan untuk peningkatan kapasitas guru di daerah tersebut.

Pelatihan literasi dan etika AI ini diikuti 85 guru dari berbagai sekolah di Pringsewu dan menjadi bagian dari upaya kolaboratif pemerintah daerah bersama Mafindo dalam memperkuat kompetensi pendidik di era digital.(Adpim)


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Korupsi Izin Tinggal WNA Mencoreng Kedaulatan RI
Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Mesuji Hadirkan Kesehatan, Kesejahteraan dan Kebersamaan Bagi Rakyat  
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN
Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Energi Katibung, Buka Peluang Kerja dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan
Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Rapat Pemantapan Sarasehan Jilid 2
Tanaman Cakar Ayam dan Patah Tulang
Nyok Makan Kerak Telor Betawi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:03 WIB

Korupsi Izin Tinggal WNA Mencoreng Kedaulatan RI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:49 WIB

Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Mesuji Hadirkan Kesehatan, Kesejahteraan dan Kebersamaan Bagi Rakyat  

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:33 WIB

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:30 WIB

Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Energi Katibung, Buka Peluang Kerja dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:28 WIB

GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Berita Terbaru

Diah Pitaloka

#indonesiaswasembada

Korupsi Izin Tinggal WNA Mencoreng Kedaulatan RI

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:03 WIB

#indonesiaswasembada

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:33 WIB