Penerapan TV Digital Buat Rakyat Susah

Jumat, 11 November 2022 | 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Nurul Arifin menegaskan penerapan sistem migrasi siaran televisi analog ke digital atau analog switch off (ASO) yang dilakukan oleh pemerintah masih ruwet.

Pemerintah dinilai tidak konsisten dengan hanya menerapkan kebijakan itu di wilayah Jabodetabek saja.

Hal ini dikatakan anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyikapi banyaknya keluhan dari masyarakat tentang pengalihan dari saluran analog menjadi digital dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema: “Hak Masyarakat dan Kebijakan Digitalisasi TV” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11).

“Penerapan ASO ini masih ruwet sekali dan merugikan. Apalagi dengan satu hal yang tidak konsisten dari pemerintah dan terus terang saya tidak suka adalah tidak dilaksanakan secara nasional. Artinya kalau tidak dilaksanakan secara nasional, tidak akan ada konsistensi dari pemerintah,” kata Nurul.

Politikus Golkar ini menyarankan, apabila pemerintah ingin melakukan pengalihan sebaiknya dilakukan secara keseluruhan dan tidak hanya di wilayah Jabodetabek saja. Sehingga sistem ASO bisa terlaksana secara optimal.

Baca Juga:  Sorot Kinerja BPJN, Ketua MTM Didatangi Paguyuban Seni Bela Diri

“Ini artinya pemerintah seperti buang badan terhadap kewajibannya untuk menyediakan infrastruktur secara teknologi bahwa yang tadinya analog akan menjadi digital. Tapi ini buang badannya seolah-olah dengan melegitimasi, pencabutan, pengalihan dari analog ke digital di seputaran Jabodetabek saja sudah mewakili republik ini itu tidak benar,” kata Nurul.

Nurul menilai, kebijakan ini sebetulnya tidak akan mempersulit masyarakat kalau komitmen dari pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo dalam penyebaran alat bantu siaran digital berupa set box.

“Untuk mendistribusikan set box sebanyak 6 juta unit yang ada datanya dari data terpadu kesejahteraan sosial di TKS kementerian sosial, ini kan harusnya bisa dilaksanakan. Apalagi Sudah tahu akan jatuh tempo pada tanggal 2 November, terakhir. Kan ada 3 tahapan begitu,” kata Nurul.

Baca Juga:  Teguh Santosa: Di Vladivostok Prabowo Sampaikan Cara Pandang Baru yang Berani

Seharusnya kata Nurul, mereka bisa memproduksi, mendistribusikan dan jumlahnya bulat 6 juta sesuai data. Sehingga yang 6 juta kepala keluarga kurang mampu ini, bisa mendapatkan set box sesuai dengan haknya.

Yang lebih lucu, kata Nurul, ternyata dalam penerapannya set top boxnya harus bersertifikat Kemenkominfo. Ini menimbulkan banyak pertanyaan.

“Jadi pertanyaan saya, kenapa harus bersertifikasi, kenapa harus ada monopoli?,” tanya mantan aktris nasional ini.

Karenanya, Nurul menegaskan apabila pemerintah belum siap, sebaiknya tidak perlu terburu-buru untuk menerapkan ASO. Pasalnya, dengan memaksakan kebijakan yang belum siap ini, malah hanya menjadi beban lagi untuk rakyat.

“Gitu kan, hanya bikin rakyat susah, apalagi sekarang situasinya memang banyak krisis, kita tahu di bawah itu situasinya kayak apa. Ini yang saya sesalkan,” sesal Waketum Partai Golkar ini. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?
Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader
Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap
Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional
Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap
Diplomasi Panda Xi-Guna Lingkungan Lebih Aman
Tiongkok-AS Menuju Titik Sejarah Baru
Xi Jinping Sebut Siap Bekerja Sama dengan Trump
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:42 WIB

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Sabtu, 26 September 2026 - 05:33 WIB

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 September 2026 - 05:21 WIB

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Jumat, 25 September 2026 - 23:50 WIB

Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional

Jumat, 25 September 2026 - 22:01 WIB

Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap

Berita Terbaru

Berita Utama

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:33 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:21 WIB


Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengunjungi Museum Nasional Seni Asia (National Museum of Asian Art) di Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:50 WIB

Di Tuyal Kerjasama Ikan Tangka Indonesia-Tiongkok ditandatangani [kkp]

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:01 WIB