2. Beta-blocker
Beta-blocker merupakan obat penurun tekanan darah. Sehingga, umum untuk mengobati kondisi medis, seperti detak jantung tidak teratur, kecemasan, dan semacamnya. Namun, obat ini memiliki efek samping yang bisa meningkatkan gula darah Anda.
Beberapa jenis beta-blocker memiliki efek samping peningkat gula darah lebih kecil, tetapi umumnya harganya lebih mahal.
3. Statin
Statin biasanya digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol LDL serta obat terapi yang mencegah penyakit jantung dan stroke. Namun, statin juga bisa menjadi obat pemicu gula darah tinggi.
Bagi orang-orang dengan pradiabetes, penggunaan statin dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena diabetes.
Studi diterbitkan pada Oktober 2017 di jurnal BMJ Open Diabetes and Research Care, melacak orang dengan pradiabetes selama 10 tahun. Ditemukan hasilnya bahwa penggunaan statin dikaitkan dengan risiko 30 persen lebih tinggi terkena diabetes.
Namun, para ahli mengatakan bahwa efek samping statin tidak lebih parah dari manfaatnya karena tidak ada obat alternatif yang baik untuk mengatasi jantung dan stroke. Serangan jantung dan stroke adalah pembunuh utama bagi penderita diabetes.
4. Niasin
Niasin adalah vitamin B yang tersedia sebagai suplemen yang dijual bebas (over-the-counter/OTC). Niasin biasanya berguna untuk menurunkan kolesterol LDL, tetapi dapat menjadi pemicu gula darah tinggi. Ini seperti statin, dapat meningkatkan glukosa darah pada penderita diabetes.
Studi yang diterbitkan pada Februari 2016 di jurnal Heart menyimpulkan bahwa niasin meningkatkan risiko terkena diabetes.
1 2 3 4 Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















