Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak Diperluas Hingga Lampung

Jumat, 11 September 2026 | 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam pencarian tim SAR gabungan, Jumat 11 September 2026.

Rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 15.04 WIB.
Speedboat tersebut membawa delapan orang. Mereka terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya adalah kapten kapal Warta, 55, ABK Surakman, 60, dan pemandu atau guide Heriyanto, 49.
Memasuki hari ketiga pencarian, Basarnas mengerahkan enam kapal untuk mencari keberadaan delapan orang tersebut. Operasi juga mendapat bantuan dari nelayan setempat.

Enam kapal yang dikerahkan yakni KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, dan RIB 02 Banten.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian dibagi menjadi enam sektor. Nelayan dilibatkan untuk menyisir sektor E yang mencakup wilayah pesisir Banten.

“Yang di sektor E, untuk di sektor E itu kita nanti setelah dari rekan-rekan kita mendampingi para nelayan yang melakukan searching, itu akan mereka melakukan searching di pesisir-pesisir Banten,” kata Al Amrad, Kamis (10/9/2026).

Area pencarian juga diperluas hingga 2.109 mil laut persegi atau nautical mile persegi.
“Luas area pencarian: 2.109 NM2 (nautical mile persegi),” ujarnya.

Masyarakat pesisir Pandeglang turut membantu pencarian delapan orang yang hilang kontak. Koordinator warga pesisir Irvan Kipong mengatakan keterlibatan nelayan merupakan bentuk kepedulian terhadap operasi kemanusiaan.

Baca Juga:  Bupati Ayu Terima Pergunu Way Kanan

Nelayan dan warga akan menyisir sejumlah titik di sekitar perairan Pulau Panaitan yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda.

“Insyaallah akan menyisir perairan wilayah Panaitan, wilayah Selat Sunda,” katanya.

Dengan armada kapal lokal, masyarakat pesisir berharap pencarian di sekitar Pulau Panaitan dapat menemukan titik terang keberadaan rombongan.

“Yang terkait kemarin kejadian teman kita Abah Bonsai dan bersama kru dan para jurnalis. Semoga pencarian kita ini nyisir ke area Pulau Panaitan membuahkan hasil ada titik terang,” ungkapnya.

Pencarian juga diperluas hingga wilayah perairan Lampung. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan pihaknya turut membantu pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.

“Wilayah pencarian akan diperluas hingga mencakup sejumlah perairan yang berada dalam wilayah hukum Polda Lampung,” kata Yuni, dilansir Antara, Kamis 10 September 2026.

Menurut Yuni, perluasan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga perairan Lampung.

“Kami mengantisipasi kalau ada kemungkinan korban terbawa ke arah perairan Lampung. Mudah-mudahan dari upaya ini ada titik terang dan informasi mengenai keberadaan rekan-rekan kita tersebut,” ujarnya.

Polda Lampung melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan untuk menemukan keberadaan para korban.

“Kita tidak tahu, siapa tahu ada informasi atau kabar bahwa mereka ditemukan di laut. Mudah-mudahan teman-teman kita di sana diberikan umur panjang dan segera ditemukan,” ucapnya.

Basarnas juga mengerahkan helikopter untuk memperkuat pencarian dari udara. Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 diterjunkan untuk mendukung operasi SAR di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda.

“Dalam rangka mendukung operasi SAR terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian akibat speedboat hilang kontak di perairan Selat Sunda, helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR di wilayah Gunung Anak Krakatau, Banten,” kata Al Amrad.

Baca Juga:  Menhan AS Diam-diam Temui Netanyahu

Helikopter tersebut diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta, pukul 12.52 WIB.
Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, kemudian kembali ke helipad atau JIExpo Kemayoran.

Helikopter membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.

“Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau,” katanya.

Keluarga para jurnalis berdatangan ke Posko SAR di Pantai Carita, Pandeglang. Mereka menanti kepastian mengenai keberadaan para korban.
Desi Purnama, istri jurnalis Antara M Bagus Khoirunnas, telah tiga hari berada di Posko SAR Nasional di Pantai Marina Carita. Ia terus berharap suaminya ditemukan dalam kondisi selamat.

Desi bersama rekannya mendekati bibir pantai pada Kamis 10 September 2026 pagi. Saat menghadap ke laut dan arah Krakatau, Desi tiba-tiba menangis histeris.

Petugas dan rekannya kemudian menenangkan Desi dan membawanya menjauh dari bibir pantai menuju area Posko SAR.

Desi tetap berharap seluruh rombongan dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga meminta petugas memfokuskan pencarian ke sekitar Pulau Sertung, dekat Gunung Anak Krakatau.

“Tolong, Pak,” ujar Desi kepada petugas.(*).


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan
TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan
TKA SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan 3M Agar Siswa Siap

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:05 WIB


Orang-orang mencari korban yang selamat di antara puing-puing rumah yang terkena serangan udara Arab Saudi di Provinsi Saada, Yaman, pada 18 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Senin, 26 Okt 2026 - 18:59 WIB