Pemerintah Tetapkan 1 Maret Hari Kedaulatan

Rabu, 2 Maret 2022 | 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
SURABAYA – Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara, sebagai pengingat bagi bangsa Indonesia tentang Peristiwa Serangan 1 Maret 1949 di Yogyakarta dalam rangka melawan Agresi Militer Belanda di Indonesia.

Keppres tersebut menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Meski tidak merupakan hari libur nasional, namun penetapan tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang mampu menegakkan kembali eksistensi dan kedaulatan Negara Indonesia di dunia internasional.

“Saya memberi apresiasi kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X yang berinisiatif mengusulkan hal ini kepada pemerintah. Karena memang sejarah Serangan 1 Maret di Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari peran besar Sri Sultan Hamengkubuwono IX ketika itu,” ungkap Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Rabu (2/3).

Baca Juga:  Lampung Bantu Bencana Gempa Bumi di Myanmar

Ditambahkan LaNyalla, selain Sri Sultan HB IX, turut berperan besar dalam peristiwa itu adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan segenap jajaran TNI, Polri serta Laskar Pejuang Rakyat di Yogyakarta dan sekitarnya.

“Penetapan ini juga penting untuk menanamkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa untuk memperkuat kepribadian, sikap patriot dan harga diri serta wawasan kebangsaan generasi muda kita,” imbuhnya.

Baca Juga:  AS Protes TKDN Indonesia, Eddy Soeparno: Industri Nasional Harus Diperkuat

LaNyalla juga mencontohkan penetapan Hari Santri pada 22 Oktober, sebagai pengingat jasa Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang kemudian diikuti meletusnya peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

“Sudah sepantasnya bangsa ini menghargai sejarahnya. Termasuk menghargai peradaban besar dan unggul di era kerajaan dan kesultanan Nusantara. Ini yang masih harus dilakukan,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Jihan: Tantangan Guru Hari Ini, Pergeseran Karakter Moral,
Wulan Mirza Kunjungi Korban Banjir Panjang,
Pemprov Lampung Gandeng PT Pos Indonesia
Pemprov Lampung dan BPKP Gelar FGD Kaji Tata Kelola Program Pendidikan yang Lebih Baik
Bhayangkara Presisi FC Berkandang di Lampung!
Gubernur Lampung Segera Wujudkan Sekolah Rakyat, Visi Pendidikan Presiden Prabowo
Kolaborasi Perempuan Lampung, Berdiri Puspaga dan TPA Pinggungan Sebuai
Bunda Wulan Resmikan Galeri dan Kafe UMKM Lampung

Berita Terkait

Rabu, 23 April 2025 - 06:19 WIB

Jihan: Tantangan Guru Hari Ini, Pergeseran Karakter Moral,

Rabu, 23 April 2025 - 06:14 WIB

Wulan Mirza Kunjungi Korban Banjir Panjang,

Selasa, 22 April 2025 - 21:31 WIB

Pemprov Lampung Gandeng PT Pos Indonesia

Selasa, 22 April 2025 - 21:28 WIB

Pemprov Lampung dan BPKP Gelar FGD Kaji Tata Kelola Program Pendidikan yang Lebih Baik

Selasa, 22 April 2025 - 21:12 WIB

Bhayangkara Presisi FC Berkandang di Lampung!

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Jihan: Tantangan Guru Hari Ini, Pergeseran Karakter Moral,

Rabu, 23 Apr 2025 - 06:19 WIB

#indonesiaswasembada

Wulan Mirza Kunjungi Korban Banjir Panjang,

Rabu, 23 Apr 2025 - 06:14 WIB

#indonesiaswasembada

Pemprov Lampung Gandeng PT Pos Indonesia

Selasa, 22 Apr 2025 - 21:31 WIB

#indonesiaswasembada

Bhayangkara Presisi FC Berkandang di Lampung!

Selasa, 22 Apr 2025 - 21:12 WIB