LSM KPPP Desak Penyelidikan Serapan Dana BOS SMAN Bhakti Mulya

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA — Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN Bhakti Mulya, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara, yang dinilai tak lazim menuai sorotan oleh elemen masyarakat.

Berdasarkan analisis unsur pimpinan LSM KPPP, R. Yadi terhadap laporan realisasi penggunaan dana BOS tahun 2024 hingga 2025, terdapat beberapa komponen belanja yang memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi dan proporsi penggunaan anggaran.

Salah satu yang paling mencolok adalah besarnya alokasi dana untuk pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan non-ASN. Pada tahun 2024, total dana BOS yang diterima sekolah tersebut tercatat sebesar Rp551.730.000. Dari jumlah itu, sekitar Rp234.000.000 atau sekitar 42 persen digunakan untuk pembayaran honor.

“Persentase tersebut tergolong cukup besar jika dibandingkan dengan alokasi untuk kegiatan pembelajaran maupun kegiatan siswa,” ungkapnya kepada media ini, Kamis, 12 Maret 2026.

Pola serupa kembali terlihat pada penggunaan dana BOS tahun 2025 tahap pertama. Dari total dana Rp255.990.000 yang diterima sekolah, sekitar Rp111.600.000 atau lebih dari 43 persen dialokasikan untuk pembayaran honor.

Besarnya porsi dana untuk honor ini memunculkan pertanyaan mengenai jumlah penerima honor, rincian pembayaran, serta mekanisme penetapan tenaga kependidikan non-ASN di sekolah tersebut.

Selain itu, kejanggalan juga terlihat pada komponen pengembangan perpustakaan. Pada tahap pertama tahun 2025, sekolah tidak mengalokasikan anggaran sama sekali untuk pengembangan perpustakaan. Namun pada tahap kedua, anggaran untuk pos yang sama tiba-tiba melonjak hingga Rp56.070.000.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Pemkab Lampura Gelar Pasar Murah

“Lonjakan signifikan ini menimbulkan pertanyaan terkait jenis buku yang dibeli, jumlah judul dan eksemplar, serta apakah pengadaan tersebut benar-benar terealisasi dan dapat diakses oleh siswa di perpustakaan sekolah,” ujarnya sambil terheran-heran.

Sorotan lain juga muncul pada komponen multimedia pembelajaran. Pada tahap pertama tahun 2025, sekolah menganggarkan Rp16.300.000 untuk kebutuhan multimedia. Namun pada tahap kedua, anggaran untuk komponen yang sama hanya tercatat Rp375.000, angka yang dinilai sangat kecil untuk pengadaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

Di sisi lain, anggaran untuk langganan daya dan jasa juga mengalami kenaikan cukup tajam. Pada tahap pertama tahun 2025, pengeluaran untuk komponen ini tercatat Rp7.824.000. Namun pada tahap kedua meningkat menjadi Rp24.624.000 atau lebih dari tiga kali lipat.

Pengeluaran untuk administrasi sekolah juga terbilang besar. Berdasarkan laporan tahun 2024, belanja administrasi mencapai sekitar Rp96 juta. Sementara pada tahun 2025 hingga dua tahap pencairan, anggaran administrasi tercatat lebih dari Rp86 juta.

Besarnya belanja administrasi tersebut memunculkan pertanyaan terkait rincian penggunaannya, seperti untuk kebutuhan alat tulis kantor, rapat, perjalanan dinas, hingga kegiatan administratif lainnya.

“Jumlah murid dengan status sekolah swasta di pelosok daerah sangat kontras dengan anggaran administrasi, ada ketimpangan disini,” paparnya.

Baca Juga:  Sandy Juwita Dukung Pinjaman Rp150 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur di Lampung Utara

Ironisnya, alokasi dana untuk kegiatan siswa justru relatif kecil. Pada tahun 2024, anggaran untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa hanya sekitar Rp21 juta, jumlah yang dinilai minim untuk sekolah dengan ratusan siswa.

Nasril menilai pola penggunaan anggaran seperti ini perlu mendapat perhatian dari pihak terkait, terutama dalam rangka memastikan pengelolaan dana BOS berjalan transparan dan akuntabel.

“Kritik ini diharapkan menjadi pintu gerbang APH masuk untuk melakukan pemeriksaan. Usut sampai tuntas,” tegasnya.

Sorotan dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Utara sebelumnya menjadi perhatian serius oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA, Azah Rawan Sangun yang sigap menindaklanjuti isu-isu di tubuh sekolah menengah atas yang ada di provinsi berjuluk Bumi Ruwa Jurai.

Dirinya secara blak-blakan menyebut dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja, sehingga apapun isu pemberitaan yang sampai kepada pimpinan akan ditindaklanjuti.

“Mentracking (menelusuri) permasalahan yang ada, dan akan dilaporkan secara berjenjang ke pimpinan,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi Kepala SMAN Bhakti Mulya, Ambari guna mendapatkan keterangan berimbang untuk disajikan ke publik.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris
Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat
Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91
Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional
Salah Satu Cara Genjot Perolehan PAD
WTP 12 Kali, Gubernur: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Gubernur Mirza Beri Apresiasi atas Dedikasi dalam Mendukung Pembangunan Lampung

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:58 WIB

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:54 WIB

Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:38 WIB

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:38 WIB

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

JMSI Jambi Bertemu Gubernur Al Haris

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:58 WIB

#indonesiaswasembada

Dikunjungi Panitia HUT JMSI, UAS: JMSI Berperan Besar Cerahkan Umat

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:56 WIB

#indonesiaswasembada

Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Sabtu, 13 Jun 2026 - 19:38 WIB

oplus_2

#indonesiaswasembada

Salah Dua Peroleh PAD, gak Ambil Upah Pungut, APBD Rasional

Sabtu, 13 Jun 2026 - 06:38 WIB