Nah Lo, Jabar juga Tunda Bayar Rp 621 M

Jumat, 9 Januari 2026 | 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tody Ardiansyah Prabu*)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik. Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur, ratusan kontraktor justru diuji kesabaran dan ketahanan dirinya akibat pembayaran proyek yang tertunda.

Nilai tunggakan yang belum diselesaikan Pemprov Jabar tercatat mencapai Rp621 miliar. Penundaan pembayaran proyek senilai Rp621 miliar kepada ratusan kontraktor bukan sekadar persoalan teknis anggaran.

Fakta bahwa Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) per 31 Desember 2025 hanya tersisa Rp500 ribu menunjukkan krisis manajemen kas pemprov yang serius.Ia adalah cermin telanjang atas lemahnya perencanaan dan pengelolaan managemen keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di balik narasi “semua terkendali” dan “sudah diantisipasi”, fakta penundaan pembayaran ratusan miliar rupiah tetap menjadi beban bagi para kontraktor. Pembangunan yang terus digenjot tanpa pengelolaan kas yang solid terukur berpotensi kembali memunculkan risiko gagal bayar / wanprestasi & terdampak nama baik pemprov dalam roda pembangunan Jawa Barat. Apalagi ini terjadi di Propinsi Jabar , menjadi perhatian serius pelajaran untuk propinsi Jawa Barat.

“Gubernur Jabar KDM harus punya terobosan baru, dengan pemikiran out of the box dan memakai pendekatan kontekstual agar lebih bermakna tidak memandang tugasnya hanya sebatas rutinitas belaka,” ujarnya melalui keterangan, Jumat 8 Jan 2026

Tody Ardiansyah Prabu, S.H aktifis Pergerakan civil Society yakni Ketum Komunitas Jabar Unggul / Wakil Ketua Umum DPP FABEM – SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa menyarankan Gubernur Jawa Barat saat ini dan kedepan harus mampu memprediksi tantangan Fiskal Pemprov Jabar & Kesejahteraan Rakyat Jabar yang akan dihadapi dalam 4 tahun sampai berakhir periode masa bakti gubernur sampai 2029.

“Sehingga saat Gubernur Jabar membuat kebijakan publik, bukan sekadar kebijakan murah hati / terlihat sikap Dermawan (benevolent policy) , tetapi bagaimana kebijakan publik tersebut dijalankan secara tepat sesuai kebutuhan dan tuntutan publik,” bekerja orientasi jangan sekedar mengejar populisme tapi kerja teknokratis dimbangi dengan strategi jitu memperkuat potensi realisasi pendapatan daerah ( PAD Pemprov Jabar ).

Apalagi mengejar populisme melalui konten Media Yutubenya, media lokal hanya dapat akses satu pintu Informasi dari yutubenya walaupun transparansi informasi tanpa melibatkan ekosistem dan ruang diskusi bersama Media Lokal dalam mengawal pembangunan dij Jabar. Agar citra positip terhadap Kepemimpinan dan Pembangunan bagus karena media adalah jembatan antara kekuasan dan rakyat. Mitra diskusi Pembangunan berkelanjutan, ujar Tody A Prabu, S.H.

Tody juga menyoroti pentingnya sosok gubernur yang paham kebijakan politik anggaran agar bisa menemukan solusi atas penurunan APBD Pemprov Jabar belakangan ini.

Turbelensi APBD Jabar 2025 & 2026 

“Kok bisa-bisanya gubernur yang memimpin Rp50 juta penduduk adem ayem saja saat APBD Pemprov Jabar turun dari 37 triliun 2024 menjadi Rp31 triliun 2025 dan semakin menurun mengalami turbelensi menjadi 28.3 T 2026. Walaupun tahun 2021 pernah sebesar Rp 41,47 triliun. ?”

Baca Juga:  Kesetiaan Aloka dan Anjing Yudhistira

Dengan kondisi seperti itu tahun 2026 dengan Apbd 28.4 T, masih mungkinkah Provinsi Jabar berkembang menjadi Istimewa dengan Taglinenya goalnya mewujudkan kesejahteraan Rakyat & pertumbuhan Ekonomi pemprov Jabar ?.

APBD yang semula direncanakan sebesar Rp31,1 triliun akhirnya harus direvisi menjadi sekitar Rp28, 4 triliun, atau berkurang hampir Rp2,7 triliun. Penurunan ini meliputi Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, serta nihilnya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pendidikan, jalan, dan infrastruktur daerah aliran sungai.

Bagaimanapun, kata Tody, seorang Gubernur Jawa Barat harus berjuang siang dan malam menaikkan government spending supaya ekonomi bisa tumbuh & bagaimana mengawal potensi realisasi pendapatan daerah naik ini tantangan 2026 dan selanjutnya berkesinambungan.

“Jangan cuma nampang sana sini buat pencitraan menaikan rating populisme rutinitas urusan teknis lapangan semata, serahkan urusan teknis kepada birokrasi Kasi Kabag, Kadis setiap lini dengan batas tupoksinya saja karena tujuan pemimpin substansinya melakukan pekerjaan tugas hal yang lebih besar adalah mengorkestrasi melakukan secara sistemik membuat, merumuskan mengambil keputusan dalam kebijakan publik untuk menyejahterakan rakyat salah satu caranya adalah menaikan anggaran PAD & APBD Jabar dan mengalokasikan meningkatkan belanja modal untuk keseimbangan infrastruktur dan bersentuhan untuk kebutuhan rakyat Jabar.

Juga bukan sekedar rutinitas APBD hanya untuk belanja birokrasi semata , belanja barang & jasa. Adapun catatan belanja barang diserap wajib pemberdayaan umkm lokal sesuai e catalog platform LKPP.

Menurut Tody, omong kosong janji menyejahterakan rakyat dengan anggaran APBD terbatas, apalagi jika government spending turun, investasi turun, dan daya beli masyarakat turun.

Mengejar infrastruktur pembangunan jalan secara masif di tahun pertama berujung Secara politik bola efeknya adalah memang menguntungkan Populisme Gubernur di tahun pertama pemerintahan pemprov Jabar.

Akibatnya alokasi anggaran 2025 tidak cukup untuk membiayai pekerjaan jasa kontraktor dalam mengejar infrastruktur pembangunan perbaikan jalan, PJU dan pelebaran perbaikan sungai – sungai di jabar.

Selanjutnya Gubernur mestinya Memimpin Memberikan petunjuk kepada seluruh kepala dinas khususnya dikomando oleh Badan Pendapatan Daerah dan Badan kepegawaian Daerah bertugas untuk merumuskan, menetapkan, dan mengimplementasikan KPI yang lebih spesifik dan terperinci untuk birokrasi mereka. Birokrasi bekerja sesuai target untuk menaikan pelayanan potensi dan realisasi pendapatan daerah di semua lini kebijakan dengan cara tanpa membebani rakyat dengan menaikan Pajak PBB.

Melainkan mengejar target potensi pendapatan, membuat sistem yang terpadu dan berkelanjutan agar target realisasi terwujud PAD setiap tahunnya.

Gubernur mestinya lebih banyak turun dalam kontrol potensi potensi pendapatan ( PAD Pemprov Jabar ) atau Gubernur dapat menugaskan Wakil gubernurnya / Sekda agar terjadi keseimbangan penugasan Bukan dengan cara gaya kepemimpinan One man Show.

Baca Juga:  Mirza Instruksikan Proteksi Harga Sayur Mayur Petani Pasca Panen

Pendapatan Pemprov Apbd akan membaik juga pemprov Jabar mampu mengoptimalkan Investasi & kepastian Hukum perizinan industrialisasi di Jawa Barat sehingga bisa membuka banyak lapangan kerja, melahirkan pelaku – pelaku umkm berkembang dengan berdayakan potensi kearifan lokal daerah dalam menunjang keberlangsungan Ekosistem kawasan.

Meningkatkan wisata budaya sejarah jabar diperkotaan perdesaan, tumbuh kembang perhotelan resort resort mendatangkan turis manca negara , pertukaran pelajar mahasiswa asia afrika belajar sejarah budaya meningkatkan wisata bahari di pemprov Jabar Membuat kawasan lumbung Pangan Nasional di Jabar.

Pemprov jabar Membuat peta cluster wisata , lumbung pangan agraris , industri manufaktur , industri bahari , kawasan ekonomi kreatif eksportir berdayakan koperasi di perdesaan serta membangun market pasar penjual dan pembeli domestik & LN, membuat peta cluster pendidikan budaya (termasuk memperkuat aksara nusantara disekolah sekolah Jabar dengan kolaborasi media siber lokal) , peta edukasi sejarah semuanya itu meningkatkan ekosistem ekonomi yang mana ujungnya adalah meningkatkan PAD jabar.

Selanjutnya, menaikkan daya beli masyarakat lokal dengan andilnya pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi yang saling bersinergi dan berkesinambungan sebagaimana contoh berdayakan pelaku UMKM usaha warung toko madura, bengkel motor, cuci motor , Catering makanan , Suplai Kebutuhan Catering Industri ditunjang usaha peternakan, perikanan laut , tambak, pertanian Sayur lokal di wilayah jabar mata rantai ekonomi tumbuh. Maupun usaha kawasan property subsidi yang sehat ramah lingkungan untuk kaum buruh pekerja industri.

“Ada beberapa peluang korbisnis di kawasan industri tadi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat daerah. Pemerintah daerah mengarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Hampir lebih 50% industri Indonesia ada di Jawa Barat. Sayangnya, pendapatan pajaknya ditarik ke Jakarta karena rata-rata kantor pusat industri-industri itu ada di Jakarta,” kata Toddy.

2026, Gubernur Jabar harus lebih terbuka mengajak dialog bersama asosiasi industri kepada pelaku semua industri yang dibangun dan beroperasi di Jawa Barat agar mendirikan kantor pusat di wilayah Jawa Barat.

Terobosan Pemimpin yang berkualitas inovatif dan kreatif pemimpin yang memiliki pengetahuan dan   jaringan  ( networking ) dengan  berbagai kalangan, baik secara nasional maupun internasional, serta memiliki kemampuan untuk mengundang dan kerjasama dengan investor secara konstruktif dan selama tidak melanggar hukum dan aturan perundang – undangan.

Karena mantra pembangunan Peta Jalan Indonesia Terang & Istimewa Unggul adalah Caturlogi Pembangunan ;
1. Stabilitas Pembangunan
2. Pemerataan Pembanguanan
3. Pertumbuhan Ekonomi tumbuh
4 Melibatkan Partisipasi Rakyat & Demokratisasi Tumbuh dengan Sehat

*)Sekretaris JMSI  Jabar

 


Penulis : Toru Ardiansyah Prabu


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jabar Opini

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

‎JMSI Lampung dan La Nadiya Villa Pahawang Jalin Kerja Sama Vokasi dan Entrepreneurship
Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan
Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian
Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas
Suherman Jabat Dishub Way Kanan
Membesuk Tahanan Izin Kejati? Haris Munandar: Mohon Dicabut
Sekda Velli Lantik 4 Pejabat Eselon 2
Lampung Maju Bikin Indonesia Makin Terang!

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 20:51 WIB

‎JMSI Lampung dan La Nadiya Villa Pahawang Jalin Kerja Sama Vokasi dan Entrepreneurship

Senin, 12 Januari 2026 - 16:49 WIB

Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:02 WIB

Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian

Senin, 12 Januari 2026 - 16:00 WIB

Kamis Beradat Resmi Berlaku di Lampung, Bahasa Daerah dan Batik Jadi Identitas

Senin, 12 Januari 2026 - 15:53 WIB

Suherman Jabat Dishub Way Kanan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kepala Bapenda Way Kanan Diserahterimakan

Senin, 12 Jan 2026 - 16:49 WIB

#indonesiaswasembada

Polsek Way Serdang Laksanakan Colling Sistem Safari Subuh di Desa Kejadian

Senin, 12 Jan 2026 - 16:02 WIB

#indonesiaswasembada

Suherman Jabat Dishub Way Kanan

Senin, 12 Jan 2026 - 15:53 WIB