Kementerian Kebudayan dan JMSI Kolaborasi Kebudayaan

Rabu, 4 Maret 2026 | 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Dalam rangka memajukan kebudayaan nasional seperti yang diamanatkan UUD 1945, Kementerian Kebudayaan merasa perlu untuk merangkul sebanyak mungkin pihak, termasuk organisasi perusahaan pers seperti Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon percaya pada kredibilitas dan komitmen JMSI yang merupakan konstituen Dewan Pers menumbuhkembangkan kebudayaan nasional.

Hal itu disampaikan Fadli ketika menerima audiensi JMSI di Kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dalam pertemuan itu menegaskan pihaknya siap membangun komitmen dan berkolaborasi untuk mengangkat dan mempromosikan kebudayaan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri Fadli Zon menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya peran media dalam memperluas apresiasi serta promosi kebudayaan.

“Ini hal yang sangat baik, karena media dapat menjadi sarana apresiasi sekaligus promosi kekayaan budaya kita,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa penguatan kebudayaan memiliki landasan konstitusional yang kuat. Ia merujuk pada Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Baca Juga:  Messi Gagal Hantarkan Negaranya Juara Dunia 2026

Menurut Fadli, kebudayaan sebagai aspek immaterial harus ditempatkan sebagai fondasi sebelum membahas aspek material pembangunan sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945. Ia menekankan bahwa identitas, nilai, dan narasi kebangsaan merupakan dasar penting dalam memperkuat kedaulatan bangsa.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, saat ini tengah menghimpun dan mendigitalisasi cerita rakyat serta mitologi Nusantara.

“Cerita rakyat kita sangat banyak, termasuk mitologi. Ini yang sedang kami himpun dan digitalisasi. Jumlahnya sekitar 7.000,” katanya. Cerita-cerita tersebut tersebar dari Sabang hingga Papua dan dinilai memiliki potensi besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Ketua Umum JMSI Teguh mengatakan, kemampuan membangun narasi dari mitologi dan cerita rakyat perlu diperkuat agar dapat dibaca dan dipahami secara luas.

Dengan jaringan sekitar 900 perusahaan pers daring yang tergabung, Teguh meyakini JMSI dapat berkontribusi dalam promosi budaya secara berkelanjutan.

Selain penguatan narasi budaya, Fadli turut memaparkan sejumlah temuan sejarah yang tengah dikaji, termasuk titik pendaratan pertama saudagar Belanda Cornelis de Houtman di Banten. Ia menjelaskan bahwa pergeseran garis pantai akibat sedimentasi menyebabkan perbedaan posisi daratan sekitar satu kilometer dibandingkan peta lama.

Baca Juga:  Ini Kata Prof Li Renjun soal Indonesia dan Lampung Dimasa Depan

Di tingkat internasional, Indonesia juga tengah menunggu pengumuman dari UNESCO terkait pengakuan tempe sebagai warisan budaya Indonesia.

“Mungkin akhir tahun ini,” ujar Fadli. Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga sedang mengajukan sejumlah warisan budaya tak benda lainnya, termasuk kuliner seperti rendang, serta mendorong pendaftaran objek budaya benda selain batik ke UNESCO.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan media, diharapkan promosi dan penguatan kebudayaan Indonesia dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan di panggung global.

Usai pertemuan Fadli dan Teguh saling tukar buku. Kepada Teguh, Fadli menyerahkan buku “The Wonder of Indonesian Wayang” tentang koleksi wayang yang dimilikinya.

Adapun Teguh menyerahkan buku “Reunifikasi Korea: Game Theory” yang diangkat dari disertasinya di program doktoral HI Universitas Padjadjaran.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Peringatan HAN ke-42, Pemprov Lampung Dorong Budaya Perlindungan Anak di Semua Ruang
Ratu Hemas : RUU Daerah Kepulauan Perkuat Kebijakan Arah Pembangunan
Perry Warjiyo mundur Dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
Ukraina Tembak Kapal Dagang Iran, Menlu Seyed Desak UE Ambil Tindakan
PPPA Soroti Tantangan Pengasuhan di Era Digital
Menteri PPPA Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual
Revolusi Kuba Masih Relevan untuk Terus Digaungkan
Kompi III Gelar Patroli Pengamanan Tempat Ibadah

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:29 WIB

Peringatan HAN ke-42, Pemprov Lampung Dorong Budaya Perlindungan Anak di Semua Ruang

Senin, 27 Juli 2026 - 11:55 WIB

Ratu Hemas : RUU Daerah Kepulauan Perkuat Kebijakan Arah Pembangunan

Senin, 27 Juli 2026 - 10:21 WIB

Perry Warjiyo mundur Dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:46 WIB

Ukraina Tembak Kapal Dagang Iran, Menlu Seyed Desak UE Ambil Tindakan

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:25 WIB

Menteri PPPA Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual

Berita Terbaru

Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan dinilai menjadi pijakan penting untuk memastikan arah pembangunan Indonesia berjalan selaras dengan jati dirinya sebagai negara kepulauan.[Hs]

#indonesiaswasembada

Ratu Hemas : RUU Daerah Kepulauan Perkuat Kebijakan Arah Pembangunan

Senin, 27 Jul 2026 - 11:55 WIB

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan mundur dari jabatannya. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor BI.[Hs]

#indonesiaswasembada

Perry Warjiyo mundur Dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Senin, 27 Jul 2026 - 10:21 WIB

Ilustrasi Penembakan Kapal Iran oleh Ukraina

#indonesiaswasembada

Ukraina Tembak Kapal Dagang Iran, Menlu Seyed Desak UE Ambil Tindakan

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:46 WIB