Monev SSE UM-PTKIN, Panitia Nasional Pastikan Pelaksanaan Tes di UIN RIL Berjalan Tertib dan Sesuai SOP

Selasa, 9 Juni 2026 | 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026 melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung ICT UIN tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib dan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi bahan evaluasi teknis dan administratif penyelenggaraan SSE UM-PTKIN Tahun 2026.

Tim monitoring dari Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 terdiri dari Dr. Tri Cahyanto, M.Si., dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung selaku Anggota Pokja Penjaminan Mutu dan Miftahussai’diah, M.Pd., dari UIN Raden Fatah Palembang selaku Anggota Pokja Kesekretariatan.

Kedatangan tim monev diterima oleh Kepala UPT PTIPD, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Bagian Umum, serta tim PMB UIN RIL.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama panitia lokal, dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan SSE dan pelaksanaan ujiani. Tim juga melakukan observasi terhadap aspek teknis dan administrasi pelaksanaan ujian, diskusi bersama panitia lokal, serta evaluasi hasil monitoring.

Baca Juga:  Sultan Dorong Model Baru Pembangunan Daerah

Dr. Tri Cahyanto mengatakan secara umum pelaksanaan SSE UM-PTKIN di UIN RIL telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan panitia pusat.

“Saya lihat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan panitia pusat. Panitia juga sangat responsif melaksanakan SOP dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan UM-PTKIN di UIN RIL adalah optimalisasi layanan yang ramah bagi peserta difabel. Ia menilai penyediaan layanan bahasa dan pendampingan bagi peserta difabel merupakan praktik baik yang layak menjadi perhatian penyelenggara lain.

“Panitia juga mengoptimalkan layanan yang ramah difabel dengan memberikan layanan bahasa untuk peserta difabel. Ini praktik baik yang saya pikir bisa menjadi standar bagi seluruh penyelenggara,” katanya.

Tri menegaskan, prinsip dasar pelaksanaan ujian adalah continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Karena itu, berbagai praktik baik yang ditemukan selama monitoring perlu menjadi bahan evaluasi dan pengembangan pada penyelenggaraan berikutnya.

“Tentu prinsip dasar dari pelaksanaan ujian ini adalah continuous improvement. Kalau ada praktik-praktik baik yang layak dikembangkan, saya pikir harus diseminasikan. Apakah ke depan harus dilaksanakan secara lebih luas, ini menjadi catatan tim monev dan panitia pusat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya terkait SSE ramah difabel yang nantinya menjadi rekomendasi pengembangan.

Baca Juga:  Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global

Selain itu, tim monev mencatat perlunya pengembangan soal dan SSE yang lebih ramah difabel. Soal dapat dirancang setara atau equivalent dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan peserta berkebutuhan khusus, termasuk penggunaan paragraf yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Miftahussai’diah menambahkan, pendamping bagi peserta difabel perlu dipersiapkan sejak awal dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan materi ujian, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Kami merekomendasikan agar setiap penyelenggara menyiapkan pendamping yang menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk membantu peserta difabel yang membutuhkan,” katanya.

Tim monev juga memberikan sejumlah masukan terkait peningkatan kualitas layanan, fasilitas, infrastruktur, serta penguatan aspek quality assurance dalam penyelenggaraan SSE UM-PTKIN. Hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi Panitia Nasional PMB PTKIN untuk penyempurnaan pelaksanaan ujian pada tahun mendatang. ()


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB