Gubernur Mirza Minta APTISI Siapkan SDM Unggul

Minggu, 23 Agustus 2026 | 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APTISI Ditugaskan Cetak SDM Unggul, Adaptif dan Mampu Menjawab Lapangan Kerja [GJ]

APTISI Ditugaskan Cetak SDM Unggul, Adaptif dan Mampu Menjawab Lapangan Kerja [GJ]

BANDARLAMPUNG— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ekonomi di era transformasi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dan ramah tamah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) I Tahun 2026 yang digelar di Mahan Agung, Bandar Lampung, Sabtu (22/8/2026).

Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi Pemerintah Provinsi Lampung dengan jajaran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), para rektor perguruan tinggi swasta dari berbagai daerah di Indonesia, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Menurutnya, kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk memperkuat komunikasi dan membangun kerja sama yang lebih erat dalam pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh keluarga besar APTISI di Lampung. Terima kasih telah memilih Provinsi Lampung sebagai tempat pelaksanaan Rakernas APTISI Tahun 2026,” ujar Gubernur Mirza.

Kekayaan Daerah Harus Dibarengi SDM Unggul
Gubernur Mirza mengatakan, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Menurutnya, pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dorong Percepatan Survei Seismik 2D Gerbera untuk Buka Potensi Cadangan Migas Lampung

Ia mencontohkan kondisi Lampung yang memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam besar, tetapi masih menghadapi tantangan pada sektor kualitas SDM dan pendidikan.

“PDRB yang tinggi belum tentu bisa memakmurkan masyarakat. Kekayaan suatu daerah belum tentu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa adanya SDM yang unggul,” tegasnya.

Lampung, lanjutnya, memiliki kekuatan besar pada sektor pangan dan pertanian. Berbagai komoditas seperti padi, jagung, singkong, kopi, dan kakao menjadi bagian penting dari perekonomian daerah. Namun, potensi tersebut masih menghadapi persoalan rendahnya nilai tambah. Banyak komoditas Lampung yang keluar daerah dalam bentuk bahan mentah, kemudian kembali sebagai produk olahan dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

“Kesuburan tanah tidak otomatis meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, kita harus menghubungkan kekayaan sumber daya alam dengan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Menurut Gubernur Mirza, tantangan tersebut menjadi pekerjaan bersama, khususnya bagi pemerintah dan perguruan tinggi.

Pendidikan Harus Terhubung dengan Dunia Kerja

Gubernur Mirza juga menyoroti kesenjangan antara jumlah lulusan sekolah menengah dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan desain pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi.

Baca Juga:  Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Ia menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah, tetapi harus mampu melahirkan SDM yang memiliki kompetensi, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang usaha.

“Universitas harus beradaptasi dengan industri yang akan hadir di Provinsi Lampung. Kita harus menyiapkan SDM untuk bersaing, bukan hanya untuk mencari pekerjaan,” ujarnya.

Gubernur Mirza menyampaikan, pemerintah daerah tengah mendorong perubahan struktur ekonomi Lampung agar lebih inklusif, terutama melalui penguatan hilirisasi komoditas dan penciptaan lapangan kerja di tingkat desa. Ia mencontohkan potensi jagung yang tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi pakan ternak bahkan produk turunannya. Demikian pula singkong, kopi, kakao, dan berbagai komoditas pertanian lainnya yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

“Kenapa hilirisasi belum maksimal dilakukan di desa? Salah satunya karena kita kekurangan SDM yang memiliki kemampuan untuk mengolahnya,” jelasnya.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi
Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:23 WIB

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar

#indonesiaswasembada

Forum Bisnis BRICS 2026 Digelar di New Delhi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:23 WIB

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB