Merdeka Institute Kecam Pemerintah dalam Kasus Teror Ketua BEM UGM

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA –Merdeka Institute mempertanyakan sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi munculnya teror dan intimidasi terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, setelah melontarkan kritik keras terhadap kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi justru mempermasalahkan etika dan adab dalam memberikan kritik ke pemerintah. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar, dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Seperti diketahui, Mensesneg Prasetyo Hadi meminta para aktivis mahasiswa menghindari kata-kata yang dianggap tidak sopan dalam melakukan kritik. “Penyampaian pendapatnya enggak ada masalah, tapi caranya itu kan juga itu perlu menjadi pelajaran bagi kita semua kan. Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan, Rabu (18/2).

Baca Juga:  Lampung Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi

Menurut Mulia Siregar, statemen Mensesneg melenceng dari substansi kritik yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa, yakni terkait kasus bunuh diri anak di NTT. BEM UGM menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang bodoh karena memangkas dana pendidikan, padahal masih banyak masyarakat yang tak mampu menjangkau pendidikan, dan informasi ini diduga tidak sampai ke Presiden.

Merdeka Institute, kata Mulia, mencatat tiga hal untuk menanggapi statemen Mensesneg. Pertama, pemerintah seolah menganggap ringan kasus teror dan ancaman terhadap aktivis yang mengkritisi kebijakan pemerintah. “Alih-alih turut prihatin dengan adanya teror, Mensesneg justru mempermasalah diksi dalam mengemukakan kritik,” tegas Mulia.

Kedua, lanjut Mulia, Mensesneg seolah mentoleransi adanya teror dan intimidasi terhadap para aktivis hanya karena mengkritik pemerintah dengan kata-kata keras. Bukannya mengecam peneror, Mensesneg justru mengajari aktivis yang diteror cara mengkritik yang menurutnya baik dan benar.

Baca Juga:  Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

“Padahal, yang membuat Ketua Umum BEM UGM diteror lebih karena mereka berkirim surat ke Unicef terhait kasus anak bunuh diri. Kasus ini memang sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian bersama,” tegasnya.

Ketiga, sikap Mensesneg yang menganggap ringan dan mentoleransi teror terhadap aktivis, menurut Mulia, merupakan “alarm merah” bagi kehidupan demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin Undang-undang.

“Masyarakat dan mahasiswa turun ke jalan menggelorakan Reformasi tahun 1998 karena salah satunya memperjuangkan kebebasan berpendapat. Sikap pemerintah bertolak-belakang dengan hal itu. Apa memang mau kembali seperti zaman Orba,” tandasnya.

Terkait hal ini, Merdeka Institute mengajak seluruh elemen masyarakat dan aktivis mahasiswa untuk bersama-sama mewaspadai upaya-upaya mentoleransi teror, ancaman, dan intimidasi kepada para pengritik kebijakan pemerintah. “Kita harus lawan bersama,” tutupnya.[]


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Raperda APBD Lampung 2027, Fokus Belanja Prioritas dan Pelayanan Publik
Menhan AS Diam-diam Temui Netanyahu
Didukung Trump, Dilawan Inggris dan Belanda, Netanyahu Diujung Tanduk
Wagub Jihan Nurlela Minta Percepatan Penanggulangan TBC
Sekjen PBB Serukan Reformasi Dewan Keamanan 
Klarifikasi PT BTB Terkait Kebakaran Disekitar KM 132
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak
WFP PBB Pangkas Bantuan untuk 500.000 Orang di Gaza

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Raperda APBD Lampung 2027, Fokus Belanja Prioritas dan Pelayanan Publik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Menhan AS Diam-diam Temui Netanyahu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Didukung Trump, Dilawan Inggris dan Belanda, Netanyahu Diujung Tanduk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wagub Jihan Nurlela Minta Percepatan Penanggulangan TBC

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Sekjen PBB Serukan Reformasi Dewan Keamanan 

Berita Terbaru

Berita Utama

Menhan AS Diam-diam Temui Netanyahu

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:16 WIB

Berita Utama

Wagub Jihan Nurlela Minta Percepatan Penanggulangan TBC

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:41 WIB

Sekjen PBB dan Prabowo di Hambalang [Sekneg]

Berita Utama

Sekjen PBB Serukan Reformasi Dewan Keamanan 

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:33 WIB