Menjaga Warisan Lampung Melalui Tradisi Nyeruit

Minggu, 31 Mei 2026 | 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERUIT adalah makanan tradisional khas Lampung yang berbahan dasar ikan bakar atau goreng yang dicampur dengan sambal terasi, tempoyak (fermentasi durian), atau mangga muda.

Berasal dari kata “nyeruit” (makan bersama-sama), hidangan ini melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan nilai kekeluargaan masyarakat Lampung.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai kuliner legendaris yang lezat ini:

Bahan Utama Seruit

Ikan Air Tawar / Laut: Biasanya menggunakan ikan seperti baung, belida, mas, patin, atau layang yang dibakar atau digoreng.

Sambal Terasi: Campuran cabai, terasi, bawang, dan tomat yang diulek.

Baca Juga:  Bupati Saleh Asnawi Beri Karpet Merah Buat Investor di Tanggamus

Tempoyak: Fermentasi durian yang memberikan rasa asam, manis, dan creamy yang khas. Bisa juga diganti dengan mangga kweni muda.

Pelengkap: Aneka lalapan (daun singkong rebus, kemangi, terong, dll) dan nasi hangat.

Cara Makan Tradisional (Nyeruit)

Keunikan kuliner ini tidak hanya pada bahan masakannya, tetapi pada cara menyantapnya. Semua komponen (ikan yang sudah disuwir, sambal, tempoyak, lalapan, dan nasi) akan dicampur dan diaduk langsung menggunakan tangan di atas nampan atau tampah besar. Setelah itu, hidangan dimakan bersama-sama sambil duduk melingkar.

Baca Juga:  Kalah dari Afrika, Peluang Korsel Lolos Tipis

Budaya dan Filosofi

Dikenal sebagai makanan raja di Tanah Lada, seruit selalu hadir dalam perayaan adat, pesta pernikahan, hingga acara kumpul keluarga besar. Menikmati seruit lebih dari sekadar urusan perut, melainkan menjadi identitas budaya Lampung yang kental akan nilai gotong royong dan keakraban.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Bandar Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dekranasda Provinsi Lampung Perkuat Industri Kreatif, Batik Keris Jadi Etalase Wastra Khas Daerah
Cegah Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam
Bandar Lampung Expo Jadi Ruang Strategis Perdagangan, Pariwisata, dan Ekraf
Perkuat FTP, Haiko Sediakan Pangkalan Perawatan Pesawat One-stop
Tiongkok Berhasil Integrasikan Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan
Gelar Jumat Curhat di Desa Margo Jadi, Polres Mesuji Bagikan Sembako dan Himbau Cegah Karhutla 
Gubernur Lampung Ajak Pesawaran Perkuat Kolaborasi dan Tingkatkan Kualitas SDM
Raih WTP 16 Kali berturut-turut, KemenP2MI Banjir Apresiasi dari Komisi IX DPR RI

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:31 WIB

Dekranasda Provinsi Lampung Perkuat Industri Kreatif, Batik Keris Jadi Etalase Wastra Khas Daerah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:20 WIB

Cegah Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:11 WIB

Bandar Lampung Expo Jadi Ruang Strategis Perdagangan, Pariwisata, dan Ekraf

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:32 WIB

Perkuat FTP, Haiko Sediakan Pangkalan Perawatan Pesawat One-stop

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:25 WIB

Tiongkok Berhasil Integrasikan Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Cegah Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Sabtu, 18 Jul 2026 - 20:20 WIB

Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyelenggarakan Bandar Lampung Expo sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus etalase promosi potensi daerah.[De]

#indonesiaswasembada

Bandar Lampung Expo Jadi Ruang Strategis Perdagangan, Pariwisata, dan Ekraf

Sabtu, 18 Jul 2026 - 10:11 WIB

#indonesiaswasembada

Perkuat FTP, Haiko Sediakan Pangkalan Perawatan Pesawat One-stop

Sabtu, 18 Jul 2026 - 08:32 WIB

#indonesiaswasembada

Tiongkok Berhasil Integrasikan Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan

Sabtu, 18 Jul 2026 - 08:25 WIB