SERUIT adalah makanan tradisional khas Lampung yang berbahan dasar ikan bakar atau goreng yang dicampur dengan sambal terasi, tempoyak (fermentasi durian), atau mangga muda.
Berasal dari kata “nyeruit” (makan bersama-sama), hidangan ini melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan nilai kekeluargaan masyarakat Lampung.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai kuliner legendaris yang lezat ini:
Bahan Utama Seruit
Ikan Air Tawar / Laut: Biasanya menggunakan ikan seperti baung, belida, mas, patin, atau layang yang dibakar atau digoreng.
Sambal Terasi: Campuran cabai, terasi, bawang, dan tomat yang diulek.
Tempoyak: Fermentasi durian yang memberikan rasa asam, manis, dan creamy yang khas. Bisa juga diganti dengan mangga kweni muda.
Pelengkap: Aneka lalapan (daun singkong rebus, kemangi, terong, dll) dan nasi hangat.
Cara Makan Tradisional (Nyeruit)
Keunikan kuliner ini tidak hanya pada bahan masakannya, tetapi pada cara menyantapnya. Semua komponen (ikan yang sudah disuwir, sambal, tempoyak, lalapan, dan nasi) akan dicampur dan diaduk langsung menggunakan tangan di atas nampan atau tampah besar. Setelah itu, hidangan dimakan bersama-sama sambil duduk melingkar.
Budaya dan Filosofi
Dikenal sebagai makanan raja di Tanah Lada, seruit selalu hadir dalam perayaan adat, pesta pernikahan, hingga acara kumpul keluarga besar. Menikmati seruit lebih dari sekadar urusan perut, melainkan menjadi identitas budaya Lampung yang kental akan nilai gotong royong dan keakraban.
Penulis : Desty Efriyani
Editor : Nara
Sumber Berita : Bandar Lampung

















