Membangkitkan Pariwisata Indonesia Dari Sumatera

Jumat, 21 Oktober 2022 | 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Fathul Muin, Wakil Pemimpin Redaksi Lintas Lampung

Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, bahkan sektor ini sangat berperan dalam menyumbang laju pertumbuhan ekonomi nusantara.  Berjuta keindahan alam, kultur, dan warisan leluhur Indonesia yang orisinil adalah nilai lebih yang menyebabkan bangsa ini terus tumbuh dan berkembang.

Bahkan,  sektor pariwisata menempati posisi nomor empat dalam menyumbang devisa Negara setelah minyak, batu bara dan kelapa sawit. Jika dilihat dan dianalisa, pariwisata merupakan sektor jasa berbasis kreatif. Indonesia dengan potensi pariwisata yang sangat kaya seharusnya bisa memaksimalkan potensi sektor ini sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Apalagi pariwisata adalah industri yang lebih ramah lingkungan. Jika menjual keindahan alamnya saja cukup, mengapa harus merusak atau mengambilnya.

Dunia mengakui bahwa potensi pariwisata Indonesia sangatlah luar biasa dan beragam. Potensi area wisatadi Indonesia setidaknya sangat lengkap karena memiliki Attractive, Amenities atau fasilitas, dan Accessibilities. Sehingga, kedepan perlu adanya optimalisasi dalam pengembangan potensi pariwisata yang ada di setiap daerah.

Jangan sampai, potensi alam dan wisata yang ada di tanah air tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat. Sedangkan ada daerah dan Negara yang tidak memiliki potensi alam yang cukup tapi mampu dikembangkan menjadi tempat wisata yang mempesona dan mampu menarik wisatawan dari berbagai tempat.

Prospek Pariwisata Sumatera

Kekayaan alam dan wisata di Indonesia terdapat di berbagai daerah, salah satunya adalah di Pulau Sumatera. Pulau yang memliki sembilan provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Lampung ini secara umum memiliki letak geografis yang sangat strategis karena dikelilingi perairan sehingga menjadi nilai tambah tersendiri bagi pulau ini. Terdapat banyak pantai indah yang berderet di sepanjang garis pantai pulau sumatera.

Di Provinsi Aceh misalnya, memiliki potensi alam dan pariwisata yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.  Trend paling menjanjikan di Aceh saat ini adalah kontribusi dan antusiasme pelaku usaha pariwisata berinvestasi, mulai dari perhotelan sampai pengembangan objek dan destinasi wisasta, serta usaha travel dan penyedia jasa pariwisata lainnya.

Baca Juga:  Buku Jalan Damai Nasaruddin Umar Diluncurkan, Rektor UIN Angkat Spiritualitas Tanpa Sekat Agama

Mereka berinvestasi di aspek amenitas dan atraksi pariwisata dan kini hasilnya berkembang cukup signifikan di daerah ini mulai dari hotel, restoran/rumah makan, cafe, pusat suvenir, rumah makan, biro perjalanan wisata, penyelenggaraan outbond, arung jeram, camping, wisata kopi dan lainnya.

Begitu juga dengan Provinsi Sumatera Utara juga memiliki banyak potensi pariwisata yang besar dan unik. Seperti Danau Toba yang merupakan Danau terluas di Indonesia. Pulau ini merupakan pulau vulkanik dengan ketinggian seribu meter di atas permukaan laut. Begitu juga dengan Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Lampung yang  potensi wisatanya tidak kalah dahsyat.

Pulau Sumatera memiliki potensi wisata yang sangat besar karena selain daerah perairan, pulai ini juga memiliki banyak sekali gugusan pulau-pulau kecil. Masih banyak dari pulau-pulau kecil ini yang belum tersentuh oleh industri pariwisata. Pulau Sumatera juga memiliki keanekaragaman hayati yang tentunya juga memiliki kaitan erat dengan pariwisata. Pulau Sumatera dilewati garis khatulistiwa. Oleh karena itu, sumatera kaya akan hutan hujan tropis yang luasnya mencapai 2,5 juta hektare.

Hutan hujan tropis sumatera juga menjadi habitat dari beberapa spesies endemik yang cukup langka diantaranya seperti Badak Sumatera, Gajah Sumatera, dan Harimau Sumatera. Belum lagi kekayaan budaya di Sumatera yang juga sangat luar biasa. Masyarakat Sumatera terdiri atas aneka ragam suku dan etnik. Masing-masing suku memiliki ciri khasnya sendiri, baik itu dalam hal pakaian adat, upacara adat, tradisi, makanan khas, rumah adat, tarian tradisional, bahasa, lagu daerah, mata pencaharian, sistem sosial dan juga sistem pernikahan. Keragaman tersebut menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera sehingga menambah pendapatan ekonomi daerah dan pusat.

Baca Juga:  Jamal: Jangan Biarkan Politik Memecah Persaudaraan Rakyat

Kolaborasi Pariwisata

Kemajuan sektor pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara bersama-masa, baik masyarakat, pelaku industry, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Pariwisata bisa bangkit dan berkembang dengan cara kolaborasi. Untuk membangkitkan dan terus mengembangkan sektor pariwisata di Sumatera dan Indonesia harus memerlukan kolaborasi lintas sektoral.

Kolaborasi antara pelaku industri pariwisata harus diperkuat untuk semaksimal mungkin memanfaatkan peluang, terlebih di masa liburan agar mampu bangkit dan ikut mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Pelaku pariwisata yang memiliki jaringan internasional harus berkolaborasi dengan pengelola wisata lokal yang dikembangkan masyarakat. Begitu juga pemerintah pusat dan daerah harus memiliki strategi dan kebijakan khusus dalam rangka membangkitkan sektor pariwisata.

Kolaborasi merupakan sebuah konsep pendekatan yang komprehensif. Melibatkan seluruh stakeholder, baik itu Pemerintah, swasta, masyarakat, lembaga usaha dan Universitas. Dengan perkembangan platform digital saat ini, tentunya dapat dijadikan sebuah langkah untuk meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian di sektor pariwisata. Pemerintah juga perlu terus melakukan promosi wisata yang ada di daerah dan di Indonesia dengan melibatkan konten creator dan dengan cara yang semenarik mungkin.

Terakhir, meski sektor pariwisata, keanekaragaman hayati dan kebudayaan di Sumatera dan Indonesia sangat luar biasa, namun persoalan-persoalan yang masih ada di lapangan harus segera dicarikan jalan keluaranya, salah satunya adalah aksesibilitas yang kurang memadai dan belum terintegrasi dengan baik sehingga menjadi penghambat dalam percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat di Sumatera secara khusus dan Indonesia secara umum. Jika pemerintah daerah dan pemerintah pusat mampu mengatasi persoalan tersebut dan mampu berkolaborasi dengan swasta dan masyarakat, maka pariwisata di Sumatera akan bangkit dan melejit sehingga menambah pemasukan perekonomian Negara. (*)

#Dibuat Untuk Mengikuti Lomba JMSI Award

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

‘Secancanan’ Angkat Industri Kreatif Lampung
Kapolres Mesuji Apresiasi Prestasi Para Peserta Lomba PKS Tingkat SMP, SMA dan SMK
Kejari Way Kanan Ikuti Rangkaian Peringatan HUT ke-XXVI IAD dan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 Tahun 2026.
Duka di Yahukimo: Lagi, Tiga Warga Sipil jadi Korban
Diskominfotik Lampung Jajaki Kerja Sama dengan UIN Raden Intan untuk Perkuat Ekosistem Data Daerah
Pemprov Lampung Matangkan Program Kelas Migran Vokasi 2026/2027, Siapkan SDM Berdaya Saing Global
Nurhadi Soroti Rangkap Jabatan Sudaryono, Minta Kinerja BGN Tak Terganggu
Konsultasi Publik KLHS RDTR Tahap I Lampung Utara Serap Ide-ide Strategis

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:20 WIB

‘Secancanan’ Angkat Industri Kreatif Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:30 WIB

Kapolres Mesuji Apresiasi Prestasi Para Peserta Lomba PKS Tingkat SMP, SMA dan SMK

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:32 WIB

Kejari Way Kanan Ikuti Rangkaian Peringatan HUT ke-XXVI IAD dan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 Tahun 2026.

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:56 WIB

Duka di Yahukimo: Lagi, Tiga Warga Sipil jadi Korban

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:25 WIB

Diskominfotik Lampung Jajaki Kerja Sama dengan UIN Raden Intan untuk Perkuat Ekosistem Data Daerah

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

‘Secancanan’ Angkat Industri Kreatif Lampung

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:20 WIB

#indonesiaswasembada

Duka di Yahukimo: Lagi, Tiga Warga Sipil jadi Korban

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:56 WIB