Masyarakat Apresiasi Program Pemerintah untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Senin, 25 Juli 2022 | 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berkah Pandemi

Sementara itu, Peneliti INDEF Nailul Huda, pada Kamis (25/7) mengungkapkan bahwa pandemi covid-19 menjadi ‘blessing in disquise’ bagi perempuan, dimana pola belanja masyarakat berubah dari offline ke online. Kesempatan ini digunakan perempuan pelaku UMKM berdaya dari rumah, menggunakan gawai mereka, meski sederhana untuk mulai berbisnis.

“Studi kami juga menemukan bahwa UMK beralih ke platform digital karena hal tersebut membantu mereka dalam mempertahankan dan memperluas jangkauan pelanggan dengan dukungan layanan pengiriman bawaan yang penting untuk mengatasi pembatasan jarak fisik selama pandemi,” jelas Head of Programmes, UN Women Indonesia, Dwi Faiz.

Baca Juga:  Kasus Lp Cibinong, Dirjenpas Mundur

Menurut laporan dari UN Women, 58% usaha mikro perempuan menggunakan internet, 42% tidak menggunakan internet, 68% usaha kecil perempuan menggunakan internet dan 32% tidak menggunakan internet. Hal ini senada dengan Nailul, yang mengatakan ada gap penggunaan teknologi dan kepemilikan gawai antara laki-laki dan perempuan.

“Pertama akses internet di kaum perempuan lebih rendah dengan laki laki, kepemilikan gawai yang canggih, misalnya komputer, laptop, masih di laki-laki. Peluang dari perempuan muncul dari gawai yang lebih sederhana,“ kata Nailul.

Baca Juga:  Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia

Perempuan, hanya dengan sosial media dan juga aplikasi chat, bisa mulai berbisnis. Apalagi jika mereka sudah lebih melek teknologi dan masuk ke dunia e-commerce.

UN Women melihat, banyak perempuan yang sudah menggunakan teknologi, namun belum menggunakannya secara optimal. “Kami melihat pentingnya memberdayakan lebih banyak perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat memperoleh manfaat penuh dari ekonomi digital, yang salah satunya kami lakukan melalui program terbaru kami yaitu Together Digital,” pungkas Dwi Faiz. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK
Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan
2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza
Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU
Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film
Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo
BNPB Hormati Proses Hukum KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai
Hetifah : Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film

Berita Terbaru

Bencana

Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:19 WIB

Bencana

Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:45 WIB

Seorang warga Palestina terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua)

Berita Utama

2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:00 WIB