Mantan Wakil Rektor UBK: Larangan Retreat, Sinyal Ada Negara Partai di Dalam NKRI

Sabtu, 22 Februari 2025 | 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANUVER Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melarang kader partainya yang terpilih sebagai kepala daerah untuk mengikuti retreat yang diselenggarakan pemerintah pusat di Akademi Militer, Magelang, disayangkan banyak kalangan.

Larangan itu dikeluarkan Megawati karena Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Kamis kemarin, 20 Februari 2025. Hasto diduga terlibat dalam kasus suap dan pelarian kader partai banteng Harun Masiku.

Pengamat politik Teguh Santosa menilai larangan Megawati itu adalah pendidikan politik dan pendidikan hukum yang tidak baik serta bernuansa sabotase dan ajakan pembangkangan terhadap upaya pemerintah membangun kohesivitas pemerintahan.

“Perintah Ibu Mega membuat kesan seolah-olah ada negara di dalam negara, ada negara partai di dalam NKRI. Ini tidak boleh terjadi karena bisa berdampak buruk tidak hanya pada urusan politik dan pemerintahan tapi juga pada urusan pelayanan publik yang menjadi tugas utama pemerintah baik di pusat maupun daerah,” ujar mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) ini ketika ditemui redaksi di kegiatan “Sarasehan Alumni: Sinergi Unpad Menuju 300 Dunia” di Bale Sawala, Unpad, Jatinangor, Sabtu, 22 Februari 2025.

Baca Juga:  Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat

Lebih lanjut alumni Jurusan Ilmu Pemerintahan Unpad ini mengatakan, sebaiknya Megawati fokus memaksimalkan upaya hukum yang tersedia untuk membantu membuktikan bahwa Hasto yang merupakan kader kesayangannya tidak bersalah dalam kasus yang dituduhkan.

“Sebagai mantan presiden yang ikut mendorong kelahiran KPK, Ibu Mega semestinya mengirimkan pesan yang positif dan konstruktif kepada rakyat dalam upaya menegakkan hukum. Bukan memperkeruh keadaan dengan mengoplos hukum dan politik,” ujar Teguh lagi.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Lampung Selatan, Gubernur Mirza Gaungkan Semangat Kemandirian Santri

Di sisi lain, Teguh mengingatkan kader PDIP yang dilarang Megawati ikut retreat kepala daerah bahwa hubungan pemerintah pusat dan daerah bersifat integral, struktural, dan fungsional, serta menciptakan kewenangan yang saling melengkapi dalam konteks melayani rakyat.

Kader setiap partai semestinya menyadari bahwa setelah terpilih sebagai kepala daerah pengabdian terbesar mereka adalah pada rakyat.

“Apalagi kader PDIP pasti tahu tentang kisah Bung Karno yang setelah jadi presiden menyerahkan hidup dan matinya untuk rakyat, bukan untuk partai yang dia dirikan,” demikian Teguh. []


Penulis : Heri


Editor : Nara


Sumber Berita : Jakarta, JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal
PM Italia: Belanja Keamanan Penting
Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil
Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 13:19 WIB

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 November 2026 - 12:34 WIB

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 November 2026 - 09:36 WIB

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 November 2026 - 07:43 WIB

30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding

Berita Terbaru

Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Iran, pada 29 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 Nov 2026 - 13:19 WIB

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara dalam sebuah konferensi pers di Roma, Italia, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 Nov 2026 - 12:34 WIB

Bandar Lampung

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 Nov 2026 - 09:36 WIB

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB