Mahasiswa FEBI UIN RIL Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Mariska Safitri, dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung Tahun 2026 pada ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung.[De]

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Mariska Safitri, dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung Tahun 2026 pada ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung.[De]

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Mariska Safitri, dinobatkan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung Tahun 2026 pada ajang yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung.

Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (23/05/2026).

Mariska mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Terlebih, dirinya menjadi finalis termuda atau mahasiswa baru di antara peserta lain yang mayoritas merupakan mahasiswa semester akhir, pekerja profesional, hingga mahasiswa program magister.

“Senang dan bersyukur sekali bisa meraih predikat favorit, meskipun belum masuk lima besar. Apalagi saya termasuk finalis termuda karena masih mahasiswa baru, sementara peserta lain rata-rata sudah semester delapan, bekerja, bahkan ada yang menempuh pendidikan S2,” ujarnya.

Mahasiswa Akuntansi Syariah angkatan 2025 itu mengaku sempat merasa kurang percaya diri selama masa karantina karena melihat pengalaman para finalis lain yang jauh lebih banyak. Selain itu, UIN RIL juga telah dua tahun berturut-turut meraih predikat Duta Bahasa Favorit.

“Awalnya saya merasa takut karena UIN RIL sudah dua tahun berturut-turut menjadi favorit. Saya khawatir tidak bisa mempertahankan capaian senior-senior sebelumnya. Selama karantina tentu ada rasa minder karena pengalaman peserta lain jauh lebih banyak. Namun, saya tetap berusaha menjalani semuanya dengan semangat karena sebagai mahasiswa baru saya masih dalam tahap belajar,” katanya saat diwawancarai Tim Humas, Minggu (24/05/2026).

Mariska diketahui merupakan penerima beasiswa Bright Scholarship dari YBM BRILiaN dan tinggal di asrama. Ia mengatakan proses karantina yang dimulai sejak awal April hingga 22 Mei cukup menyita waktu, terutama kegiatan malam dan tugas kelompok.

“Saya tinggal di asrama sehingga memang memiliki keterbatasan waktu untuk keluar malam. Namun, alhamdulillah teman-teman asrama dan kepala asrama sangat mendukung sehingga saya tetap bisa mengikuti kegiatan karantina dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan lain datang karena sebagian besar agenda karantina berlangsung pada akhir pekan, sementara dirinya juga memiliki kegiatan pembinaan dan pengabdian bersama penghuni asrama.

“Bagi sebagian finalis, karantina pada Sabtu dan Minggu mungkin tidak mengganggu kegiatan kuliah. Namun bagi saya, akhir pekan justru merupakan waktu untuk kegiatan asrama, seperti pembinaan dan kegiatan kemasyarakatan. Meski demikian, seluruh rangkaian karantina terasa menyenangkan karena para finalis dan panitia memiliki energi positif sehingga rasa lelah tidak terlalu terasa,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pemkab Lamtim Siap Sukseskan HPN-Porwanas 2027

Dalam proses seleksi, peserta melewati lima tahapan, mulai dari pemberkasan yang meliputi esai dan curriculum vitae, penampilan bakat, tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawancara kebahasaan dan organisasi, hingga tahap akhir berupa krida kelompok dan wawancara final. Pada tahap unjuk bakat, Mariska menampilkan bakat story telling atau bercerita dalam bahasa Inggris.

Mariska menyebut pada tes UKBI dirinya berhasil meraih predikat sangat unggul. Pada tahap krida, kelompoknya membuat program pembinaan kebahasaan dan peta kebahasaan melalui aplikasi Roblox. Krida sendiri merujuk pada berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan bahasa dan sastra.

Sebanyak 189 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, 76 peserta berhasil melewati UKBI dengan predikat minimal unggul sebelum akhirnya terpilih 20 finalis terbaik yang mengikuti tahap krida duta bahasa.

Perempuan asli suku Lampung asal Ogan Lima, Lampung Utara itu mengaku ketertarikannya mengikuti ajang tersebut berawal dari kecintaannya terhadap budaya Lampung.

“Awalnya karena saya menyukai budaya Lampung, terlebih saya merupakan orang Lampung asli. Saya menyadari bahwa meskipun berasal dari Lampung, saya sendiri belum aktif menggunakan bahasa Lampung. Setelah menjadi finalis, saya juga menyadari masih banyak hal yang perlu saya pelajari terkait penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari situ saya semakin termotivasi untuk mendalami ilmu kebahasaan,” lanjutnya.

Saat ditanya mengenai pengalaman paling berkesan selama mengikuti karantina, Mariska mengatakan lingkungan para finalis dan panitia sangat suportif dan mendorong satu sama lain untuk berkembang bersama.

“Lingkungannya sangat suportif, sehingga kami merasa seperti keluarga yang tumbuh bersama, bukan saling menjatuhkan. Saya juga mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai bahasa Indonesia yang sebelumnya belum saya ketahui,” ujarnya.

Mariska yang juga merupakan anggota UKM Bahasa UIN RIL itu mengaku ingin membawa tema literasi finansial setelah terpilih sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

“Karena saya berasal dari FEBI, saya ingin mengusung tema literasi finansial. Nantinya akan ada program lembar finansial kreatif yang berisi edukasi dan penyuluhan mengenai pengelolaan keuangan, bukan hanya sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga bagaimana menganalisis prioritas kebutuhan dan pengambilan keputusan finansial. Menurut saya, anak muda saat ini, khususnya mahasiswa perantauan, masih perlu meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan,” jelasnya.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk meraih kesempatan di tingkat internasional.

“Saya memiliki keinginan untuk mencoba kesempatan di tingkat internasional. Sebelumnya saya sempat diterima dalam delegasi internasional, namun belum dapat berangkat karena beberapa kendala. Hal itu justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus mencoba kembali,” tambahnya.

Dalam Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai materi keorganisasian, wicara publik, dan wawasan kedutaan. Melalui pembekalan tersebut, para finalis dipersiapkan menjadi generasi muda yang berkarakter, berwawasan, dan mampu menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa.

Peserta yang lolos juga wajib memiliki predikat minimal unggul dalam UKBI. Mereka kemudian mengikuti tahapan wawancara yang menguji kemampuan berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Lampung hingga akhirnya terpilih 20 finalis terbaik.

Hadir dalam malam puncak penganugerahan tersebut Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, jajaran Balai Bahasa Provinsi Lampung, Ketua Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN RIL Dr. H. Ridwansyah, M.E.Sy., serta Duta Raden Intan Tahun 2026 dan 2024, termasuk para Duta Bahasa Favorit yang turut memeriahkan acara.

Sebagai informasi, UIN RIL berhasil menorehkan prestasi selama tiga tahun berturut-turut melalui mahasiswa yang meraih predikat Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung.

Malam puncak penganugerahan juga dimeriahkan dengan penampilan tari kreasi adat Lampung dari 20 finalis serta penyampaian gagasan dan program kerja di hadapan dewan juri dan tamu undangan. Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai dan berbagai hadiah lainnya dari sponsor, termasuk logam mulia dari Galeri 24.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB