LSM KPPP Kecam Perilaku Perusahaan Kandang Ayam Pada Masyarakat Madukoro

Senin, 19 Februari 2024 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Pasca penolakan pembangunan kandang ayam petelur skala besar di Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara, kini giliran elemen masyarakat Kabupaten setempat soroti keberadaan kandang yang diduga tak mengantongi izin masyarakat.

Ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Pemantau Pelaksanaan Pembangunan (LSM KPPP), Nasril Subandi mengecam perilaku pengusaha kandang ayam petelur yang dianggap semena-mena pada masyarakat desa Madukoro. Dirinya beranggapan kegiatan pembangunan usaha tanpa berkoordinasi dan sosialisasi dengan masyarakat setempat, sudah cacat hukum. Sebab, jika terjadi gejolak dimasyarakat, izin usaha perlu ditinjau ulang kembali.

“Setiap akan mendirikan usaha ditengah lingkungan masyarakat yang bukan masuk dalam kawasan industri, seyogyanya perusahaan atau perwakilan harus mengantongi izin yang benar-benar dari masyarakat bukan segelintir kelompok saja. Kegiatan sosialisasi juga harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum bangunan usaha didirikan. Atau jangan-jangan usaha itu ilegal dan cacat hukum,” kata Bang Mas, sapaan karibnya, kepada media ini, Sabtu, (17/02).

Baca Juga:  Potensi Penurunan Revenge Tourism Harus Diantisipasi dengan Langkah yang Tepat

Masih kata dia, dalam sosialisasi kepada masyarakat, perusahaan harus fokus pada pemahaman pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan tanggung jawab pada aspek lingkungan. Nantinya CSR harus diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan harus benar-benar berdampak positif bagi lingkungan.

“Jangan ditutup-tutupi soal kewajiban perusahaan pada masyarakat disana. CSR itu wajib hukumnya, dan angkanya pun jelas, sudah diatur besaran persentase dari keuntungan perusahaan selama satu tahun, jadi selama perusahaan itu beroperasi, CSR tidak boleh berhenti alias harus terus disalurkan. Yang jadi pertanyaan, sudahkah CSR dikeluarkan oleh perusahaan yang sudah beroperasi usahanya disana? patut diduga beberapa usaha kandang disana belum pernah disalurkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kajari Bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Lampung Utara Bagikan 500 Paket Takjil

Bahkan, kata dia, perusahaan juga memiliki kewajiban pada pemerintah daerah setempat. Perusahaan memiliki kewajiban pelaporan berkala, mulai dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan pelaporan manajemen limbah yang ditimbulkan oleh usaha kandang ayam petelur disana.

“Jangan lupa, perusahaan juga punya kewajiban pada Pemkab setempat. Harus tertib administrasi pelaporan, LKPM dilaporkan berkala, begitu juga soal limbahnya. Ada limbah cair (B3) yang dihasilkan disana, bahkan pencemaran udara (polusi) dari uap feses yang bakal dirasakan dampaknya pada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca Juga:  Pencuri Handphone Istri Kades di Lampura Dibekuk Polisi

“Perusahaan harus menghentikan pembangunan usaha disana sebelum bertatap muka langsung dengan masyarakat. Selesaikan dulu kewajiban mereka pada masyarakat, baru mereka bisa melanjutkan pembangunan. Kalaupun ada gejolak, Pemerintah Daerah harus mengkaji dan meninjau ulang izin usaha perusahaan, bila perlu dibekukan, dan dilarang untuk beroperasi selamanya,” tandasnya.##


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Polisi Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Tersangka di Dalam Bui
Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketum PBB
Biji Labu dan Bayam Ternyata Menyuburkan Sperma…
Gak Jadi Hamil dan Anak, Kalau Sperma Encer!
Tips Langsing Buat “Bro and Sis”, Ayo Lakukan
Sule Ancam Rizky Febian Saat Wejangan Nikah
Tokoh Nasional, Tokoh Pers Salim Said Wafat
Gandeng JMSI, Dewan Pers Sambangi Unpad

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:08 WIB

Polisi Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Tersangka di Dalam Bui

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:42 WIB

Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketum PBB

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:27 WIB

Biji Labu dan Bayam Ternyata Menyuburkan Sperma…

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:14 WIB

Gak Jadi Hamil dan Anak, Kalau Sperma Encer!

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:01 WIB

Tips Langsing Buat “Bro and Sis”, Ayo Lakukan

Minggu, 19 Mei 2024 - 06:19 WIB

Tokoh Nasional, Tokoh Pers Salim Said Wafat

Sabtu, 18 Mei 2024 - 23:39 WIB

Gandeng JMSI, Dewan Pers Sambangi Unpad

Sabtu, 18 Mei 2024 - 20:22 WIB

Ramdhan: Penggunaan APBD Kota Sesuai Aturan

Berita Terbaru

Berita Utama

Polisi Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Tersangka di Dalam Bui

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:08 WIB

Berita Utama

Yusril Ihza Mahendra Mundur dari Ketum PBB

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:42 WIB

Berita Utama

Biji Labu dan Bayam Ternyata Menyuburkan Sperma…

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:27 WIB

Berita Utama

Gak Jadi Hamil dan Anak, Kalau Sperma Encer!

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:14 WIB

Berita Utama

Tips Langsing Buat “Bro and Sis”, Ayo Lakukan

Minggu, 19 Mei 2024 - 08:01 WIB