Legitimasi Hasil Pemilu 2024, Partisipasi Rakyat Mengawal

Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan masyarakat bahwa Pemilu 2024 yang semakin dekat ini, akan penuh dengan kontestasi yang sangat ketat tapi juga menentukan masa depan rakyat sebagai pemilih.

Untuk itu, dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat bukan hanya ikut mencoblos atau memilih. Tapi, ikut pula mengawasi proses berjalannya pemilu hingga akhir minimal sesudah pencoblosan.

HNW sangat memahami kegelisahan rakyat yang mengkhawatirkan akan terjadi lagi potensi kecurangan dan intrik dalam pelaksanaan sampai penghitungan suara dan penentuan hasil. Itulah pentingnya rakyat untuk ikut menjadi saksi setelah melakukan pencoblosan untuk menyaksikan dan mengawasi sendiri terutama saat penghitungan suara dan penentuan hasil suara di setiap TPS dan jenjang berikutnya.

Ini sangat penting disadari, dipahami dan dilakukan masyarakat agar kedaulatan rakyat yang hadir melalui coblosan itu, benar-benar terjaga dan tidak dimanipulasi, agar keadilan dan kemurnian berjalannya pesta demokrasi rakyat lima tahunan tetap bisa valid dan dipercaya.

“Kita tentu tidak ingin pemilu malah menghadirkan perselisihan dan permusuhan apalagi dengan legitimasi yang rendahan. Padahal negara sudah menggelontorkan APBN puluhan Trilyun Rupiah. Yang kita harapkan justru persatuan akan semakin kuat, negara makin bermartabat dan kualitas demokrasi makin meningkat,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur California Sebut Trump "Tidak Waras"

Hal tersebut disampaikan Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini saat menerima kunjungan delegasi Jarkom Pengurus Masjid dan Musholla Pejaten Timur Jakarta Selatan,di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mengungkapkan, di PKS sendiri mengajak seluruh kader, simpatisan untuk menjadi saksi atau hadir setelah ‘nyoblos’ di TPS masing-masing dan mengawasi secara cermat proses perhitungan suara, dengan mencatat semua data-data yang ada.

“Nanti, dari pengamatan dan data-data itu akan tercatat dan akan menjadi bahan untuk dipelajari dan akan ketemu (jika ada) dimana letak kesalahan atau kecurangannya. Jadi, saya mengajak anggota Jarkom jangan pulang dulu setelah nyoblos, ‘tongkrongin’ dulu sebentar, sampai perhitungan di TPS selesai. Sekali lagi untuk menjaga kedaulatan Rakyat, keadilan dan kemurnian hasil pemilu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, HNW juga menyampaikan bahwa tentu seluruh kontestan pemilu pasti menginginkan kemenangan. Tapi, semua kembali kepada masyarakat Indonesia. Rakyat harus sadar, selain pemilu adalah pesta demokrasinya rakyat, pemilu juga merupakan representasi kedaulatan rakyat. Di momen itulah, kedaularan rakyat betul-betul sangat dihormati dan dihargai.

Baca Juga:  Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan

“Jadi, rakyat harus mulai dari sekarang mempelajari secara betul apakah jika suaranya diberikan ke salah satu kontestan, baik capres, parpol, caleg-caleg dan kepala daerah akan mampu memberi kemaslahatan kepada rakyat/umat dan kepada seluruh bangsa Indonesia, atau malah sebaliknya?,” ujarnya.

Salah satu cara mempelajarinya, lanjut HNW, adalah dengan banyak membaca, meriset atau banyak mencari informasi tentang latar belakang kontestan yang akan dipilih. Jika dia pernah menjabat, apakah dia sudah menjalankannya dengan amanah serta memberikan maslahat untuk rakyat dan negara, juga tidak tersandung kasus moral atau hukum terutama korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

“Melalui Pemilu, rakyat tidak hanya bisa memberikan _reward_ tapi juga _punishment_ untuk kebaikan mereka sendiri serta masa depan bangsa dan negara,” pungkasnya.(“)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sekjen PBB Prihatin Atas Eskalasi di Yaman
Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa
IOC Rilis Panduan bagi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036
Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B
KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor
Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing
5 Bulan Disandera di Somalia, 4 ABK Asal Indonesia Tiba di Tanah Air
Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Sekjen PBB Prihatin Atas Eskalasi di Yaman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:25 WIB

IOC Rilis Panduan bagi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Berita Terbaru

Berita Utama

Sekjen PBB Prihatin Atas Eskalasi di Yaman

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:39 WIB

Soal Inflasi Menurut Gubernur Bukan Soal Angka Melainkan Rasa, Daya Beli Rakyat Kut stsu Tidak. [PL]

Berita Utama

Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:34 WIB

Berita Utama

IOC Rilis Panduan bagi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:25 WIB

Operasi Simpatik Microsleep oleh PT BTB-Tujuannya mengurangi angka kecelakaan [BTB]

Berita Utama

Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:18 WIB

Berita Utama

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:20 WIB