Koordinasi Buruk Pemerintah Dalam Kasus 300 T

Kamis, 16 Maret 2023 | 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Koordinasi buruk pemerintah terkait polemik temuan pergerakan dana mencurigakan Rp 300 triliun di Kemenkeu dan Temuan itu tiba-tiba disimpulkan PPATK bukan perkara korupsi.Anggota Komisi Keuangan (XI) Fraksi Gerindra, Kamrussamad menilai banyak pernyataan berbeda soal temuan dana fantastis tersebut yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD, hingga PPATK, dengan Menkeu Sri Mulyani.

“Menkopolhukam mengatakan ada Rp 300 triliun tapi kemudian berubah statement beliau ketika Menkeu Sri Mulyani sudah bertemu Prof Mahfud mengatakan temuan berdasarkan data menjadi isu dan saya punya dua video yang berbeda. Jadi berarti ada masalah nih di internal pemerintah,” tegas Kamrussamad dalam diskusi Dualektika Demokrasi ‘Akibat gaya hedon, LHKPN pejabat Kemenkeu Jadi sorotan’, di Media Center gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/3).

Kamarusamad menilai Koordinasi yang tidak maksimal berjalan atau mungkin Pak Mahfud lagi melihat ini kesempatan baik untuk membangun pencitraan, siapa tahu ada peluang 2024?

Baca Juga:  Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

” Kita enggak tahu,” katanya.

Kamrussamad menilai pernyataan PPATK tak memiliki dasar kuat yang mengungkap adanya transaksi mencurigakan Rp 300 triliun di Kemenkeu ini terkait 200 Informasi Hasil Analisis/IHA kepada Kemenkeu sejak 2009-2023.

“Masa kepala PPATK ngomong 200 kali, memberikan laporan ke Kemenkeu? Apa benar ngomong begitu? Saya hanya membaca di media, saya tanya ke Menkeu, benar nggak 200 kali, saya minta tanda terima buktinya, nggak ada kata dia,” ujarnya.

Kamrussamad berharap PPATK tak sembarangan mengungkap kesimpulan. Ia pun menyinggung deposit box milik eks pejabat pajak Rafael Alun senilai Rp 37 miliar yang diduga sebagai bukti pencucian uang, bisa saja dilakukan lebih banyak pegawai Kemenkeu khususnya DJP.

“Ada 45.000 pegawai ASN di DJP (direktorat jenderal perpajakan) dari 200 lebih KPP. Saya juga kaget, saya agak cenderung mempercayai yang Rp 37 miliar, yang ditemukan di dalam safety box, kalau itu benar terjadi. [Kami akan tanyakan] karena kami baru 27 Maret akan mengundang Menteri keuangan dan jajarannya di komisi XI,” jelasnya.

Baca Juga:  PJ91 Lakukan Plogging, Jumhur : Bagian dari Tobat Ekologi

“Kalau itu terjadi, maka Rp 37 miliar dikali 45.000 pegawai, taruhlah 10% yang brengsek, yang kata Bu Sri Mulyani kalimat ‘pengkhianat’. Ya kita mengutip aja kalimat beliau penghianatnya 10% dari 45.000 pegawai pajak berarti 4.500 kali Rp 37 miliar, tuh, berapa banyak berarti? Rp lebih kurang Rp 140 triliun duit yang sedang sekarang dalam bentuk tunai, yang berada di tempat-tempat yang dipakai oleh para pengkhianat yang Ibu Sri Mulyani sebut,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka
Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia
Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya
Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas
Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo
Hakaaston Salurkan Air Bersih untuk Desa Sidodadi
Polres Mesuji Lakukan Penyiraman Jalan Utama, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Erupsi GAK  
Indonesia Tampil di Pameran Industri Energi Internasional

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:56 WIB

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka

Senin, 7 September 2026 - 23:12 WIB

Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia

Senin, 7 September 2026 - 22:48 WIB

Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya

Senin, 7 September 2026 - 22:03 WIB

Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 September 2026 - 21:27 WIB

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Berita Terbaru


Seorang pria terlihat di dekat reruntuhan pascaserangan Israel di Tyre, Lebanon, pada 23 Maret 2025. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka

Senin, 7 Sep 2026 - 23:56 WIB

Sejumlah orang berpartisipasi dalam lomba perahu Regata Storica di Venesia, Italia, pada 6 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia

Senin, 7 Sep 2026 - 23:12 WIB

Citra sebaran abu viulkanis dari Himawari-9 tanggal 6 September 2026 Pukul 01:00 UTC (sumber: BMKG).

#indonesiaswasembada

Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya

Senin, 7 Sep 2026 - 22:48 WIB


Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 Sep 2026 - 22:03 WIB

#indonesiaswasembada

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Senin, 7 Sep 2026 - 21:27 WIB