Lestari Moerdijat: Pemanfaatan Naskah Kuno untuk Peningkatan Literasi Masyarakat Harus Direalisasikan

Selasa, 14 April 2026 | 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tidak hanya menyimpan naskah kuno, tetapi juga memanfaatkannya secara maksimal untuk meningkatkan literasi nasional.

“Potensi yang dimiliki Perpusnas harus mampu ikut mendorong minat baca masyarakat. Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan,” kata Lestari, Selasa (14/4).

Data internal Perpusnas per 2026 mencatat, total koleksi naskah nasional mencapai 143.259 eksemplar, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun yang tersimpan di Perpusnas baru 13.318 naskah. Dari jumlah itu, yang sudah didigitalisasi hanya 7.987.

Baca Juga:  China dan Indonesia Perlu Majukan Global South

Akibat efisiensi anggaran, target penyelamatan naskah turun drastis dari 10.300 menjadi hanya 2.165 naskah.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, naskah kuno adalah bukti tradisi intelektual bangsa. Jika tidak diarusutamakan sebagai bahan belajar, maka upaya pelestarian kehilangan makna.

Rerie berpendapat bahwa naskah Nusantara mengandung kearifan lokal yang relevan untuk pembangunan masa depan.

Sehingga, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya Perpusnas menyelamatkan naskah saja tidak cukup.

Baca Juga:  Kompi III Gelar Patroli Pengamanan Tempat Ibadah

Lebih dari itu, ujar legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, peran Perpusnas mendorong peningkatan literasi masyarakat juga harus konsisten dilakukan.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, berpendapat bahwa mengupayakan kemudahan masyarakat mengakses naskah-naskah Nusantara merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat.

“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Jangan sampai upaya penyelamatan naskah kuno ini hanya jadi langkah administrasi semata,” pungkas Rerie.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Latih Buat Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam
Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada
Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power
Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual
Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla
Ketua DPR RI minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Karhutla
Persadin Fun Gelar Olahraga dan Pengabdian Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Mahasiswa KKN Latih Buat Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual

Berita Terbaru

KKN UIN RIL di Kupang Kota Bandarlampung Ubah Jelantah Jadi Lilin [eko]

#indonesiaswasembada

Mahasiswa KKN Latih Buat Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Senin, 24 Agu 2026 - 19:31 WIB

Dokumen Pemadaman yang dilakukan petugas  gabungan terus dilakukan. [sony]

#indonesiaswasembada

Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam

Senin, 24 Agu 2026 - 17:02 WIB

ILustrasi Gejolak Thailand Selatan

#indonesiaswasembada

Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada

Senin, 24 Agu 2026 - 14:19 WIB