Konflik Wadas Tonjolkan Kuasa Pemerintah

Selasa, 15 Februari 2022 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis
JAKARTA-Konflik di desa Wadas Jawa Tengah lebih menonjolkan kuasa pemerintah dibanding pendekatan partisipatif. Ini dikatakan Asrul Sani anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. Konflik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, akhirnya menemui kebuntuan.

“Saya kira pembangunan Bendungan Beder ini bagus, pemanfaatannya banyak. Tapi, bagaimana kemudian mitigasi antara kepentingan yang didasari persepsi masyarakat kontra itu dengan perencanaab pelaksanaan pembangunan itu,” ujar Arsul saat diskusi virtual (15/2).

Baca Juga:  Umar Ahmad, Hanan Rozak, Nobar “LAFRAN” di Transmart

Asrul menyatakan desa tersebut tidak secara langsung berdampak pada pembangunan Bendungan Bener. Oleh karena, pembangunan bendungan seluas 590 hektare ini lokasinya sejauh 10 kilometer dari Desa Wadas. Di sisi lain, bebatuan andesit yang ada di Desa Wadas akan menjadi sarana penunjang bagi proyek pembangunan yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Baca Juga:  Bamsoet Dukung Kerjasama Pembangunan Rumah Sakit Internasional

Karena itu, Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR RI ini mengaku cukup berbaik sangka tatkala ada salah seorang pejabat menteri yang menyebut bahwa tidak ada kekerasan yang dilakukan dalam pengukuran lahan di desa tersebut. Sebab, dalam asumsi Arsul Sani, bisa jadi tanpa kekerasan yang dimaksud tersebut adalah ketidakadaan penembakan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat sipil.

Baca Juga:  Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Krakatau 2024, Ini Pesan Kapolres Mesuji 

“Tapi, kalau kita datang ke (Desa Wadas) sana, tentu tidak sesimpel itu kesimpulannya. Apalagi, kalau kekerasan itu diperluas definisinya, ya memang kita temukan. Saya kira juga yang ditayangkan di berbagai media mainstream terutama televisi itu kan semuanya mengambil gambar itu dari sudut pandang berbeda. Pun Komisi III juga sudah datang ke sana untuk mendapatkan data primer langsung dari lokasi,” pungkas Asrul.##


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”
Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui
Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!
Turnamen Robotika Indonesia 2024 Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia
Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI
English Acceleration (EA) Siap Gelar Tes Internasional Cambridge Pertama di Sumsel
Komisi V DPR Dotong Revisi UU Lalin Dan Angkutan Jalan Darat
Gegara Terima Gadai Hp Curian, Wanita Asal Sumsel ini Diciduk Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:56 WIB

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:39 WIB

Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:27 WIB

Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:29 WIB

Turnamen Robotika Indonesia 2024 Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:03 WIB

Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:53 WIB

Komisi V DPR Dotong Revisi UU Lalin Dan Angkutan Jalan Darat

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:23 WIB

Gegara Terima Gadai Hp Curian, Wanita Asal Sumsel ini Diciduk Polisi

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:02 WIB

Ahmad Muzani Lelang Sapi Miliknya Untuk Bantu Korban Sumbar

Berita Terbaru

Berita Utama

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:56 WIB

Berita Utama

Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:39 WIB

#CovidSelesai

Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:27 WIB

#CovidSelesai

Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:03 WIB