Komunikolog: Puan Itu Ibarat Padi Yang Merunduk

Minggu, 17 Juli 2022 | 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Komunikolog Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai bahwa hasil survei elektabilitas yang dilakukan sejumlah lembaga kepada para kandidat bakal calon presiden merupakan potret sesaat saja.

Sebab, hasil tersebut tidak bisa mutlak menjadi acuan kemenangan seseorang dalam kontestasi politik, baik itu di Pilkada maupun Pilpres.

“Itu hanya bahan untuk memprediksi elektabilitas pada Pilpres yang akan datang, boleh. Tetapi tidak mutlak eletabilitas yang tinggi, pada Pilpres kemudian menang, belum tentu,” kata Emrus kepada awak media, di Jakarta, Minggu (17/7).

Tidak hanya itu, Emrus juga menyebutkan, elektabilitas seseorang tinggi merupakan hasil daripada kontruksi sosial yang diwacanakan, dan bahkan di framing sehingga menjadi perbincangan di ruang publik, terutama di media sosial.

Lantaran sering diperbincangkan, sambung dia, maka itulah yang dikenal, sehingga orang akan mempengaruhi prilaku pemilih.

“Nah itulah saya sebut tokoh-tokoh yg semacam ini seperti padi yang tidak berisi. kenapa? kalau padi berisi itu kan semakin merunduk. Tetapi, elektabilitas itu kan di wacana seperti padi yang lurus ke atas yang tidak ada isinya (kosong),” papar dia.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Raih Predikat Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

Lebih lanjut, ketika ditanyakan bagaimana dengan perolehan elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani disejumlah survei yang masih berada di papan bawah? Emrus mengatakan, Puan Maharani sosok seorang pekerja keras, sehingga dalam keberhasilan kinerjanya acap kali tidak terpublikasi di ruang publik.

Bahkan, dari pengamatannya, puteri Megawati Soekarnoputri ini tidak mengejar elektabilitas maupun popularitas dari setiap tindakan maupun kebijakannya.

“Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan dan dinikmati oleh orang-orang yang elektabilitasnya tinggi, sehingga publik terbius pada hasil survei elektabilitasnya saja. Padahal, contoh banyak tidak tokoh atau pakar akademisi di kampus-kampus habat-hebat, tetapi tidak terekspos keluar? banyak. Tapi yang terkenal siapa, ya Emrus yang lain lebih dari Emrus banyak. seperti itulah analoginya,” sebut dia.

Baca Juga:  A. Giri Akbar : LHP BPK Harus Jadi Instrumen Perbaikan Sistem Pemerintahan

Sementara sosok Puan Maharani, lanjut Emrus, tidak begitu mengoptimalkan atau memanfaatkan sosmed itu, tetapi soal kinerja bagus tidak? sebagai anggota DPR RI, menjadi Ketua Fraksi PDIP era SBY, hingga menjabat sebagai Menko PMK, dab kini sebagai Ketua DPR RI selalu bekerja pro terhadap rakyat.

“Sebagai Ketua DPR RI, banyak program pro rakyat yang dikawalnya, seperti UU TPSK, dan mengawal RUU KIA, bukankah itu program kerakyatan,”ujarnya.

Nah hanya saja, kata Emru, Puan Maharani bukan sosok seperti tokoh-tokoh yang lain yang menjadi perbincangan, dia itu ibarat padi yang merunduk.

“Sehingga, karena tidak diperbincangkan orang, karena ini kan soal persepsi, persepsi mempengaruhi elektabilitas, nah itu yang terjadi,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Kapolres Bersama Bhayangkari Mesuji Bagikan Takjil ke Warga
Soal Isu Penyimpangan Dana BOS SMAN 1 Abung Selatan, Disdikbud Lampung Turun Tangan
Brigjen TNI Haryantana Jadi Kasdam XVII/Cen
Bandarlampung Dikepung Banjir, Walikota Eva Dwiana Sambangi Warga
Perlu Komitmen Kuat Tangani Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
Harus Ada Relaksasi di Industri Mamin, Respons Ketidakpastian Situasi Geopolitik
20.000 Lulusan SMP Terserap di Pondok Pesantren
Tak Taati Aturan, Pemkab Mesuji Tertibkan Tiga Pedagang di Pasar Panggung Jaya

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kapolres Bersama Bhayangkari Mesuji Bagikan Takjil ke Warga

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:04 WIB

Soal Isu Penyimpangan Dana BOS SMAN 1 Abung Selatan, Disdikbud Lampung Turun Tangan

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:24 WIB

Brigjen TNI Haryantana Jadi Kasdam XVII/Cen

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:46 WIB

Bandarlampung Dikepung Banjir, Walikota Eva Dwiana Sambangi Warga

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:17 WIB

Perlu Komitmen Kuat Tangani Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kapolres Bersama Bhayangkari Mesuji Bagikan Takjil ke Warga

Sabtu, 7 Mar 2026 - 11:56 WIB

#indonesiaswasembada

Brigjen TNI Haryantana Jadi Kasdam XVII/Cen

Jumat, 6 Mar 2026 - 21:24 WIB

#indonesiaswasembada

Bandarlampung Dikepung Banjir, Walikota Eva Dwiana Sambangi Warga

Jumat, 6 Mar 2026 - 20:46 WIB

#indonesiaswasembada

Perlu Komitmen Kuat Tangani Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Jumat, 6 Mar 2026 - 20:17 WIB