Ketum JMSI Teguh Santosa Raih Rekor Muri

Jumat, 15 September 2023 | 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Annisa

JAKARTA – Dua buku yang ditulis Teguh Santosa mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Kedua buku itu adalah “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” berisi kumpulan wawancara wartawan senior yang juga Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) itu dengan duta besar negara-negara sahabat di Jakarta.

Atas kinerja tersebut, MURI yang didirikan budayawan Jaya Suprana mencatat Teguh sebagai “Penulis Buku Wawancara dengan Duta Besar Negara Sahabat Terbanyak”. Piagam MURI diserahkan Jaya Suprana dalam upacara sederhana yang digelar di Galeri MURI, Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis sore (14/9).

Selain itu Teguh juga dikalungi medali MURI oleh Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo.

“Pak Teguh Santosa ini kawan saya sekaligus bos saya karena berkenan memuat tulisan-tulisan saya yang membosankan,” kelakar Jaya Suprana mencairkan suasana.

Dalam dialog, Jaya Suprana menjelaskan bahwa kedua buku tersebut telah diluncurkan di Jaya Suprana School of Performing Arts yang berada tak jauh dari Galeri MURI pada 30 Juli lalu.

Baca Juga:  Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Peluncuran dihadiri sejumlah tokoh nasional serta duta besar dan diplomat dari beberapa negara sahabat. Hadir dalam peluncuran antara lain Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva, Dubes Maroko Ouadia Benabdellah, dan Dubes Venezuela Radamez Gomes.

Menjawab pertanyaan Jaya Suprana, Teguh Santosa yang juga mengajar di jurusan hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan bahwa masing-masing wawancara di dalam kedua buku itu terpisah satu sama lain. Bila membaca kedua buku secara tuntas, Teguh mengatakan, pembaca akan mendapatkan pemahaman mengenai berbagai problematika di panggung global.

Pendiri Kantor Berita Politik RMOL dan mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) ini mengatakan dalam setiap wawancara umumnya dia membahas tiga topik utama. Pertama mengenai sejarah dan aspek budaya negara tersebut tersebut. Lalu mengenai hubungan bilateral negara tersebut dengan Indonesia, dan ketiga tentang posisi negara ini dalam isu global yang sedang terjadi.

Di dalam buku tersebut terdapat wawancara dengan beberapa duta besar dari negara bekas bagian Uni Soeviet atau bekas anggota Blok Timur pada era Perang Dingin, seperti Rusia, Ukraina, Azerbaijan, Armenia, dan Hongaria. Untuk negara-negara ini, ujar Teguh, dia mengajukan pertanyaan khusus: what went wrong, apa yang salah dengan Uni Soviet hingga bubar.

Baca Juga:  Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

“Kehancuran Uni Soviet ini saya kira penting juga untuk kita pelajari,” kata Teguh.

Ketika mengawali dialog, Jaya Suprana mengatakan bahwa piagam MURI yang diberikan kepada Teguh itu bukanlah piagam MURI pertama.

Sebelumnya Teguh pernah mendapatkan empat piagam MURI untuk kinerja tim di mana dia menjadi sosok sentral. Pertama untuk pendakian gunung-gunung tertinggi di dunia oleh pendaki tunadaksa berkaki satu Sabar Gorky. Kedua, piagam MURI untuk Konser Perdamaian yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta pada April 2018 dengan menampilkan pianis muda dari Korea Utara.

Adapun piagam ketiga dan keempat terkait penyelenggaraan lomba baca puisi secara daring dengan peserta wartawan, dan penyelenggaraan forum tertinggi organisasi secara daring oleh organisasi pers JMSI. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga dan Tambah 10.000 Personel ke Timur Tengah
Material Besi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Revitalisasi SDN 3 Subik Disorot
Masyarakat Lampung Diminta Rawat Persatuan
Prof Sudarman: Film Ageman Simbol Kedamaian
Kemenko IPK Atensi Pemanfaatan Disposal Oleh Pemkab Mesuji
Flydubai Mendarat Darurat, Dua Pilot Terlibat Insiden
Lampung Fokus Deteksi Dini pada Penyakit Kanker
Marindo: Nilai Pancasila Harus Jadi Landasan Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:57 WIB

AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga dan Tambah 10.000 Personel ke Timur Tengah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Material Besi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Revitalisasi SDN 3 Subik Disorot

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Masyarakat Lampung Diminta Rawat Persatuan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Prof Sudarman: Film Ageman Simbol Kedamaian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Kemenko IPK Atensi Pemanfaatan Disposal Oleh Pemkab Mesuji

Berita Terbaru

Berita Utama

Masyarakat Lampung Diminta Rawat Persatuan

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:21 WIB

Berita Utama

Prof Sudarman: Film Ageman Simbol Kedamaian

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:53 WIB

Berita Utama

Kemenko IPK Atensi Pemanfaatan Disposal Oleh Pemkab Mesuji

Jumat, 2 Okt 2026 - 06:39 WIB