Ketum JMSI Raih Anugerah Mahakarya Kebudayaan

Jumat, 23 Mei 2025 | 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kembali menganugerahkan penghargaan kepada para tokoh dari berbagai bidang yang telah mencetak prestasi luar biasa.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pendiri MURI, Jaya Suprana, dalam sebuah acara seremoni yang berlangsung di Gedung Jaya Suprana Institute, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 22 Mei 2025.

Acara ini sekaligus menjadi penanda 35 tahun perjalanan MURI dalam menghimpun lebih dari 12 ribu karya dan pencapaian anak bangsa.

Para penerima rekor MURI kali ini mencakup berbagai bidang yang unik dan inspiratif. Yaitu Hartono Sumarsono sebagai penulis buku batik terbanyak, Teguh Santosa sebagai penulis pertama Indonesia yang mengangkat isu reunifikasi Korea, serta Serlika Aprita sebagai dosen perempuan penulis buku Ilmu Hukum terbanyak.

Lalu Pusat Gadai Indonesia atas pemberian emas terbanyak kepada nasabah, Kiki Adam sebagai desainer busana dansa yang mengangkat seni sebagai ekspresi jiwa, Intercity Evergreen atas penyelenggaraan pertandingan bola basket veteran terbanyak, serta Erlien Ermawati sebagai kolektor kartu member Starbucks terbanyak dengan 273 kartu.

Sebelum penyerahan sertifikat MURI, Jaya Suprana mewawancarai para penerima rekor dan mengulik kisah di balik ketekunan juga prestasi yang mereka catatkan.

Hartono Sumarsono, misalnya, memulai kisahnya pada 1983, saat terpesona pada porselen China yang ia temukan di Jalan Surabaya. Ketika itu, seseorang menyarankan agar ia juga melihat kekayaan batik Indonesia. Rupanya, darah seni mengalir dari nenek buyutnya yang seorang penjual batik. Sejak itu, Hartono menulis buku-buku batik hingga menjadi penulis buku batik terbanyak.

Baca Juga:  Akademisi Puji Pidato Prabowo di Davos, Pertegas Beda Prabowonomics Vs Greedynomics

“Kita sebagai orang Indonesia maka pakailah batik sebagai wujud cintamu buat Indonesia,” kata Hartono.

Selanjutnya, Serlika Aprita yang merupakan dosen perempuan penulis buku hukum terbanyak. Meski mengaku telah menulis 65 buku, Serlika hanya mendaftarkan 35 di antaranya, karena tahun 2025 ini bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-35.

Lalu, Teguh Santosa sebagai orang Indonesia pertama yang menulis tentang reunifikasi Korea yang diangkat dari disertasinya di jurusan Hubugan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad). Teguh menerima penghargaan atas kontribusinya dalam diplomasi budaya dan pemikiran lintas bangsa.

Tidak seperti penerima lainnya, Rekor MURI yang diterima Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ini juga tercatat sebagai anugerah Mahakarya Kebudayaan ke-40 yang diberikan MURI kepada tokoh yang berperan besar dalam bidang kebudayaan. Selain itu, bagi Teguh ini adalah rekor MURI ke-6 yang dicatatkannya.

Adapun Andrew Susanto sebagai CEO dan Founder Pusat Gadai Indonesia mengatakan, rekor yang dicetaknya ini bermula dari salah hitung yang menginspirasi pihaknya membagikan total 8.000 gram emas, senilai lebih dari Rp 12 miliar kepada nasabah loyal.

Baca Juga:  Sekdaprov Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Program Kerja Sekretariat Daerah: Tekankan Optimalisasi Peran Biro Sekretariat Daerah

“(Emas) Rp 12 miliar terlalu murah untuk mendapatkan MURI,” ujar Andrew sambil tertawa.

Sementara Kiki Adam, desainer busana dansa, berbicara tentang seni sebagai ekspresi jiwa, bukan semata-mata kecantikan di atas panggung.

“Saya pemimpi, Pak. Busana dansa itu bukan kostum, tapi ekspresi jiwa,” katanya, menyentuh sisi humanistik dari panggung pertunjukan.

Lalu, Erlien Ermawati tercatat sebagai pemilik kartu member Starbucks terbanyak di Indonesia. Kecintaannya pada kopi membawa cerita unik yang membuatnya termotivasi untuk menjadi kolektor.

Adapun Intercity Evergreen menegaskan olahraga basket tak kenal usia. Dengan jumlah peserta tim basket veteran terbanyak, komunitas ini membuktikan bahwa semangat olahraga tidak pernah lekang oleh waktu.

Jaya Suprana yang meneyrahkan langsung sertifikat rekor mengatakan, sangat bersyukur karena Indonesia memiliki begitu banyak individu yang memiliki keunikan dan kecakapan pada bidang tertentu.

“Bila potensi yang kita semua miliki dikembangkan ke arah kemajuan, maka saya yakin peradaban Indonesia akan abadi,” ujarnya. []


Penulis : Desty


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Jaya Suprana

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek
Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti
Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam
Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi
Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi
GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar
Direktur BTB Dampingi Komisi V DPR RI Kunker Spesifik di Provinsi Lampung
Harus Ubah Kultur dan Pola Pikir APH, Reformasi Polri Tidak Hanya Sebatas Regulasi

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:13 WIB

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:06 WIB

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:19 WIB

Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:12 WIB

Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:13 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:06 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi

Kamis, 29 Jan 2026 - 23:12 WIB