Kesetjenan MPR RI Ikuti Workshop Chunky Bag

Rabu, 19 Maret 2025 | 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Tren fashion terus berkembang, termasuk dalam dunia aksesori. Salah satu yang kini tengah digandrungi adalah tas chunky (chunky bag), tas rajut tebal yang awalnya viral di Korea pada tahun 2020 dan mulai populer di Indonesia sejak 2023.

Kreatifitas para pegawai perempuan Sekretariat Jenderal MPR RI diuji ketika membuat tas Chunky. Namun dengan antusiasme yang tinggi akhirnya mereka berhasil membuat tali Chungky yang berukuran besar itu menjadi tas yang indah dilihat.

Kegiatan dalam acara bertajuk “Literasi Kreatif Membuat Chunky Bag” ini berlangsung di ruang Perpustakaan MPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Hadir sejumlah pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI, di antaranya yaitu Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M dan Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar.

Dihadirkan juga Elvina Taher sebagai pemilik Looang Creative Studio yang membimbing pelatihan kerajinan ini. Chunky bag sendiri merupakan tas yang dibuat menggunakan teknik rajut dengan benang atau tali berukuran tebal (chunky). Kerajinan ini populer karena tampilannya yang unik, stylish, dan sering kali terlihat empuk serta berbentuk bulky.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan Peraturan Perpustakaan Nasional RI nomor 4 tahun 2023, bahwa perpustakaan juga bisa menjadi tempat komunitas, bisa berkontribusi dalam literasi, salah satunya merelalisasikan kegiatan untuk menciptakan diri yang lebih inovatif. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M, menyampaikan apresiasinya terhadap Perpustakaan MPR RI atas kegiatan ini. Apalagi kata dia, kerajinan sudah menjadi hobinya, sehingga tidak ada alasan untuk tidak hadir.

Baca Juga:  Qatar Bantah Klaim Penahanan Pilot Iran

Dalam pembukaan acara, perempuan yang akrab disapa Ibu Titi ini juga mengapresiasi Elvina Taher yang berani keluar dari karyawan kantoran dan memilih untuk usaha kerajinan. Kerajinan ini kata dia, bisa menjadi peluang usaha dan dapat dikerjakan saat istirahat bekerja, asalkan tidak mengganggu waktu. Baginya, apapun yang bisa dipelajari untuk lebih berkreatif dan bisa diimplementasikan kepada kehidupan sehari-hari, sudah otomatis menjadi nilai tambah, apalagi jika mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bagi Ibu Titi, kegiatan workshop ini diharapkan dapat memberikan motivasi serta mengembalikan lagi semangat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Jenderal MPR RI untuk berkarya membuat produk kerajinan seperti ini.

Hal senada juga disampaikan Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar sangat berharap kegiatan ini bisa menjadi peluang usaha bagi seluruh karyawati.

“Berharap kegiatan ini tidak hanya berheti sampai disini. Kami mendorong teman-teman agar serius mengikuti pelatihan ini, agar nantinya dapat menambah ekonomi keluarga, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Elvina Taher, pendiri Looang Creative Studio menyampaikan, Chunky bag dibuat dengan teknik hand knitting, yaitu merajut tanpa alat, hanya menggunakan tangan. Berbeda dengan teknik crochet, yang umumnya menggunakan hakpen atau alat rajut lainnya, hand knitting memberikan pengalaman unik bagi para pembuatnya.

“Selain menghasilkan tas yang estetis, teknik ini juga dikenal sebagai hand therapy, karena dipercaya dapat membantu mengurangi stres serta meningkatkan fokus dan kreativitas,” ujarnya.

Baca Juga:  Ahmad Muzani Ungkap Tren Opini WTP Pemerintah Makin Baik Jelang Sidang Tahunan MPR 2026

Sebanyak 25 peserta diberikan satu gulung benang Cangkia, jenis benang khusus dengan isian dakron yang membuat tas terasa empuk dan tebal. Berbeda dengan benang rajut biasa yang diukur berdasarkan panjang, benang Cangkia dihitung berdasarkan berat. Satu gulung dengan berat 250 gram mampu menghasilkan satu tas chunky bag berukuran standar.

Selain benang, kain pelapis yang digunakan pun beragam, mulai dari katun Cangkia hingga bahan velvet atau buludru. Namun, bagi pemula, disarankan untuk menggunakan bahan katun karena lebih fleksibel dan mudah dibentuk.

Dengan tampilan yang unik, proses pembuatan yang menyenangkan, serta manfaat relaksasi yang ditawarkan, tidak heran jika chunky bag kini menjadi favorit di kalangan pecinta DIY dan fashion handmade.

Salah satu peserta, Retno Megawati menyampaikan rasa antusiasmenya. Ia mengaku pertama kali merajut tas Chunky yang biasanya ia kerap melakukan kerajinan berupa kartu dari bahan daur ulang.

“Ini bagus banget. Biar kita juga nggak cuma tahu bekerja aja, tapi juga bisa tahu bagaimana nanti kalau kita pensiun kan, siapa tahu kita bisa buat UMKM,” ujarnya dengan semangat.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, terlebih menjelang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah dibuat kerajinan dari bahan-bahan lain, khususnya dari bahan daur ulang.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta, MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BADKO HMI Malut Desak Penghentian Operasi PT SWM dan Penyelamatan Hutan Adat Desa Dege
Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok
Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung
CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar
Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar
Ketum PBNU tak Boleh Rangkap Jabatan
Calon Ketum PBNU Sepakat Gunakan AHWA jika tak Mufakat
Pelantikan JMSI Sumbar 2026: Perkuat Barisan Media Siber, Lima Tokoh Raih JMSI Awards

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:51 WIB

BADKO HMI Malut Desak Penghentian Operasi PT SWM dan Penyelamatan Hutan Adat Desa Dege

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:55 WIB

CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 28 Agustus 2026 ini menunjukkan pemandangan area di sekitar danau bendungan alami yang terbentuk usai tanah longsor di hulu Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:14 WIB

#indonesiaswasembada

Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:00 WIB

Tim Bertalenta Jersey Berbudaya Siap Rebut 3 Besar [PL]

#indonesiaswasembada

CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar

Sabtu, 29 Agu 2026 - 22:55 WIB

Bhayangkara Presisi Pasang Target 3 Besar di musim depan [PL]

#indonesiaswasembada

Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar

Sabtu, 29 Agu 2026 - 22:47 WIB