Kerjakan Mega Proyek Jalan Inpres Asal-asalan, PT SBR Diduga Telah Mencoreng dan Rugikan Masyarakat Mesuji

Kamis, 18 Januari 2024 | 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Tim Redaksi

MESUJI – Miris sekali, hasil pekerjaan Mega Proyek Pembangunan Jalan Rigid Beton Milik PT. Sang Bima Ratu (SBR) di dua ruas, yakni Simpang Segitiga Emas Selamat Datang – Muara Tenang dan ruas Muara Tenang – Margo Jadi dengan nilai pagu Anggaran sebesar Rp. 92 miliyar yang bersumber dari APBN (Inpres) tahun 2023 kemarin dikerjakan asal-asalan, dan disinyalir merugikan anggaran negara serta merusak Nama Kabupaten Mesuji.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya, baru beberapa hari Proyek Pembangunan Rigit Beton ini di serah terima kan atau (Provisional Hand Over -PHO) namun kondisinya sudah mengalami sejumlah kerusakan.

Dari pantauan media ini di lapangan, terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan. Mulai dari Patok Lalulintas (Delineator) terpasang dengan kurang maksimal karena hanya tertancap dalam tanah tanpa adanya pasangan cor-coran, ditambah dengan permukaan tidak halus serta tidak dilengkapi reflektor cahaya.

“Sangat membahayakan pengguna jalan, karena Delineator merupakan alat keselamatan yang terpasang di ruas jalan dan alat tersebut berfungsi sebagai rambu pembatas pada jalur yang rawan kecelakaan serta biasanya dilengkapi reflektor cahaya,” ucap Dwi (33) salah satu pengguna jalan yang kebetulan tinggal di dekat lokasi jalan Inpres tersebut.

Baca Juga:  Rangkaian HPN, PWI Mesuji Bagikan Sembako dan Takjil

Sedangkan Delineator sendiri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.82 Tahun 2018 pasal 1 ayat 6 yaitu, ” Patok Lalulintas atau Delineator adalah suatu unit konstruksi yang diberi tanda dapat memantulkan cahaya reflektif berfungsi sebagai pengarah dan peringatan bagi pengemudi bahwa sisi kanan atau kiri merupakan daerah berbahaya.

Selain itu, dalam pembangunan Mega proyek yang dikerjakan PT.SBR terdapat pembangunan Drainase di dua Ruas Jalan inpres yang juga sudah banyak kerusakan dan Ambrol. Saluran air yang menggunakan U- Ditch ada beberapa titik yang tidak maksimal pemasangannya, disekitar jembatan dan sudah mengalami kerusakan parah sepanjang Lima Meter.

Senada dengan Dwi, seorang pengguna jalan yang sering melintas di ruas jalan Inpres tersebut, Adi (28) mengatakan, saat pengerjaan proyek yang menelan anggaran APBN puluhan miliar ini dia melihat dan mengetahui bagaimana proses pengerjaan yang kebanyakan pekerja nya sendiri diambil dari luar daerah itu.

“Saya sering lewat sini bang saat berangkat kerja, waktu tahap pengerjaan pun saya tahu. Padahal proyek ini baru beberapa hari selesai kok ada yang sudah rusak ya?. Padahal ini setahu saya perjuangan pak Sulpakar Pj Bupati Mesuji meminta program untuk perbaikan jalan ini ke pemerintah pusat. Kox sayang sekali yang mengerjakan tidak profesional dan asal-asalan begini,” ucapnya kecewa.

Baca Juga:  Giliran Mesuji, Polisi Amankan Minyakita dengan Ukuran tak Sesuai, Diduga Milik Mantan Sekda Samsudin

Untuk diketahui, Proyek Nasional Intruksi Presiden (Inpres) merupakan usaha Keras Pemkab Mesuji dibawah komando Penjabat Bupati Drs.Sulpakar.MM., guna mewujudkan impian masyarakat Mesuji yang mendambakan jalan mulus tidak seperti kubangan kerbau.

Akan tetapi, mengingat kemampuan APBD Kabupaten Mesuji yang masih sangat terbatas untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur, maka Pj Bupati Mesuji Sulpakar mati-matian mencari dan menyengget program di pusat untuk membuat Mesuji maju dan sejahtera.

Sayangnya, hal itu malah justru dijadikan Moment oleh rekanan tidak profesional untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dan mengabaikan kualitas pekerjaan yang jelas-jelas sangat merugikan keuangan negara dan tentunya masyarakat Mesuji sebagai penerima manfaat dari program Presiden Jokowi tersebut.##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Volume Kendaraan yang Melintas di Tol Bakter Capai 564.154 Unit
Lestari: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen
Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Wisata
Pemda Harus Proaktif Sosialisasikan SPMB
Eddy Soeparno: Didit Temui Megawati, Meneduhkan
Lampung Bantu Bencana Gempa Bumi di Myanmar
Brigif 4 Mar/BS Bersama Pemprov Dirikan Posko Bantuan Kemanusian Myanmar
Catatan Pojok Pedalaman; Celoteh April MOP

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 21:19 WIB

Volume Kendaraan yang Melintas di Tol Bakter Capai 564.154 Unit

Kamis, 3 April 2025 - 20:48 WIB

Lestari: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Rabu, 2 April 2025 - 20:27 WIB

Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Wisata

Rabu, 2 April 2025 - 20:16 WIB

Pemda Harus Proaktif Sosialisasikan SPMB

Rabu, 2 April 2025 - 20:12 WIB

Eddy Soeparno: Didit Temui Megawati, Meneduhkan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Volume Kendaraan yang Melintas di Tol Bakter Capai 564.154 Unit

Kamis, 3 Apr 2025 - 21:19 WIB

#indonesiaswasembada

Lestari: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Kamis, 3 Apr 2025 - 20:48 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Tulang Bawang Gelar Patroli Wisata

Rabu, 2 Apr 2025 - 20:27 WIB

#indonesiaswasembada

Pemda Harus Proaktif Sosialisasikan SPMB

Rabu, 2 Apr 2025 - 20:16 WIB

#indonesiaswasembada

Eddy Soeparno: Didit Temui Megawati, Meneduhkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 20:12 WIB