Iran sebut Hormuz dapat Dibuka dalam 2 Hari, jika….

Selasa, 3 November 2026 | 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

TEHERAN-Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin (2/11) mengatakan bahwa jika Amerika Serikat (AS) memenuhi tuntutan “sah” Iran, Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu dua hari.

Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Baghaei menyatakan bahwa dasar bagi setiap interaksi tidak langsung antara Iran dan AS melalui para mediator tetap mengacu pada rencana tujuh hari yang diusulkan oleh Teheran pada September. Baghaei menambahkan bahwa Iran telah memangkas jangka waktu pelaksanaan rencana tersebut menjadi dua hari sebagai bentuk iktikad baiknya.

Baghaei menyampaikan, “Kami telah mengumumkan bahwa jika tuntutan Iran dipenuhi, akan ada kemungkinan untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz dan memulai proses negosiasi dalam waktu singkat,” seraya menekankan bahwa semua itu bergantung pada keputusan pihak Amerika mengenai bagaimana melanjutkan proses tersebut ke depan.

Baca Juga:  Velli Buka Konkerkab II PGRI Way Kanan

Baghaei mengatakan bahwa Iran telah menyampaikan tuntutannya secara “jelas, wajar, dan logis,” seraya menegaskan bahwa selama AS tidak mengakhiri blokade maritim anti-Iran dan tidak memenuhi tuntutan “sah” Teheran, maka kesepakatan tidak akan tercapai dan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali ataupun diamankan.

Iran menyampaikan rencana tujuh hari yang memuat persyaratan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz kepada AS melalui para mediator di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York pada 22 September. Setelah itu, Teheran dan Washington dilaporkan terus bertukar pesan mengenai usulan tersebut.

Baca Juga:  Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut serta memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J.Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Optimalkan Posisi Strategis Lampung, Pemprov Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Berorientasi Ekspor
Lantik Bupati Lampung Tengah, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Lumbung Pangan dan Hilirisasi Pertanian
Ukraina Sebut 18 Tewas dan 27 Hilang dalam Serangan Udara Rusia
Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru, Dua Orang Tewas
Pemprov Lampung dan ITERA Siapkan Kolaborasi Riset Aplikatif untuk Percepat Pembangunan Daerah
I Komang Heri Bupati Lampung Tengah Definitif
DLH Lampung dan PHE OSES Perkuat Sinergi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kegiatan Operasi Hulu Migas Lepas Pantai
Yansos Jejama 2026 Hadir di Pesisir Barat, Wagub Jihan Dorong Pemerataan Pelayanan Sosial dan Kesetaraan Disabilitas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:39 WIB

Optimalkan Posisi Strategis Lampung, Pemprov Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Berorientasi Ekspor

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Iran sebut Hormuz dapat Dibuka dalam 2 Hari, jika….

Selasa, 3 November 2026 - 16:31 WIB

Lantik Bupati Lampung Tengah, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Lumbung Pangan dan Hilirisasi Pertanian

Selasa, 3 November 2026 - 14:43 WIB

Ukraina Sebut 18 Tewas dan 27 Hilang dalam Serangan Udara Rusia

Selasa, 3 November 2026 - 14:12 WIB

Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru, Dua Orang Tewas

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran sebut Hormuz dapat Dibuka dalam 2 Hari, jika….

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:35 WIB

Asap hitam membubung setelah serangan Rusia di Kiev, Ukraina, pada 2 Juli 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Ukraina Sebut 18 Tewas dan 27 Hilang dalam Serangan Udara Rusia

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:43 WIB

Foto yang diabadikan pada 2 November 2026 ini memperlihatkan dua warga berdiri di dekat sejumlah rumah yang rusak akibat banjir lahar dingin dari Gunung Semeru di sepanjang aliran Sungai Glidik, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. (Xinhua)

Bencana

Banjir Lahar Dingin dari Gunung Semeru, Dua Orang Tewas

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:12 WIB