Indehoy di Kompleks Pemandangan, Mucikari pun Tewas Diduga Ditikam Pelanggan

Rabu, 29 April 2026 | 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Perkara dugaan pembunuhaan mucikari di eks lokasisasi Pemandangan, Jalan Teluk Tomini, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung pada 31 Maret 2026 memasuki babak baru.

Polsek Panjang menggelar rekonstruksi perkara yang melibatkan MRS sebagai pelaku pembunuhan dengan korban meninggal dunia Nurma (41) dan Dian alias Yola (38).

Proses Rekonstrusi ini langsung di pimpin Kapolsek Panjang AKP Ipran yg proses nya langsung digelar di tempat kejadian perkara di dalam kompleks Eks Lokalisasi Pemandangan Gang 1.

Puluhan warga dan pamong setempat memadarti area reka ulang. Mendapat pengawalan ketat dari kepolisian, reka ulang dihadiri langsung pihak advokat dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kota Bandarlampung selaku kuasa hukum tersangka MRS dan Kejaksaan Negeri Bandarlampung selaku penuntut umum.

Ada 34 Adegan

Rekonstruksi diawali dengan kedatangan MRS dan AR (rekan tersangka bersatus buron) menggunakan sepeda motor di depan Kafe Neli yang berseberangan dengan Kafe Nur.

Keduanya terlibat perbincangan dengan saksi Vera dan korban Nurma sambil mengonsumsi minuman beralkohol.
Merasa kurang, keduanya pergi sejenak membeli miras tambahan.

Kali ini, mereka terlibat perbincangan hangat dengan saksi Vera dan dian alias Yola. Memasuki adegan berikutnya, MRS bersama Yola masuk ke Kafe Nur. Sedangkan AR masuk ke Kafe Neli bersama Vera.

Di adegan berikutnya, saksi Vera mengetuk pintu kamar yang di dalamnya ada MRF dan Yola. Vera atas petunjuk AR karena tak membawa uang, agar meminta uang jasa menemani.

Baca Juga:  Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Terjadi cekcok mulut hebat. Saksi korban meminta bantuan saksi Rian untuk menagih uang bayaran dan MRS sudah menyelesaikan pembayaran.

Setelah selesai, kedua tersangka MRS dan AR bergegas pergi menggunakan sepeda motor. Tak lama, MRS teringat jika ponselnya masih tertinggal di dalam kamar Kafe Neli.

Sebelum kembali, MRS mengambil sebilah senjata tajam yang selalu disimpan di dalam jok motor. Dia beralasan untuk bejaga-jaga, karena baru saja terlibat cekcok mulut dengan saksi Rian.

Setelah sampai di lokasi , MRS mencoba masuk dengan cara mengetuk pintu hingga tiga kali. Tersangka sempat memohon dengan cara bersujud-sujud di depan pintu agar saksi memberikan ponsel yang tertinggal di atas lemari putih dalam kamar.

Kedua saksi berkeras tak ada ponsel pelaku yang tertinggal. MRS menerobos masuk menuju kamar. Di sinilah terjadi perdebatan sengit karena perbedaan keterangan. MRS menyatakan hanya sampai depan pintu kamar.

Sedangkan saksi Yola mengaku tersangka masuk dan sempat memeriksa seisi kamar dengan cara mengangkat kasur.Perdebatan sengit terus terjadi saat korban Nurma dan saksi Yola mendorong MRS agar keluar kafe karena tak ada ponsel yang tertinggal.

Puncak Peristiwa Ada 2 Versi.
Berdasarkan keterangan tersangka setelah didorong keluar pintu hingga terhuyung. Tersangka naik pitam mendorong pintu dan mulai mencabut pisau dapur yang disembunyikan di pinggang di dalam baju.

Lantas dia menikam tersangka Yola dilanjutkan menikam Nurma di bagian leher belakang sebanyak 2 sampai 4 kali yang saat itu hendak kabur.

Baca Juga:  AS Klaim Tenggelamkan 5 Kapal Tanker Minyak Iran

Nurma akhirnya jatuh terkapar di dalam tuang tamu. Tampak masih tersisa bercak darah berceceran.

Sementara versi saksi Yola mengatakan setelah tersangka mendobrak pintu, tersangka mendorong korban Nurma hingga jatuh ke lantai. Lantas MRS, menikam korban. Saksi Yola yang hendak melerai justru terkena sabetan sajam. Yola mengaku sempat dipukul menggunakan gagang sajam dua kali saat dirinya menghadap dinding.

”Kami tetap mengakomodir dua versi keterangan berbeda dari tersangka dan saksi,” ujar pihak Polsek Panjang.

Pada kssempatan ini, Direktur PBH Peradi Bandar Lampung Ali Akbar, S.H.,M.H yg hadir langsung saat Rekontruksi menyatakan sebagai kuasa hukum mendampingi MRS, untuk mendudukan kasus ini sesuai kondisi peristiwa sebenar nya.

Terkait dinamika perbedaan versi peristiwa tindak pidana. Pihaknya sangat menghormati baik itu pendapat klienya atau pun saksi Yola.

”Nah soal perbedaan ini nanti akan kita buktikan saat proses peradilan, terkait motif peristiwa dan kesaksian siapa yang benar,” kata Ali Akbar didampingi sejumlah anhggota PBH Peradi Bandarlampung.

Pihaknya menyampaikan apresiasi positif kepada pihak Polsek Panjang yang sudah menggelar reka ulang ini sebagai tahapan proses penyidikan.

”Prinsipnya kami memberikan apresiasi positif atas upaya Polsek Panjang dalam menangani perkara tindak pidana ini,” jelas aktivis 98 tersebut.

Dalam peristiwa ini, tersangka MRS diduga melakukan tindak pidana pembunuhan sub Penganiayaan Berat dijerat pasal 458 ayat (1) KUHP Nasional Sub Pasal 468 ayat (2).[]


Penulis : Anis


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Bandarlampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor
Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing
5 Bulan Disandera di Somalia, 4 ABK Asal Indonesia Tiba di Tanah Air
Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI
Ahmad Aliudin Camat Blambangan Umpu
Bupati Ayu Terima Pergunu Way Kanan
Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji
Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

5 Bulan Disandera di Somalia, 4 ABK Asal Indonesia Tiba di Tanah Air

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Ahmad Aliudin Camat Blambangan Umpu

Berita Terbaru

Berita Utama

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:20 WIB


Foto dokumentasi ini menunjukkan seorang wisatawan menjajal syal batik di sebuah stan pasar rakyat di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Berita Utama

Ahmad Aliudin Camat Blambangan Umpu

Rabu, 7 Okt 2026 - 11:22 WIB