HNW: Pancasila Adalah Ideologi yang Menyatukan Bangsa, Bukan Alat Memecah-Belah

Senin, 22 Agustus 2022 | 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid didaulat menjadi warga kehormatan Pimpinan Pemuda Pancasila Jakarta Selatan. Prosesi pengangkatan Hidayat menjadi Warga kehormatan Pemuda Pancasila Jakarta Selatan, ditandai dengan pe.akaian jaket Pemuda Pancasila. Hidayat juga diminta menutup kegiatan diklat kaderisasi kualifikasi madya Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Jakarta Selatan. Acara tersebut berlangsung di Batalyon Komando 461 Paskhas Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Minggu (21/8).

Dalam sambutannya pria yang akrab disapa HNW, ini menekankan pentingnya integritas dalam pengamalan Pancasila. Dan menjadikan Pancasila sesuai fitrahnya sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa, bukan alat untuk memecah-belah.

“Sekalipun beragam peristiwa terjadi dari tahun 1945 hingga sekarang, tapi kita tetap bersatu dan NKRI tetap terjaga. Karena kita memiliki ideologi yang muncul dari budaya bangsa sendiri yang disepakati dan dirawat bersama oleh bapak dan ibu bangsa dari berbagai latar belakang yang sangat majemuk, yakni Pancasila,” kata Hidayat menambahkan.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS, ini menjelaskan, di era modern ada dua negara yaitu Uni Sovyet dan Yugoslavia yang gagal mempertahankan eksistensinya. Dan itu patut menjadi pelajaran agar tak terulang ke Indonesia.

Uni Soviet telah bubar karena tidak memiliki kesepakatan basis ideologi yang muncul dari budaya bangsa sendiri, yang disepakati dan mampu mengikat secara sukarela semua kelompok bangsa di dalamnya, yaitu Komunisme. Sementara Yugoslavia pecah karena persatuan federasinya dibasiskan pada ketokohan Bapak Bangsanya. Sehingga ketika dia meninggal maka pengikat di antara negara-negara bagiannya pun menjadi sangat rapuh dan tidak mampu menjaga kelanjutan Yugoslavia sebagai negara federasi.

Baca Juga:  Mainan Anak Banyak gak Ber-SNI, Tanda Perlindungan belum Optimal

“Di saat yang sama, kita memiliki Pancasila, ideologi yang digali dari budaya bangsa sendiri. Dan disepakati oleh bapak ibu bangsa dari latar belakang yang beragam. Bahkan Bung Karno tidak mengklaim sebagai penemunya sehingga beliau mudah menerima Pancasila hasil musyawarah dalam Panitia 9 maupun PPKI yang tidak sepenuhnya seperti yang beliau pidatokan pada tanggal 1 Juni 1945 saat sidang BPUPK. Karenanya Pancasila bukanlah ideologi yang mengkultuskan Bapak Bangsa, melainkan sebagai hasil pemikiran bersama seluruh bapak ibu bangsa Indonesia sendiri. Sehingga kini terus hidup dan disepakati. Indonesia terus bisa eksis dan terintegrasi sampai masa yang akan datang,” lanjutnya.

Sejarah pembentukan dan proses menyepakati Pancasila sebagai ideologi yang menyatukan dan menyelamatkan bangsa serta negara, kata HMW telah mengajarkan kita untuk mengedepankan sikap bergotong-royong, bekerja sama, saling menghormati, berbuat baik, menyumbangkan pemikiran jernih, serta berani untuk mendengar, menerima, dan menyepakati yang terbaik.

Baca Juga:  Gerak Cepat, GOLKAR Tanggamus Siap Gelar MUSDA

Pancasila juga memiliki sisi sosial, hukum, ekonomi, budaya, kemanusiaan, kesatuan nasional, sebagaimana dinyatakan oleh Bung Hatta, berada di bawah sisi spiritualitas yang termaktub jelas dalam sila pertama Pancasila sebagai bingkai yang menjadi spirit pelaksanaan sila-sila berikutnya, yang bisa menyatupadukan dan meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara dalam berbagai sisinya sebagaimana dinyatakan dalam sila-sila Pancasila berikutnya.

“Inilah nilai-nilai integritas berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa yang dikandung oleh sila pertama Pancasila, juga penting untuk terus disegarkan kembali. Saya mengapresiasi Pemuda Pancasila Jakarta Selatan yang menyelenggarakan diklat dalam rangka penguatan komitmen berpancasila ini. Semoga diikuti oleh Pemuda Pancasila di daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia. Karena ini juga membuktikan salahnya pendapat bahwa kaum muda tidak peduli dengan Pancasila. Diklat yang diselenggarakan oleh Pemuda Pancasila yang mengedepankan komitmen berPancasila secara jujur, baik, dan benar, menjadi bukti bahwa masa depan bangsa dan negara Indonesia akan tetap terjaga dengan ideologi Pancasila, bukan dengan yang lainnya,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung
Restocking Ikan Jadi Upaya Nyata Pemprov Lampung Menjaga Ekosistem Sungai Mesuji
PH Agus Bhakti Nugroho Desak Kasus Sumpah Palsu – Kejahatan Menista Tersangka H. Nuryadin segera P21 dan Dilimpahkan ke Pengadilan
Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Lampung Selatan
Netty : Negara Pastikan Pemulihan Fisik Dan Mental Korban Penyekapan
Lampung Perkenalkan Inovasi Pertanian dan Produk Unggulan Daerah di PENAS XVII Gorontalo
Inpres Jalan Daerah Perkuat Distribusi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Polres Mesuji Gelar Olahraga Bersama Forkopimda, Lepas 500 Paket Sembako Bansos Untuk Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:43 WIB

Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:21 WIB

Restocking Ikan Jadi Upaya Nyata Pemprov Lampung Menjaga Ekosistem Sungai Mesuji

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:09 WIB

PH Agus Bhakti Nugroho Desak Kasus Sumpah Palsu – Kejahatan Menista Tersangka H. Nuryadin segera P21 dan Dilimpahkan ke Pengadilan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:06 WIB

Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Lampung Selatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WIB

Netty : Negara Pastikan Pemulihan Fisik Dan Mental Korban Penyekapan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Netty : Negara Pastikan Pemulihan Fisik Dan Mental Korban Penyekapan

Rabu, 24 Jun 2026 - 13:30 WIB